Top News :
Home » , » Cara Rasulullah Mengajarkan Islam (Bagian 2)

Cara Rasulullah Mengajarkan Islam (Bagian 2)

Posted on Thursday, 24 December 2015 | garis 16:12


Muslimedianews ~ Rasulullah adalah da’i pertama dalam Islam. Banyak kisah menarik sepanjang sepak terjang beliau saat berdakwah yang patut dijadikan contoh

Cara rasul mengajarkan Islam dengan santun dan lembut ini dilanjutkan ketika beliau hijrah di Madinah. Baru di kota inilah Islam disambut dengan suka cita oleh penduduk di sana. Tak lama kemudian, Islam pun menjadi menjadi agama mayoritas dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. 

Saat kondisi tidak lagi tertindas dan menjadi minoritas lagi seperti sebelumnya di kota Mekah, ternyata Nabi Muhammad tetap menggunakan jalur yang sama dalam berdakwah. Ia mengajarkan Islam penuh dengan kehangatan, bahkan dalam memberi sanksi.  

Abi Hurairah, seorang sahabat yang menjadi perawi terbanyak dari hadits Nabi pernah bercerita. Suatu ketika ada seseorang yang mendatangi Rasulullah. Ia hendak mengadu, mengaku salah. 

“Sunggu celaka saya, ya Rasulullah,” kata lelaki itu mengiba.

"Apa yang membuatmu celaka?“ tegur Rasul. 

“Saya berhubungan seksual dengan isteriku di bulan Ramadhan,” akunya dengan suara lirih. 

Hubungan seksual di siang hari bulan Ramadhan memang dilarang dan membatalkan puasa. Untuk pelanggaran ini ada sanksi tersendiri.

Nabi bertanya, ”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak?” tanya Rasul. Memerdekakan budak adalah pilihan sanksi pertama. 

“Saya tidak punya.” 

“Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturut-turut?” tanya Rasul lagi. Kalau tidak mampu memerdekakan budak, maka bisa dengan puasa 2 bulan berturut-turut sebagai pilihan kedua. 

”Tidak.” 

“Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin?“ kata Rasul. Ini adalah pilihan sanksi terakhir.

“Tidak.”

Mendengar jawaban ini Rasul tersenyum. Beliau lalu bangkit dari tempat duduk dan masuk ke dalam.  
Ketika keluar di tangan Rasul sudah terdapat sekeranjang kurma yang sudah matang. “Ambillah kurma ini untuk kamu sedekahkan pada fakir miskin di dekat rumahmu.” 

Nabi mengangsurkan keranjang kepada lelaki itu. Lelaki itu malah bingung mendengar perintah Rasul. 

“Adakah orang yang lebih miskin dariku?” 

“Tidak ada orang yang lebih membutuhkan di Barat atau Timur (kampungku) kecuali saya,” katanya polos. 

Rasul langsung tertawa hingga terlihat giginya mendengar perkataan lelaki itu.

Rasul akhirnya bersabda, ”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.”

Lelaki itu terkejut. Ia tak menyangka akan titah Rasul yang terakhir ini. Mulutnya pun terkunci, tak tahu harus berkata apa. 



Sumber: Majalah Syir’ah Edisi 59, ditulis oleh Fathuri SR.



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News