Top News :
Home » , » Tepis Fitnah, Mufti Suriah Adalah Ahlussunnah Bukan Syiah

Tepis Fitnah, Mufti Suriah Adalah Ahlussunnah Bukan Syiah

Posted on Thursday, 3 December 2015 | garis 16:56

Aceh, Muslimediannews ~ Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar Mufti Suriah yang diundang mengisi acara HUDA beberapa hari lalu. Pertanyaan itu pada awalnya saya tidak terlalu respon. 

Namun, tadi malam Tgk Tgk H. Tu Bulqaini menelpon saya agar membantu memberi klarifikasi tentang hal ini agar tidak membingungkan ummat oleh isu-isu seolah ulama Aceh telah mengundang ulama Syi'ah ke Aceh. Klarifikasi ini menurut Tgk Bulqaini diperlukan agar tidak semakin merajalelanya fitnah serta agar isu ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan siapapun.

Saya diminta bantuan karena sejak awal telah membantu beberapa siaran pers Huda dan juga membantu koneksi dan kerjasama Huda dengan Pesantren Sulaimaniyah Turki di Aceh yang berakhir dengan MoU kerjasama pengiriman santri rekom Huda ke Pesantren Sulaimaniyah.

Dan, pagi ini saya coba tulis klarifikasi ini sebagai bentuk khidmah saya kepada ulama-ulama di Aceh yang telah membimbing saya sejak saya lahir dan masyarakat Aceh umumnya, karena sejauh pengetahuan saya ulama-ulama di Aceh sangat tawasuth dalam menjelaskan Islam kepada ummat. Tawasuth, tidak ekstrim dan tdk bablas, merupakan model berfikir yang paling sesuai dengan nurani saya. 

Tawasuth itu tidak radikal (seperti sebagian kelompok yang cepat sekali mengkafirkan dan atau membid'ahkan padahal di sana masih khilafiyah Fiqh). Tawasuth ulama Aceh juga krn tidak bablas (seperti sebagian kelompok yang memusuhi sahabat Nabi yang mulia, terjerumus dalam khurafat, syirik dan liberal/ sekuler). Bahkan, Tu Bulqaini jelas menyatakan posisi beliau yang anti Syi'ah dan Wahabi.

Saya diminta bantuan memberi penjelasan oleh karena saya pada awalnya juga telah diminta bantu untuk meringkas materi, termasuk untuk rilis ke media. Dan memang, hampir semua materi Mufti Suriah saya catat dan saya ringkas dimana 90 persen dari materi itu membicarakan tentang SENI DALAM BERDAKWAH DAN KEBUTUHAN DA'I TERHADAPNYA. Suatu penjelasan yang kemudian saya pribadi menyimpulkan kebutuhan kita semua terhadap Fiqhu Dakwah.

Alhamdulillah, saya mendengar dan memahami apa yang disampaikan Syaikh Adnan meski tanpa penerjemah sehingga memudahkan saya dalam meringkas. Isi ringkasan itu saya tulis sekitar 4 halaman.

Syaikh Adnan Alfayouni, seperti juga ulama lainnya, menunjukkan kapasitas beliau sebagai ulama besar Ahlusunnah dalam paparan materinya. Tawadhuk, rendah hati, hati-hati dalam memberi jawaban sehingga dua di antara beberapa pertanyaan saya tidak beliau jawab oleh karena menurut beliau membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab serta supaya jawaban beliau tidak disalahpahami.

Akhirnya, tibalah waktunya ketika seorang peserta bertanya tentang peta konflik di Suriah, dan juga tentang ISIS. 

Lalu, dengan wajah yang menurut saya sedikit sedih dan muram, beliau menceritakan awal mula konflik Suriah.

Pihaknya di Suriah sama sekali tidak kenal ISIS. ISIS kata beliau sama sekali bukan anak-anak Suriah. Mereka lahir tiba-tiba. Seolah-olah kami ini hilang, tiba-tiba mereka sudah hadir.

“Hakikah, jika kalian ingin kenal dengan ISIS akidah dan syari’ah mereka, maka lihatlah perbuatan mereka dan bandingkan dengan perilaku para generasi salafussaleh yang tentu saja sangat berbeda dengan mereka. Rasululllah bermuamalah sangat baik dengan lawan-lawannya, ya walaupun sudah banyak rasa sakit. Apalagi dengan umat Islam saat ahlu Mekkah saat pembebasan Kota Mekkah, “ tambah Syaikh Adnan Al Fayouni.

Mereka (ISIS ini), kata Syaikh Adnan Al Fayouni, bekerjasama dengan Yahudi dan kaum munafikun. 

"ISIS tidak memerangi Yahudi dan kaum munafik, mereka hanya memerangi umat Islam,“ tambahnya lagi.

Yang kami pahami, kata Syaikh, Islam itu rahmatan lil ‘alamin. Lalu, terkait masalah nama ISIS, memang bahaya sekali karena membawa nama-nama Islam dan Syiria. "Tapi memang tidak ada yang bisa mengatur atau mencegah soal label ini. Kami tidak setuju dengan negara Islam versi ISIS. ISIS hanya buatan Amerika untuk menghancurkan Islam sendiri,” kata Syaikh menjelaskan.

Beginilah sepintas jawaban Syaikh Adnan saat menjawab pertanyaan seorang peserta. Setelah menjawab ini sekilas, lalu beliau memberi penjelasan ke masalah Tariqat Naqsyabandi dimana memang beliau sebagai Mursyidnya. 

Jadi, analisa saya, jawaban beliau sama sekali tidak mengarah kepada pembelaan beliau terhadap rezim Bassar Assad yang telah membantai entah sudah berapa jumlah rakyatnya sendiri, dari anak-anak kecil, sampai ibu-ibu lemah dan orang tua renta.

Na'uzubillah ya, semoga kita tidak menyelewengkan penjelasan beliau untuk menipu ummat bahwa seolah Syaikh Adnan pro Assad. Cukuplah kisah almarhum Syaikh Ramadhan al-Bouthi menjadi pelajaran bagi kita, bahwa kita tetap harus menghormati ulama di tengah pilihan sulit yang mereka hadapi di negeri yang penuh fitnah seperti Suriah.

Barangkali, Syaikh Adnan Al Fayouni memang dilindungi rezim Bassar Assad sehingga memungkinkan beliau ke luar negeri, dan jika benar seperti ini maka kita seharusnya bersyukur bahwa alhamdulillah masih ada ulama Ahlusunnah yang masih hidup dibiarkan hidup Suriah. Dan memang, menurut Syaikh Adnan, Ahlusunnah wal jama'ah di Suriah sangat kuat. Suatu pernyataan yang menurut saya adalah fakta adanya, sampai kemudian Iran dan Rusia turun ke Suriah mencegah kemenangan pejuang oposisi Ahlusunnah, bukan memerangi ISIS seperti sering kita baca di media massa.

Sangat tidak adil jika kita menyimpulkan bahwa jika anti ISIS berarti Syi'ah, atau sebaliknya, kita sebuat ISIS jika anti Syi'ah. Sesungguhnya masih ada kelompok umat Islam yang posisinya di tengah. Peta konflik Suriah sungguh penuh misteri. Hanya akal yang jernih yang terbimbing dengan cahaya Alquran, hadis, ijma' ulama dan qiyas yang mampu melihat peta pertarungan antara kebenaran dan kebatilan yang sedang berlangsung di Syam. 

Yang jelas, sebagai umat yang Tawasuth (di tengah-tengah), Ahlusunnah wal jama'ah sebagai kelompok mayoritas di dunia akan selalu menjadi lahan empuk sasaran pengaruh kelompok kiri dan kanan. Dan Ahlusunnah paling banyak menjadi korban sehingga sangat dipahami kemunculan kelompok oposisi di Suriah yang anti ISIS dan juga Syi'ah. 

Menurut saya, dalam kondisi seperti ini, zaman yang bertaburan fitnah, hal paling penting yang mesti selalu kita waspadai adalah jangan sampai kita diseret ke terlalu ke kanan, apalagi diseret ke kiri. Ini zaman hura-hura menjelang kemunculan dajjal dimana sungguh sangat menyedot pikiran kita semua dalam membendung berbagai fitnah ini. Saat Dajjal muncul, berbagai alasan canggih dan akademis akan membenarkan ketuhunan Dajjal. Itu sebab, kita diminta untuk berdo’a dari pengaruh Dajjal pada setiap kali kita shalat (yakni do’a setelah Tasyahud akhir, bisa kan?). Bunyinya: 

للَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”

Diceritakan dalam hadis-hadis kuat, bahwa Dajjal akan muncul dari Isfahan, suatu wilayah di Iran saat ini.

Nabi Saw memberi penjelasana soal ini, “Dajjal akan diikuti oleh 70.000 Yahudi dari kota Isfahan (Nan), mereka memakai Al-Tayalisah (penanda di kening agar berwarna hitam)”. (HR. Muslim)

Ibnu Katsir berkata, Dajjal pada mulanya akan muncul dari Isfahan (IRAN) dari sebuah kota Yahudi (Al-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim). Isfahan adalah kota terbesar YAHUDI di Iran dan pusat pembangkit nuklir Iran pada masa kini.

Di balik itu, kita juga akan menghadapi fitnah tanduk setan dari Nejd (wilayah Saudi Arabia). Seperti diceritakan dalam hadis berikut ini: 

“Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari].

Saat munculnya fitnah seperti ini, maka hendaklah kita menjauh. JANGAN MENDEKAT! Marilah mengajari anak-anak kita do’a perlindungan dari fitnah dajjal dan jaringannya.

Dan marilah kita rutinkan membaca 10 ayat awal surat al-Kahfi…

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Wallahu a'lam bishshawab.

Oleh: Teuku Zulkhairi Aceh dalam situs pribadinya teukuzulkhairi.com.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News