Top News :
Home » , , » Benarkah Mayoritas Penduduk Neraka Adalah Perempuan?

Benarkah Mayoritas Penduduk Neraka Adalah Perempuan?

Posted on Saturday, 5 December 2015 | garis 07:21

Muslimedianews ~ Salah satu hadits yang mungkin sudah familiar di telinga kaum wanita adalah hadits yang menerangkan bahwa mayoritas penduduk neraka di dominasi oleh golongan perempuan, Ada sebagaian orang bertanya apakah ini tidak mendeskreditkan kaum wanita? maka jawabannya "Tidak,jika kita mengetahui sebabnya". Mari kita kaji kaji hadits-hadits berikut ini:

1. Hadits riwayat Imam Bukhori

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ :»يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ  «.فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: » تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ  « .قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟قَالَ : » أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ؟ قُلْنَ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا، أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ « .قُلْنَ: بَلَى. قَالَ : » فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا « .

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian. Mereka bertanya,’Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau berkata lagi,’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa?’ Mereka menjawab,’Benar.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,’itulah(bukti) kekurangan agamanya.’ (HR. Bukhari)

2. Di dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

اطّلعت في الجنة فرأيت أكثر أهلها الفقراء ، واطلعت في النار فرأيت أكثر أهلها النساء

“Aku melihat ke dalam Surga maka akumelihat kebanyakan penduduknya adalah orang-orang fakir, dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَركَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Ditanyakan kepada beliau, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya lagi, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud dari semua hadits diatas rasulullah memberikan rambu-rambu kepada golongan wanita untuk selalu menjaga diri dari kemaksiatan yang sering dilakukan wanita dan dapat menjerumuskan kedalam api neraka namun sebenarnya sangat mudah juga wanita untuk masuk surga sebagaimana yang akan dijelasakan.

Dari beberapa hadits yang diatas, kita dapat mengetahui beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam api neraka,Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Banyak Melaknat

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kalian banyak melaknat”.Imam Nawawi menyebutkan bahwa para ulama telah bersepakat akan haramnya melaknat. Laknat dalam bahasa Arab artinya adalah menjauhkan. Sedangkan menurut syariat artinya adalah menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya. Dan tidak diperbolehkan bagi seseorang menjauhkan orang-orang yang tidak diketahui keadaannya dan akhir perkaranya dengan pengetahuan yang pasti dari rahmat dan karunia Allah. Karena itu mereka mengatakan,’Tidak boleh melaknat seseorang yang secara dhahir adalah seorang muslim atau kafir kecuali terhadap orang yang telah kita ketahui menurut dalil syar’i bahwa dia mati dalam keadaan kafir seperti Abu Jahal atau iblis.

2. Durhaka terhadap suami dan mengingkari kebaikan-kebaikannya

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya”.Kedurhakaan semacam ini banyak sekali kita dapati dalam kehidupan keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur atas kebaikan yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya karena Allah tidak akan melihat kepada istri semacam ini.

Termasuk dalam bentuk kedurhakaan istri kepada suami adalah hal-hal berikut ini apabila dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at: bermuka masam ketika melayaninya, tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, menyebarkan aib suami kepada orang lain, menolak bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya,meminta cerai dari suaminya tanpa sebab yang syar’i, dan yang semisalnya.

3. Tabarruj (bersolek)

Tabarruj termasuk dosa besar sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Adz Dzahabi rahimahullah di dalam kitab Al Kabair halaman 131 dan Ibnu Hajar AL Haitami dalam kitabnya (Az zawajir 'anil iqtiraafil kabaair), dosa besar no. 108.

Devinisi tabarruj menurut Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-’Arab menyatakan; “Wa al-tabarruj: idzhaar al-mar`ah ziinatahaa wa mahaasinahaa li al-rijaal (tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki non mahram.” Di dalam kitab Zaad al-Masiir dinyatakan;“Tabarruj, menurut Abu ‘Ubaidah, adalah seorang wanita menampakkan kecantikannya. Sedangkan menurut al-Zujaj; tabarruj adalah menampakkan perhiasaan, dan semua hal yang bisa merangsang syahwat laki-laki… Sedangkan sifat-sifat tabarruj di jaman jahiliyyah ada enam pendapat; Pertama; seorang wanita yang keluar dari rumah dan berjalan diantara lelaki.  Pendapat seperti ini dipegang oleh Mujahid. Kedua, wanita yang berjalan berlenggak-lenggok dan penuh gaya dan genit.  Ini adalah pendapat Qatadah. Ketiga, wanita yang memakai wangian. Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Abi Najih. Keempat, wanita yang mengenakan pakaian yang terbuat dari batu permata, kemudian ia memakainya, dan berjalan di tengah jalan.  Ini adalah pendapat al-Kalabiy. Kelima, wanita yang mengenakan kerudung namun tidak menutupnya, hingga anting-anting dan kalungnya terlihat…..”

Perbuatan yang termasuk Kategori Tabarruj

Banyak hadits yang melarang setiap perbuatan yang dikategorikan sebagai tabarruj; diantaranya adalah sebagai berikut;

A. Mengenakan Pakaian Tipis dan Ketat

Wanita yang mengenakan pakaian tipis, atau memakai busana ketat dan merangsang termasuk dalam kategori tabarruj.

Nabi saw bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا 

 “Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti seekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnyadan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak.  Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya.  Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.” [HR. Imam Muslim]

Ketika mentafsirkan maksud “mutabarrijaat” yang terdapatdi dalam surat al-Nuur ayat 60, Imam Ibnu al-’Arabiy menyatakan; “Termasuk tabarruj, seorang wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya.  Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw yang terdapat di dalam hadits shahih, “Betapa banyak wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis merangsang, dan berlenggak-lenggok.  Mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan mencium baunya.”[HR. Imam Bukhari]. Ini disebabkan, jika pakaiannya nipis, yang boleh menampakkan dirinya, dan ini adalah haram.”

Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah mengomentari hadits diatas seraya berkata: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam adalahyang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”(Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )

Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawiy berkata, “Hadis ini termasuk salah satu mukjizat kenabian.  Sungguh, akan muncul kedua golongan itu.  Hadits ini membincangkan mengenai celaan kepada dua golongan tersebut…. Sedangkan ulama lain berpendapat, bahawa mereka adalah wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau kerana tujuan yang lain. ”Menggelung rambut hingga besar seperti bonggol unta, juga termasuk tindakan tabarruj yang diharamkan di dalam Islam.  Sayangnya, perbuatan menggelung rambut seperti telah membudaya di tengah-tengah masyarakat, dan mereka tidak menyadari bahawa hal itu termasuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah swt. 

B. Mengenakan Parfum di Hadapan Lelaki yang bukan Mahram

Nabi saw bersabda,“Siapapun wanita yang memakai wangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia telah berzina.”[HR. Imam al-Nasaaiy]

Imam Muslim juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda;“Setiap wanita yang memakai wangian,  janganlah ia mengerjakan solat ‘Isya’ bersama kami.”[HR. Muslim]

“Siapa saja wanita yang mengenakan bakhur, janganlah dia menghadiri solat ‘Isya’ yang terakhir bersama kami.”[HR. Muslim]

Menurut Ibnu Abi Najih, wanita yang keluar rumah dengan memakai wangi-wangian termasuk dalam kategori tabarruj jahiliyyah. Oleh kerana itu, seorang wanita Mukminat dilarang keluar rumah atau berada di antara laki-laki dengan mengenakan wangian yang menyengat baunya. Adapun sifat wangian bagi wanita Mukminat adalah yang tidak ketara baunya. Ketentuan seperti ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw; “Ketahuilah, perfum lelaki adalah yang tercium baunya, dan tidak terlihat warnanya. Sedangkan perfume wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium baunya.”[HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud]

C. Behias terhadap lelaki-lelaki asing (bukan mahram atau suaminya)

Seorang wanita diharamkan berhias untuk selain suaminya.Ini kerana, tindakan seperti ini termasuk dalam kategori tabarruj. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahawa Nabi saw bersabda; “Seorang wanita dilarang berhias untuk selain suaminya.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasaaiy]

D. Berdandan Berlebihan

Termasuk tabarruj adalah berdandan atau bersolek dengan tidak seperti biasanya. Misalnya, memakai bedak denggan tebal, eye shadow, lipstik dengan warna menjolok dan sebagainya. Sebab, tindakan-tindakan seperti ini termasuk dalam kategori tabarruj secara definitif. Imam Bukhari menyatakan, bahwa tabarruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain. ”Larangan tersebut juga telah disebutkan dalam al-Quran. Allah swt berfirman;

وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ ما يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِن

“Janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.”[Al-Nuur:31]

Ayat ini juga menunjukkan keharaman melakukan tabarruj. Sedangkan definisi tabarruj adalah idzhaar al-ziinah wa al-mahaasin li al-ajaanib (menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki yang bukan mahram).  Jika dinyatakan; seorang wanita telah bertabarruj, artinya, wanita itu telah menampakkan perhiasan dan kecantikannya kepada orang yang bukan mahramnya.  Atas dasar itu, setiap perbuatan mengenakan perhiasan atau menampakkan kecantikan yang akan mengundang pandangan kaum laki-laki termasuk dalam tindakan tabarruj yang dilarang.

Berdandan minor (dengan kadar sedikit), baik dengan lipstik, bedak, eye shadow, dan lain sebagainya dipandang merupakan tindakan tabarruj. Pasalnya, semua tindakan ini ditujukan untuk menampakkan kecantikan dirinya, kepada orang yang bukan mahram.

E. Menghilangkan Tahi Lalat dan Meratakan Gigi

Wanita dan laki-laki juga dilarang menghilangkan tahi lalat dan meratakan giginya agar kelihatan lebih cantik. Dari Ibnu Umar ra diriwayatkan, bahwasanya Rasulullah saw mengutuk orang yang menyambung rambut dan orang yang disambung rambutnya, serta orang yang membuat tahi lalat dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam riwayat lain dituturkan, bahwa Ibnu Mas’ud ra berkata;“Allah melaknat orang yang membuat tahi lalat, dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat, orang yang menukur keningnya, dan orang yang memangur giginya (meratakan gigi dengan alat) dengan maksud untuk memperindah dengan mengubah ciptaan Allah”. Kemudian Ummu Ya’qub menegurnya,”Apa ini?” Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mengapa saya tidak mengutuk orang yang dikutuk oleh Rasulullah saw; sedangkan di dalam kitab Allah, Allah swt berfirman, “Apapun yang disampaikan oleh Rasul kepadamu, laksanakanlah dan apa pun yang dilarangnya maka jauhilah”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Sesungguhnya, perbuatan-perbuatan yang termasuk kategori tabarruj masih banyak, tidak hanya perbuatan-perbuatan yang telah dijelaskan di atas. Masih banyak perbuatan-perbuatan lain yang termasuk tabarruj.

Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.

Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka? Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika  ingin menjadi penduduk surga.Rasulullah bersabda:

عَنْ عَبدُالرَّحْمَن بن العوفاَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَاِذَا صَلَّتِ الْمِرَأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَاوَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَاطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيْلَ لَهَاأُدْ خُلِى الْجَنَّةَ مِنْ اَيِّ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْت

ِDari Abdurrahman bin Auf r.a.bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jika perempuan mengerjakan solat yang lima ,puasa Ramadhannya , memelihara kehormatannyadan taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanyamasuklah ke dalam syurga dari pintu yang mana saja engkau suka.

Mengacu dari hadist di atas, wanita mudah masuk surga jika melakukan empat hal:

1. Menegakkan sholat dengan lebih khusu memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. 

Ada sebuah kisah dari Imam adz-Dzahabi mengenai wanita yang meremehkan shalat, seorang dari kalangan salaf turut menguburkan saudara perempuannya yang meninggal. Tapi ia sadari sebuah kantong berisi harta yang ia bawa jatuh dan turut terkubur. Ia baru menyadari setelah sampai dirumah.Maka dengan terpaksa ia kembali kekuburan saudarinya, dan membongkar kuburannya untuk menemukan hartanya yang jatuh tadi. Namun ia sangat terkejut saat ia coba membongkar makam, terlihat api yang menyala-nyala dari dalam makam. Serta merta ia kembalikan lagi tanah galian, dan pulang sambil meneteskan air mata, ia bertanya kepada ibunya, ibunya lalu  bercerita semasa masih hidup saudarinya tadi suka melalaikan shalat.

2. Melaksanakan puasa wajib dan membiasakan diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. 

3. Menjaga kemaluannya agar tidak terjerumus dalam perzinahan

4. Taat kepada suaminya dan menghiasi diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami.Seorang istri juga harus berusaha untuk meraih ridho suaminya karena disitulah kunci surga sebagaiman yang disabdakan oleh Rasulullah:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّة

َ“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; hasan menurut Tirmidzi).

Syaikh Prof. Dr. M. Mutawalli Asy Sya’rawi memberikan nasehat: Wanita, jika tidak ingin menjadi penghuni neraka, maka hendaklah ia mengingat kebaikan-kebaikan suaminya yang banyak, ketika suatu saat ia mendapatkan perlakuan tidak baik dari suaminya. Ia ridha dengan kesalahan suaminya tersebut, tetap bahagia dan tidak mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya. Jika bisa bersikap demikian, maka dia insya Allah akan menjadi penghuni surga.

Diriwayatkan dari Anas bin Malikradhiyallaahu ‘anhudari Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallambeliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَاأَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Merekamenjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu,mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”(HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir)

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah begitu mudahnya wanita masuk neraka jika dia suka mengumbar aurotnya,mengundang syahwat atau durhaka kepada suaminya namun sebaliknya wanita juga mudah sekali dapat masuk surga dengan menjaga kemuliaan dirinya, taat kepada suami.

Neraka akan terbuka lebar bagi laki-laki atau perempuan yang tidak mau mengikuti aturan syari’at dan surgapun terbuka lebar bagi laki-laki atau perempuan yang mau  patuh dan tunduk kepada aturan syari’at.

Wallahu A’lam bisshowab.

Oleh : Ahmad Dimyati.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News