Top News :
Home » » Alhamdulillah! Wali Kota Bogor Kembali ke Jalan yang Benar

Alhamdulillah! Wali Kota Bogor Kembali ke Jalan yang Benar

Posted on Wednesday, 30 December 2015 | garis 05:12


Muslimedianews.com ~ Malam ini, Selasa (29/12) GP Anshar Bogor mengadakan Haul ke-6 Gus Dur bertajuk "Merawat Humanisme Islam". Saya, bareng tokoh-tokoh lintas agama diundang untuk memberi testimoni tentang pemikiran, kontribusi dan watak kehidupan Wali ke-10 bagi publik NU itu. Awalnya acara dirancang di Lapangan (Taman Ekspresi) Sempur depan Istana Bogor. Karena hujan deras, akhirnya dipindah ke Hotel Sempur.

Untuk diketahui, Taman Ekspresi ini digagas oleh Bima Arya, sahabatku yang beberapa bulan berlalu ditunggangi Annas (Aliansi Anti-Syiah) untuk menyulitkan kelompok Syiah di Kota Hujan itu. Taman berfungsi sebagai wahana ekspresi intelektual, seni, orasi dan demonstrasi. Mungkin Bima terinspirasi taman-taman terbuka di Eropa atau Amerika.

Awalnya saya tak tahu Bima Arya akan datang. Ternyata dia datang. Bima memberikan sambutan awal. Dia bicara pemikiran Gus Dur, juga Cak Nur. Bahkan ia berucap, "Saya menyesal saat dilantik pidato saya kepanjangan. Coba seperti Gus Dur yang ringkas. Pidato panjang, lebih-lebih banyak janji susah memenuhi dan pasti ditagih publik. Nanti bila saya terpilih lagi, saya akan meniru Gus Dur saja!" Katanya. Publik pun tertawa mendengar sambutan Wali Kota Bogor itu.

Setelah itu giliran tokoh-tokoh lintas agama: romo, pendeta, ustadz, pengurus GP Anshor dan NU, khong hucu dan para politisi bertestimoni. Karena saya posisi terakhir, saya harus memberi powerfull closing testimony. Harus menginspirasi dan menghidupkan suasana. Saat bersamaan terbetik dalam pikiran, mumpung ada kesempatan langsung, saya harus usili dan kritik Walikota Bogor ini.

Tiba giliran, setelah salam dan menyapa para hadirin saya katakan: "Mas Bima, jujur malam ini saya bahagia sekali. Saat foto-foto Anda muncul berfoto ria dengan Annas (Aliansi Anti-Syiah) dan seseorang yang diduga DPO teroris, teman Gus Durian dan aliansi kebhinekaan anggap Anda sudah keluar dari ideologi keindonesiaan", papar saya. Kemudian saya cerita marahnya teman-teman aktivis. Saya pun sudah menganggap ia terlalu kanan, islamis, membela gerombolan intoleran dan anarkhis.

"Karena itu, kehadiran Anda di Haul ini saya anggap sudah kembali ke jalan yang benar. Saya doakan priode berikutnya Anda tetap sebagai Wali Kota Bogor", tambahku. Saya kerjai Pak Wali Kota dengan beberapa hal. Ia manggut-manggut dan tertawa. Ah mumpung ada di depan mata.

Sudah pasti saya bahagia. Sejak GP Anshor bergerak dan unjuk kekuatan, aura Bogor kini kembali ke pangkuan kebhinekaan dan Islam keindonesiaan. Sekalipun menyisakan kasus GKI Yasmin dan isu-isu ancaman radikalisme dan intoleransi, Bima Arya telah memilih jalan yang benar dan tepat. Indonesia, Jawa Barat dan Bogor harus menegakkan konstitusi. (Oleh: Muhammad Monib).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News