Top News :
Home » » Dirjen Bimas Islam: Akar Munculnya Gafatar Akibat Kebebasan Berpikir yang Tidak Bertanggungjawab

Dirjen Bimas Islam: Akar Munculnya Gafatar Akibat Kebebasan Berpikir yang Tidak Bertanggungjawab

Posted on Sunday, 17 January 2016 | garis 14:00


Jakarta, Muslimedianews ~ Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, turut bersuara terkait kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebagaimana ramai diberitakan akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan Machasin dalam kesempatan wawancara dengan TVMu, sebuah stasiun TV bernuansa Islami milik Ormas Muhammadiyah, di ruang kerja Dirjen Bimas Islam, Gedung Kementerian Agama lantai 6,  Jakarta, Kamis (14/01/2016).
 
Menurut Machasin, akar dari munculnya kelompok seperti Gafatar adalah akibat dari kebebasan berpikir. Kebebasan berpikir itu sendiri, menurutnya, bukanlah sesuatu yang negatif jika dilakukan secara bertanggungjawab. Tetapi akan menjadi persoalan ketika logika berpikir yang dipandang keluar dari pemahaman mainstream (arus utama) itu kemudian disebarkan kepada orang lain dan menimbulkan kegaduhan.
 
Terkait dengan persepsi aliran sesat yang ramai menjadi perbincangan publik, Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga itu mengatakan bahwa tipologi sesat itu ada tiga.  “Pertama, dianggap sesat karena tidak mengikuti tertib nalar yang benar. Kedua, dianggap sesat karena membahayakan jiwa atau kehidupan seseorang. Ketiga, membahayakan masyarakat atau tatanan yang sudah ada,” terangnya.
 
Saat ditanya bagaimana masyarakat harus bersikap untuk menghindari kelompok-kelompok semacam itu, Machasin berpesan kepada umat Islam yang ingin belajar agama, agar menimba ilmu pada seseorang yang sudah dikenal, atau berafiliasi pada organisasi yang dikenal sehingga tidak memunculkan keraguan.
 
“Ibarat mencari dokter, pilihlah yang memiliki izin praktek. Nah, belajar agama juga demikian, seorang tokoh agama yang yang bergabung kepada Ormas yang dikenal, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan sebagainya insya Allah kita sudah tidak ragu lagi. Tapi kalau belajar agama pada seseroang yang tidak dikenal, maka kita perlu berhati-hati,” pungkasnya. (sigit/bimasislam)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News