Top News :
Home » » Kebebasan Menentukan Masa Depan

Kebebasan Menentukan Masa Depan

Posted on Friday, 29 January 2016 | garis 15:26

Muslimedianews.com ~

Oleh: Putri Amilosa*

Sebagai Khalifah fil ardhi, manusia telah diberikan berbagai keistimewaan dan nikmat yang begitu banyak oleh Allah. Nikmat itu mencangkup bumi dan seluruh isinya. Nikmat ini digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, sumber pangan, ternak dll. Namun tidak sedikit manusia yang malah menyebabkan kerusakan di bumi Allah ini. Allah tidak membatasi makhluknya dalah memilih bagian manakah dari bumiNya yang hendak manusia olah artinya Allah memberikan kebebsan kepada manusia.

“Kalau kamu ke hutan, pakailah baju. Jika tidak, akan digigit nyamuk”. Salah satu wejangan dari seorang kyai besar di jawa Timur.Contoh diatas bisa diartikan bahwa “kamu boleh tidak memakai baju ke hutan, namu nyamuk –nyamuk di hutan pun bebas menggigit kamu”. Maksudnya adalah bahwa tidak ada kebebasan yang mutlak dan tanpa batas. Suatu kebebasan akan dibatasi oleh kebebasan yang lainnya.

Manusia dengan hamparan alam yang luas ini diberikan oleh Allah kesempatan untuk mengelolanya dengan bebas. Ada yang menjadikannya sawah guna bercocok tanam, waduk untuk sumber air, membangun diatasnya masjid untuk beribadah, sekolah sebagai balai pendidikan, rumah sakit untuk menolong yang sakit dll. Ketika manusia tidak menghiraukan atas hak lainnya dan melampaui batasan ini seperti menjarah hutan dengan membakarnya, mengeksploitasi gunung dan tanah secara keblabasan dengan menambang emas yang ada didalamnya hingga merusaknya, maka sesungguhnya balasan Allah itu nyata dan amat pedih disebabkan oleh kerakusan manusia yang tidak mengetahu arti kebebasan sesungguhnya.

Menurut Prof. Al Attas kebebbasan merujuk kepada Ikhtiyar. Didalam kalimat ini terdapat kata Khair yang berarti baik. Baik yaitu mengandung kebaikan, dilakukan dengan cara yang baik dan menghasilkan kebaikan itu sendiri. Dalam kamus bahasa arab bebas berarti al-hur. Didalam dunia arab ada istilah yang sering disandingkan dengan al-hur ini yaitu al-abd atau hamba. Dan ketika hamba ini bebas makas dia akan disebut sebagai manusia yang hur. Manusia yang diberi kebebasan namun dia menggunakannya dengan menggunakan hawa nafsunya saja tanpa menggunakan akal dan din nya, maka dia budak, budak nafsunya sendiri. Asyaddul jihaadi jihaadul hawa wamaa ahsanul mar’u illa attuqaa artinya bahwa jihad yang paling sulit adalah jihad memerangi hawa nafsu dan sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bertakwa.

Manusia yang otak dan hatinya selalu menginginkan harta benda maka dia budak dari harta bendanya, manusia yang selalu memikirkan tentang kecantikannya hingga dia menghabiskan bejuta-juta hanya untuk kebutuhan kosmetiknya maka dia adalah budah dari kecantikannya. Padahal manusia tau bahwa benda dan kecantikan itu tidaklah kekal dan tidak akan pernah menyelamatkan mereka di dunia yang kekal nanti. Sesungguhnya manusia yang bebas adalah manusia yang tidak menghamba kesiapapun dan apapun kecuali Allah sang pencipta. Sehingga ketika seorang manusia bekerja, dia akan bekerja dengan benar, penuh disiplin, prosedur yang benar dan halal sehingga tidak melanggar syariah agama. Artinya adalah bahwasanya kebebasan harus tetap berdasarkan pada kedisiplinan dan penuh tanggung jawab.didalam pondok pesantren misalnya, para santri diberi kebebasan untuk berorganisasi. Contohnya ketika mereka mengadakan rapat organisasi disitulah para anggota bebas untuk mengajukan ide-ide mereka serta mengutarakan pendapat mereka. Didalam bidang club misalnya. Para santri akan diberi kebebasan untuk memilih club apa yang ingin mereka ikuti, sepak bola, basket, volley, futsal, bela diri, kesenian dll. Semua itu dilakukan dan dijalani dengan penuh disiplin, tanggung jawab dan dilakukan dengan prosedur yang baik. Diawasi dan dibimbing oleh para guru dan senior agar menjadikan kegiatan tersebut bermanfaat.

Begitu adanya dengan alumni pondok pesantren yang tidak kemudian dituntut untuk menjadi seorang pemuka agama, kyai dll. Para alumni ini diberikan kebebasan untuk memnentukan masa depan mereka. Maka tidak jarang mereka yang terjun dikancah ekonomi, pendidikan, bahkan politik. Tidak semuanya menjadi pendiri pondok menjadi pedagang, guru, dosen, pejabat juga benar semua. Semua ini bukanlah semata-mata kebebasan sebagai lapangan kehidupan namun lebih bermakna sebagai kebebasan untuk memilih lahan untuk beribadah di jalan allah dengan banyaknya lahan yang telah allah berikan kehadapan Manusia. Dimanapun manusia berpijak, disitu manusia harus menegakkan Islam. Allahu Akbar.

*Putri Amilosa
Pengajar PP Darul Hikmah Kutoarjo Purworejo


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News