BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Thursday, January 28, 2016

Fenomena Kemunculan Salafi dalam Agama Kristen

Arab Saudi, Muslimedianews ~ Selain Wahabi, kemunculan "Salafi" juga ditemukan pada kelompok agama lain. Ternyata, fenomena tentang ke-salafi-an bukan hanya ada di komunitas Islam, tetapi juga (ada) di kalangan Kristen. Sewaktu 2 tahun tinggal di Virginia, USA, dulu saya berkesempatan menelusuri jejak-jejak "Kristen salafi" ini. Di antara mereka ada yang menamakan diri Amish, Old Order Mennonite, dan Hutterites- semua dari rumpun teologi Anabaptis. Kelompok ini sangat ketat dalam mentaati dan mencontoh aturan, perilaku, dan adat-kebiasaan serta menjauhi hal-ikhwal yang tidak pernah dilakukan oleh pendiri agama mereka (Yesus Kristus) dan generasi Kristen awal ("salafus shalih").

Itulah sebabnya kenapa kaum laki-laki dewasa dari kelompok ini berjenggot lebat karena mereka menganggapnya sebagai "sunah rasul". Kaum perempuan juga memakai pakaian sederhana (bentuk & warnanya) dan kerudung dan tanpa makeup. Mereka juga tidak mau menggunakan listrik & aneka teknologi modern. Mereka enggan memiliki mobil karena memiliki semua itu dianggap "bid'ah" karena Yesus tidak pernah memiliki mobil & menggunakan teknologi modern. Kendaraan mereka adalah delman. Mereka tinggal di daerah-daerah terpencil yang jauh dari hingar-bingar perkotaan. Semua keperluan hidup dihasilkan dari bercocok tanam di lahan pertanian yang luas. Meski memasak dengan peralatan ala kadarnya, masakan mereka terkenal lezat. Beberapa kali saya berkunjung ke rumah (baik di Virginia maupun di Pennsylvania) & menikmati masakan mereka yang "mak nyuss."

Yang menarik adalah kelompok "Kristen Salafi" ini tidak pernah menyuruh-nyuruh umat Kristen lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan apalagi menganggap atau menuduh umat Kristen lain yang tdk seperti mereka sebagai sesat bin kafir. Kesalafian yang mereka praktekkan adalah untuk diri mereka sendiri dengan tetap menghormati dan terbuka terhadap jenis-jenis kekristenan lain. Karena itu saya menyebut kelompok ini sebagai "konservatif-inklusif". Dan yang paling fenomenal dari kelompok ini adalah tentang keyakinan teologis & praktek perdamaian (pacifism) yang mereka lakukan, karena berbuat kekerasan bagi mereka adalah menyalahi ajaran-ajaran Yesus. Karena militansi mereka dalam hal spirit perdamaian inilah, kelompok ini, bersama Quakers dan Church of the Brethren, disebut sebagai "Historic Peace Churches."

Kalau sudah begini kira-kira apa perpedaan dan persamaan antara "Kristen Salafi" dengan "Muslim Salafi" (yang sekarang lebih dikenal sebagai Wahabi Salafi atau pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi)?





Oleh: Sumanto Al-Qurtuby, profesor di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, dalam akun Facebooknya tertanggal 19 September 2015 dan 26 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments