Top News :
Home » » Islam Haramkan Konsumsi Darah, Ini Fakta Ilmiah Bahaya Memakannya

Islam Haramkan Konsumsi Darah, Ini Fakta Ilmiah Bahaya Memakannya

Posted on Friday, 22 January 2016 | garis 11:05

Foto; Sate Saren/ Marus/ Dideh pelengkap soto, yang berasal dari darah ayam segar. Di Madiun dikenal dengan istilah Tahu Arab.

Jakarta, Muslimedianews ~ Hukum Islam dapat dipahami  muslim secara rasional, terperinci dan menyeluruhdalam hukum-hukum yang bersifat kepatuhan (ta’abbudi). Hukum-hukum Islam yang ditetapkan Allah Swt bagi hambaNya mengandung rahasia-rahasia Sang Pencipta untukkebaikan kehidupan manusia didunia dan akhirat.

Kepatuhan dalam melaksanakan hukum Islam sebagaimana diatas, seharusnya menjiwai setiap tingkah laku kita dalam mengisi kesempatan hidup yang Allah Swt berikan. Tetapi tetap saja perilaku manusia sangat beragam dalam menyikapai perintah dan larangan Allah Swt.

Fenomena yang berbanding terbalik dari kepatuhan hamba kepada Sang pencipta sering kali terjadi dan seakan dianggap hal yang biasa. Meskipun kemudaratan dari apa yang dilakukan sudah jelas dan nyata adanya. Tetapi masih saja kebanggaan dan prestise terhadap ketidakpatuhan itu semakin menjadi-jadi. Sebagaimana berkembangnya pada kalangan tertentu kebiasaanmengonsumsi yang tak biasa atau yang sering disebut penikmatnya dengan  makanan ekstrim , seperti mengonsumsi darah.

Darah hewan mereka konsumsi dengan cara langsung diminum atau diolah untuk menjadi marus, sosis, tepung dan lain sebagainya. Atau darah hewan dijadikan sebagai minuman rutin untuk tujuan penambah tenaga atau sebagai obat oleh komunitas tertentu. Bahkan merambah sebagai gaya hidup komunitas yang mengatasnamakan kemajuan dalam pergaulan.  Nauzubillahiminzalik.

Hukum mengonsumsi darah sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah”. 173;  “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah dan daging babi dan (daging)  hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya) bukan karena  menginginkannya  dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dan juga dalam surat al-Maidah ayat 3, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala...”

Dalam hal ini darah adalah bagian dari tubuh hewan yang haram untuk dimakan. Sebagaimana ketentuan penyembelihan secara Islam dimana harus mengalirkan darah hewan keluar tubuh secara cepat. Yaitu dengan  menggunakan pisau tajam dan memotong saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah sehingga darah mengalir deras keluar tubuh dan tidak ada yang terserap kedalam daging.

Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi (kecuali tumbuhan) yang berperan menyampaikan oksigen dan zat-zat yang dibutuhkan jaringan tubuh, membawa bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus atau mikroorganisme lainnya. Dalam hal ini darah berfungsi sebagai sarana transportasi.

Peran utama darah pada hewan adalah membawa oksigen dari paru-paru atau insang ke seluruh tubuh. Dalam  darah terdapat hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen. Hemoglobin adalah senyawa organik yang kompleks mengandung zat besi dan globin. Hemoglobin bergabung dengan oksigen di paru-paru yang kemudian terbentuk oksihemoglobin.

Disamping itu, darah di dalam tubuh juga berfungsi sebagai kendaraan vitamin, hormon, protein, gula, lemak dan zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh. Tetapi darah juga membawa sisa hasil metabolisme yang mengandung racun dan produk limbah seperti urea, asam urat, keratin dan karbon dioksida yang akan dikeluarkan melalui alat pembuangan.

Dengan ini ketika darah telah keluar dari tubuh hewan, artinya darah hewan tersebut akan mudah menjadi media berkembanganyanya virus, bakteri, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Jika darah dikonsumsi maka akan meningkatkan jumlah zat bernahaya didalam tubuh. Zat berbahaya yang terkandung pada tubuh hewan akan menjadi parasit  didalam tubuh orang yang mengonsumsinya. Dengan ini meningkatnya jumlah dan jenis mikroba penyebab penyakit yang semakin bersarang didalam tubuh.

Mikroba tersebut akan mengalir keseluruh tubuh dan bereaksi dengan zat-zat yang ada di dalam tubuh. Sifat darah yang mengandung banyak mineral, sangat memungkinkan terjadinya reaksi kimia berbahaya dalam tubuh. Dimana pada kondisi tubuh seseorang yang mampu memicu terjadinya reaksi pengendapan atau pembekuan dalam aliran darah, akibat masuknya  darah hewan kedalam tubuh manusia, akan menyebabkan terkendalanya transportasi oksigen didalam tubuh. Oleh karena itu hal ini akan memicu kondisi koma, bahkan kematian.

Sesungguhnya Allah SWt sudah sediakan makanan halal di alam ini dengan jenis dan jumlah yang sangat banyak. Sedangkan ketersediaan makanan haram sangatlah sedikit. Seorang muslim haruslah arif menyikapi pengaruh makanan terhadap kualitas ketakwaan kepada Allah Swt.





Oleh: Lady Yulia Pelaksana pada Subdit Produk Halal, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News