Top News :
Home » » Bentuk Kecintaan Sahabat Sawad bin Ghaziyyah Radhiyallohu 'Anhu Kepada Rasulullah

Bentuk Kecintaan Sahabat Sawad bin Ghaziyyah Radhiyallohu 'Anhu Kepada Rasulullah

Posted on Tuesday, 1 December 2015 | garis 14:32


Muslimedianews ~ Pada suatu hari Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam mengatur barisan para Sahabat pada Perang Badar. Tangan beliau memegang tongkat untuk mengatur barisan, hingga beliau melewati Sawad bin Ghaziyyah Radhiyallohu 'Anhu, yang agak maju ke muka dalam barisannya. Lalu Rasulullah menonjok perutnya dengan tongkat seraya berkata, "Wahai Sawad, luruskanlah shafmu dalam barisan".

Sawad menjawab, "Wahai Rasulullah, engkau menyakiti aku dengan tongkat itu. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutusmu dengan hak, maka berilah aku kesempatan untuk membalas kepadamu".

Kemudian Rasulullah membuka perutnya lalu berkata, "Sawad, balaslah segera".

Bukannya membalas memukul, Sawad malah merangkul dan menciumi perut beliau yang mulia. Maka Rasulullah berkata, "Wahai Sawad, apa yang mendorongmu berbuat begini?".

Sawad pun menjawab, "Wahai Rasulullah, sebagaimana engkau ketahui bahaya perang akan datang dan aku barangkali tidak luput dari mati, maka inginlah aku pada akhir pertemuanku denganmu, kulitku bisa menyentuh kulitmu".

Mendengar jawaban Sawad itu, Rasulullah lalu mendoakan yang baik untuknya.

Lihatlah bagaimana kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, yang dalam keadaan perang pun, bahkan bahaya mati akan menimpanya dalam medan perang, yang terpikirkan adalah Rasulullah. Mungkin bagi saudara-saudara kita dari fahaman minoritas Wahabi bukan Salaf, perbuatan seperti yang dilakukan Sahabat Nabi ini akan dianggap sebagai perbuatan Ghuluw berlebih-lebihan, Syirik, dan sesat masuk neraka, padahal tidak sama sekali. Mereka para pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi ini sampai-sampai melarang mencium tangan Rasulullah karena dianggap tidak ada satu pun Sahabat yang melakukannya. Anehnya, kalau mencium istri dan anaknya boleh dilakukan dan tidak syirik. Bagaimana mungkin rasa kecintaan umat kepada Rasulullah dianggap sebagai ghuluw dan syirik?


Sumber: Ngaji Yuk!



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News