Top News :
Home » , , , , , » Grand Mufti Arab Saudi Keluarkan Fatwa Haram Permainan Catur

Grand Mufti Arab Saudi Keluarkan Fatwa Haram Permainan Catur

Posted on Sunday, 24 January 2016 | garis 11:51


Makkah, Muslimedianews ~ Heboh, Grand Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Syaikh menyampaikan fatwa haram permainan catur dan melarang umat Islam melakukannya. Menurut ulama keturunan pendiri sekte Wahabi Salafi ini, catur berpotensi menyebabkan permusuhan dan kebencian dan dan menjadi sarana untuk menghambur-hamburkan uang, dan hal itu dilarang di Al-Quran.

"Bermainan catur membuang-buang waktu, dan memungkinkan orang untuk menghambur-hamburkan uang. Hal ini menyebabkan permusuhan dan kebencian di antara masyarakat," katanya, menjawab salah satu pertanyaan yang diajukan warga dalam siaran televisinya, dikutip dari The Independent, Kamis (21/1/2016).

Ulama Wahabi itu membandingkan permainan catur dengan permainan warga Arab sebelum kedatangan Islam, yang disebut "maisir," yang mengandung unsur perjudian dan dilarang dalam al-Quran.

Dikutip dari middleeasteye.net, fatwa haram bermain catur yang dikeluarkan ulama Wahabi Salafi ini ramai dibicarakan setelah beredar video rekaman pernyataan Abdul Aziz bin Abdullah al-Syaikh yang beredar di media sosial, Kamis (21/1/2016) lalu. Meskipun diberitakan oleh sejumlah media di Arab pada hari Kamis, namun didudga video tersebut direkam pada 2014.

Abdullah dianggap sebagai tokoh agamawan Wahabi Salafi yang paling kuat di Arab Saudi dan selalu menjawab pertanyaan pemirsa selama acara televisi mingguannya, bernama With His Eminence the Mufti. Gelar al-Syaikh yang disandangnya adalah gelar bagi ulama-ulama yang berasal dari keluarga atau keturunan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi, pendiri Wahabi Salafi, yang disabdakan Nabi SAW kemunculannya sebagai tanduk syetan dari Najed.

Meski Grand Mufti Wahabi Salafi ini menyatakan keharaman permainan catur, pemimpin komite hukum Asosiasi Catur Saudi, Musa Bin Thaily, pada Jumat (22/1/2016) menyatakan turnamen catur yang direncanakan digelar di Makkah dalam beberapa hari mendatang akan tetap berlangsung. Thaily menilai fatwa itu tidak relevan dengan menunjukkan sebuah rekaman video YouTube yang merujuk ke fatwa sebelumnya, yang melarang permainan catur jika digunakan untuk berjudi dan mengganggu kewajiban beribadah. 

"Banyak hal yang dinyatakan ilegal dan dilarang secara agama di #Saudi," tulis Thaily di akun Twitter miliknya, sembari menunjukkan foto para pejabat Uni Emirat Arab di sejumlah acara yang digelar oleh Asosiasi Catur Saudi.

"Asosiasi Catur Saudi berupaya menjadikan catur populer dan akan terus mengadakan acara di mana pun, kecuali jika dilarang," kata Thaily. 

Dia mencatat bahwa banyak larangan agama yang tidak ditegakkan di Saudi, sembari menambahkan bahwa "masyarakat melarang festival musik publik secara agama, tapi festival itu digelar di mana-mana," ujarnya. 

Meski demikian, Thaily mengaku khawatir fatwa tersebut memberi kesepatan bagi otoritas Saudi "untuk menjadikannya sebagai alasan" untuk membatalkan turnamen catur.

Akibat pernyataanya tersebut, Thaily justru mendapat kecaman dari para pengikuti Abdul Aziz bin Abdullah. Para penganut fanatik fahaman baru Wahabi Salafi sependapat dengan Abdul Aziz bin Abdullah dan setuju dengan fatwa itu.

Perlu diketahui, bukan kali ini saja catur dinyatakan haram. Sebelumnya, tokoh keagamaan Syiah di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, juga mengeluarkan fatwa yang menyatakan catur dilarang "dalam segala situasi", termasuk permainan catur di dalam komputer yang tidak ada disertai dengan pertaruhan uang. 

Sama halnya dengan Arab Saudi dan Irak, pemimpin tertinggi Syiah Iran pun sempat melarang permainan catur di depan umum, dan menyatakan permainan itu haram setelah terjadi Revolusi Islam pada 1979. Namun, pemimpin Syiah Ayatollah Khomeini kemudian mencabut larangan tersebut, sembilan tahun kemudian. Selain Wahabi Saudi, Syiah Irak dan Syiah Iran, permainan catur juga dilarang oleh kelompok militan Wahabi Salafi Taliban di Afghanistan.

Alhasil, fatwa kontroversial mufti tertinggi Arab Saudi ini pun hanya akan dianggap angin lalu dan tidak dipedulikan warganya. Turnamen catur akan tetap digelar di Makkah. Sebelumnya, sejumlah ulama Arab Saudi pernah mengeluarkan beberapa fatwa seperti melarang prasmanan, Pokemon, dan permainan membangun manusia salju. 

Untuk para pengikut faham Wahabi Salafi dan Syiah ada baiknya tidak melakukan permainan catur karena sudah dihukumi haram. Toh, Nabi SAW dan para Sahabat juga tidak bermain catur dan tidak ada dalilnya dalam Quran dan Sunnah.... (berbagai sumber)








Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News