BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, December 20, 2015

Rais ‘Aam PBNU Bantah Keluarkan Fatwa Haram Ucapan Selamat Natal

Jakarta, Muslimedianews ~ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan sebaran tidak bertanggung jawab yang menyebut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin melarang muslim mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristen. PBNU mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh hasutan yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.

“Saya baru saja telpon Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin. Kiai menyatakan, ‘tidak pernah mengatakan larangan antarumat beragama memberikan pernyataan selamat atas perayaan hari besar antaragama,’” kata Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini di Jakarta, Kamis (17/12/2015) sore.

Ucapan Selamat Idul Fitri oleh umat Kristen atau ucapan Selamat Hari Natal oleh umat Islam adalah bagian dari toleransi. Tindakan saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa mengganggu kepercayaan dan keyakinan masing-masing ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Demikian juga ucapan selamat yang ditujukan pada Hari Besar Umat Hindu, Budha, dan umat lainnya.

“Islam mengajarkan nilai toleransi dan moderat seperti tawassuth, tasamuh, tawazun agar terbangun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyah) yang melahirkan sebuah harmoni kehidupan,” kata Helmy.

Ia berharap klarifikasi ini menjernihkan masalah dan menjelaskan duduk informasi yang beredar di luar.

Kami, kata Helmy, meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pihak-pihak yang menebarkan fitnah dan adu domba yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa.


Isi Fitnah Terhadap KH Ma'ruf Amin

Fitnah dan adu domba ini salah satunya disebarluaskan oleh website yang menyebut dirinya paling lurus "NU Garis Lurus" dengan judul: [SEBARKAN FATWA] Rais ‘Amm PBNU KH. Makruf Amin: Perayaan Natal Dan Ucapan Selamat Natal HARAM. Dalam website tersebut dikatakan KH Makruf Amin telah mengeluarkan Fatwa Haram ikut perayaan natalan dan mengucapkan selamat natal. Berikut fatwa yang katanya dikeluarkan oleh Ketua Umum MUI Pusat ini, sebagaimana termuat dalam website tersebut:
“Umat Islam haram mengikuti perayaan Natalan bersama, Karena mengandung unsur ibadah, Sehingga akan merusak aqidah dan keimanan umat Islam.

Bahkan ucapan Selamat Hari Natal, jangan sampai diucapkan oleh umat Islam.

Adapun yang diperbolehkan adalah ucapan Selamat Tahun Baru dan itu saja masih diperselisihkan (boleh dan tidaknya). 

Tentu kita harus jaga toleransi tapi tentu ada fatwa MUI melarang untuk mengikuti ritualnya, Karena itu ibadah.”

Rais ‘Amm Pengurus Besar NU Dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH. Makruf Amin Hafidhahullahu Ta’ala.



« PREV
NEXT »

No comments