Top News :
Home » , , , » Pertama Dalam Sejarah, Salma binti Hizab Al Oteibi Jadi Perempuan Pertama Anggota DPR di Arab Saudi

Pertama Dalam Sejarah, Salma binti Hizab Al Oteibi Jadi Perempuan Pertama Anggota DPR di Arab Saudi

Posted on Monday, 14 December 2015 | garis 16:18


Riyadh, Muslimedianews ~ Seorang perempuan Arab Saudi merebut kursi dewan perwakilan rakyat kota dalam pemilihan umum pertama di negara tersebut, yang memberikan kesempatan kepada wanita untuk mendapatkan hak pilih dan mencalonkan diri, kata pejabat setempat, Minggu (13/12/2015).

Salma binti Hizab Al Oteibi terpilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah Madrakah di Mekah, kata kantor berita resmi Arab Saudi SPA mengutip ketua komisi pemilihan Osama Al Bar. Perempuan tersebut bersaing dengan tujuh pria dan dua wanita, katanya.

Saudi memiliki sistem pemerintahan kerajaan mutlak dengan pembatasan aturan terketat di dunia terhadap perempuan, termasuk larangan mengemudi. Saudi adalah negara terakhir hanya mengizinkan kaum pria memberikan hak suara dan tempat pemungutan suara dipisahkan untuk perempuan dan pria pemilih selama pemilihan umum pada Sabtu (12/12/2015).

Di antara 6.440 calon, 900 lebih dari kalangan perempuan, mengatasi hambatan besar untuk berpartisipasi dalam pemilu. Calon perempuan tidak bisa bertemu langsung dengan pria pemilih selama kampanye. Sejumlah pemilih perempuan menganggap pendaftaran terhambat beberapa unsur, termasuk birokrasi dan sarana pengangkutan.

Alhasil, perempuan yang terhitung kurang dari 10 persen terdaftar sebagai pemilih dan hanya beberapa kandidat perempuan berharap terpilih.

Menurut data komisi pemilihan umum, hampir 1,5 juta orang berusia 18 tahun lebih terdaftar memiliki hak suara. Angka itu sudah termasuk 119.000 perempuan dari total penduduk Saudi yang hampir mencapai 21 jiwa.

Beberapa kandidat perempuan menggunakan media sosial untuk membantu menyampaikan program, namun yang lain, termasuk perempuan pegiat hak asasi, mengatakan didiskualifikasi dalam melakukan kampanye.

Saudi sebagai negara kaya minyak menawarkan infrastruktur modern di jalan raya, gedung pencakar langit, dan lebih banyak lagi mal perbelanjaan. Namun, kaum perempuan masih mnenghadapi beberapa pembatasan. Mereka mengajukan izin kepada pria anggota keluarganya untuk bepergian, bekerja, atau menikah.

Pemerintahan di bawah Raja Salman dari keluarga Al Saud, Saudi tidak pernah menyelenggarakan pemilihan legislatif dan mendapatkan pengawasan ketat dari Barat atas catatan hak asasi manusianya. Perubahan secara berangsung-angsur terjadi, hak-hak perempuan mulai di bawah pendahulu Salman Abdullah diumumkan empat tahun lalu bahwa perempuan bisa mengikuti pemilihan umum pada tahun ini.

Sebanyak 20 Perempuan Arab Saudi Raih Kursi DPR

Total keseluruhan ada 20 perempuan Arab Saudi yang berhasil meraih kursi parlemen dalam pemilu yang berlangsung Sabtu 12 Desember kemarin. Pemilu tersebut mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya perempuan dapat berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya dan berhak dipilih.

Jumlah 20 kursi tersebut hanya 1 persen dari total 2.100 kursi yang diperebutkan oleh sekira 7.000 kandidat dengan 979 di antaranya perempuan. Meski begitu, kemenangan para perempuan itu dinyatakan sebagai langkah maju bagi Arab Saudi, sebab sebelumnya perempuan sama sekali tidak dapat berpartisipasi.

Sebagaimana diberitakan ABC News, Senin (14/12/2015), dari 20 kursi, empat di antaranya diraih kandidat dari ibu kota Riyadh. Sementara dari provinsi bagian timur yang didominasi penganut Syiah, dua perempuan berhasil mendapatkan kursi. Hal itu dikonfirmasi oleh atase pers Komisi Pemilihan Umum Arab Saudi, Hamad al Omar.

Beberapa kota seperti Jeddah, Qassim, Tabuk, dan Al Ahsa juga diwakili dua perempuan di parlemen. Sedangkan Makkah, Madinah, Al Jawf, Hail, Jizan, dan Asir masing-masing diwakili oleh satu kandidat.

Mayoritas kandidat perempuan mengampanyekan hal yang sama. Mereka berjanji memperjuangkan waktu yang lebih lama bagi wanita karier untuk mengasuh anaknya di tempat pengasuhan anak, pembangunan pusat kreatif anak muda dengan fasilitas olahraga dan aktivitas kebudayaan, perbaikan jalan, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta kota yang lebih ramah lingkungan. (berbagai sumber)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News