Top News :
Home » , » Jelang Natal dan Tahun Baru, Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris Terkait ISIS dan JI

Jelang Natal dan Tahun Baru, Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris Terkait ISIS dan JI

Posted on Monday, 21 December 2015 | garis 16:43


Jakarta, Muslimedianews ~ Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan terduga teroris yang berencana akan beraksi pada malam Natal dan pergantian tahun baru 2016. Para terduga teroris itu ditangkap di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, dari keterangan sementara yang dikumpulkan petugas, para terduga teroris yang ditangkap merupakan eks kelompok Jamaah Islamiyah. Polri juga menduga bahwa mereka memiliki korelasi dengan ISIS.

"Sementara untuk menentukan apakah mereka akan diproses lebih lanjut atau justru dilepaskan, mereka akan diperiksa selama 7 x 24 jam," kata Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (21/12/2015).

Dari hasil penangkapan, petugas tak hanya mengamankan para terduga teroris, tetapi juga sejumlah bahan peledak yang belum dirakit. Dugaan sementara, para terduga teroris itu akan melancarkan serangan terhadap sejumlah pihak. Targetnya, mulai dari pejabat kepolisian, anggota dan mantan anggota Densus 88, kantor kepolisian, hingga kelompok Islam tertentu yang dianggap berbeda dengan mereka.

"Tetapi, kita sudah koordinasi dan melakukan langkah antisipasi, terutama serangan terhadap pejabat tinggi negara," kata dia.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya belum menerima target spesifik atas serangan yang akan dilakukan kelompok teroris. Dia juga belum menjelaskan apakah orang asing juga menjadi target serangan.

"Tetapi, tetap hal itu kita waspadai," ujarnya.

Rencanakan Serangan Besar-besaran di Bulan Desember

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut sembilan orang terduga teroris itu berniat melakukan serangan besar-besaran Desember ini.

"Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah)," kata Anton, Senin (21/12/2015).

Anton tidak menjelaskan kelompok radikal lain apa yang dia maksud. Namun, informasi yang dihimpun menyebut sasarannya adalah kelompok Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru.

Dia mengatakan para teroris sudah menarget beberapa kota besar di Indonesia. Tanpa merinci, Anton mengatakan kota incaran itu adalah dua kota di Jawa, satu kota di Sumatera dan satu kota di Kalimantan. Selain itu, kata Anton, para teroris juga berniat mengincar kantor polisi, tempat ibadah, pejabat Detasemen Khusus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan pemerintah.

Sementara itu, menurut Anton, teroris yang ditangkap di Jawa Timur bukan kelompok ISIS seperti yang ditangkap di tempat lainnya. Menurutnya, mereka tergabung dengan jaringan yang lebih dulu ada di Indonesia, Jamaah Islamiyah.

Serangan besar-besaran ini, kata Anton, dilakukan untuk menarik perhatian dunia internasional. “Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia.”

Lima teroris yang diduga terkait dengan ISIS di antaranya adalah Riswandi dan Yudinon Syahputra yang ditangkap di Majenang; Zaenal dan Asep Urip yang ditangkap di Tasikmalaya; dan Abu Jundi alias Abdul Karim yang ditangkap di Sukoharjo.

Sedangkan kelompok teroris yang ditangkap terkait jaringan Jamaah Islamiah di antaranya adalah M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Di Kotabaru, Driyorejo, Gresik petugas juga menangkap Joko Ardiyanto yang merupakan buron terkait jaringan tersebut.

"Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga 1," kata Anton. Ketika ditanyai mengapa ancaman meningkat pada akhir tahun, Anton tidak bisa menjelaskan.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya kelompok teroris lain yang masih belum tertangkap. Namun, dia meminta masyarakat tenang karena Polri sudah melakukan pengawasan dan akan langsung menindak setiap indikasi teror. (berbagai sumber)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News