Top News :
Home » » Cinta dan Badai Ujian

Cinta dan Badai Ujian

Posted on Friday, 29 January 2016 | garis 16:04

Muslimedianews.com ~ Suatu hari saya pernah membaca salah satu postingan teman di fb. Postingan yang  sangat singkat, padat tetapi penuh makna. Diakhir kalimat beliau menyebutkan; ‘jika anda ingin dicintai, maka bersiaplah untuk diuji’. Saya tidak tengah memikirkan cinta kepada makhluk ciptaanNya, karena saya yakin berbicara tentang cinta pada makhluk tidak akan ada spasinya, saya yakin itu! Akan tetapi  saya ingin menasehati diri saya sendiri tentang sekuat apakah selama ini energi cinta yang terbangun untuk Nya;penguasa Langit dan Bumi.

Apakah kerikil-kerikil tajam yang berubah  menjadi badai  besar nan dahsyat lalu menghantam  kita adalah episode perdana cerita cinta kita padaNya ?Atau inikah yang disebut sebenar-benarnya cinta? Ketika jiwa telah bersiap untuk ‘menikmati ujian’ dan meyakini bahwa jatuh sejatuh-jatuhnya, seperih-perihnya, sesakit-sakitnya, sekemelut-kemelutnya adalah bukti cinta Allah pada kita. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”  (QS Al-Baqarah:214)

Bersiap untuk dicintai adalah  ‘manifestasi kerelaan’ untuk menikmati setiap detik-detik ujian. Ketika sakit, bangkrut, dikhianati, ditipu,diancam,dicibir,miskin dan ujian semisalnya. Bersiap untuk dicintai adalah perjalanan panjang yang pasti akan melelahkan raga, tetapi menyuburkan  nurani. Bersiap untuk dicintai adalah romantika hidup antara kamu dan PenciptaMu. Bersiap untuk dicintai adalah sekelumit pengorbanan sepanjang nafas mengalir. Seperti titah  Rabb Tuhanmu yang disebutkan didalam Alquran dan diceritakan dalam perjalanan hidup para nabi, tentang kecintaan keimanan dan kesabaran mereka yang melangit. Semisal nabi Ayyub a’laihissalam yang mendapatkan ujian kematian anak-anyaknya dan penyakit berat yang dideritanya, Ibrahim a’laihissalam yang dibakar hidup-hidup oleh Namrud, Musa a’laihissalam yang berjuang dengan berat lagi panjang melawan Fir’aun dan kerasnya hati Bani Israil, Nuh a’laihissalam yang harus menahan derita dihina kaumnya bahkan keluarganya, lalu dicap orang gila karena merakit kapal di atas bukit. Dengan kekuasaan Allah, ketegaran nabi Nuh a’laihissalam juga mendatangkan pertolongan dan kehancuran bagi kaumnya, atau Nabi kita Al-Amin shallallahu’alaihi wasallam yang bertubi-tubi diuji oleh Allah dihina,dilempar,diancam, diusir serta berbagai ujian nabi-nabi lainnya.

Barangkali kita tidak akan sekuat atau setangguh mereka para Nabiullah. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang Allah utus dizamannya. Akan tetapi nilai-nilai dari ‘perjalanan   cinta’ mereka itulah yang hari ini menjadi ‘PR besar’ kita menghadapi ujian dan tantangan hidup. Kita bersiap untuk dicintai, maka Allah meminta kita untuk bersiap untuk diuji dengan berbagai kekurangan, kesempitan, kesakitan dan ujian lainnya. Sebagaimana  Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam  pernah ditanya tentang siapakah manusia yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab; “Para nabi, kemudian yang serupa, lalu yang serupa, maka seseorang diuji berdasarkan tingkat dien-nya.” (HR. Tirmidzi). 

Semakin cinta,semakin diuji.

Penulis : Fauziah Ramdani

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News