Top News :
Home » » Kisah Putri Nasrani Masuk Islam karena Menyaksikan Nabi SAW

Kisah Putri Nasrani Masuk Islam karena Menyaksikan Nabi SAW

Posted on Friday, 29 January 2016 | garis 14:21

Muslimedianews.com ~

Oleh : Moh. Nasirul Haq*

Dua kisah berikut merupakan ini Kisah nyata yang saya dapatkan dari Al Habib Jailani Assyatiri kemarin jam 06.30 tanggal 26-Robiul Awwal 1437 di Rubat Tarim Yaman.

Kisah pertama dari Habib Jailani pada saat maulid di Rubat Tarim.  Beliau berkata : "aku mendapat kisah ini dari Sayyid Muhammad al-Maliki, beliau dari abahnya Sayyid Alwi Al-Maliki, bahwa di Palestina saat Sayyid Alwi menghadiri maulid disana beliau terheran heran karena ada orang yang sejak awal pembacaan maulid dia berdiri". Lantas Sayyid Alwi memanggilnya ; "Duhai tuan apa yang anda lakukan, mengapa anda berdiri sejak awal maulid?". Lalu ia menjawab : "Begini ceritanya duhai Sayyid Alwi, dahulu aku pernah hadir maulid lalu aku berjanji tak akan berdiri saat Mahallul Qiyam sampai akhir maulid, sebab menurutku itu bidah, lalu tiba-tiba disaat mahallul qiyam Rasulullah hadir dan lewat disebelahku lantas beliau berkata: "Kamu tak usah berdiri kamu duduk saja ditempatmu." Aku pun ingin berdiri namun terasa susah untuk berdiri, maka sejak itulah aku sering sakit dan bahkan organ-organku bermasalah sehingga aku bernadzar jikalau Allah menyembuhkan penyakitku maka aku berjanji setiap ada maulid aku akan berdiri dari awal maulid hingga akhir, dan Alhamdulillah dengan izin Allah aku diberikan kesembuhan duhai Sayyid." Sayyid Alwi pun mempersilahkan ia melaksanakan nadzarnya.

Kisah kedua juga diceritakan habib Jailani disaat maulid nabi di Rubat Tarim.  Kisah ini bermula kebiasaan peringatan maulid Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam di Lebanon.  Sebagaimana tradisi yang mereka rayakan secara turun temurun, selalu dimeriahkan dengan menembakan senjata api ke atas untuk menunjukan kegembiraan (hampir mirip dengan tradisi pernikahan di arab pada umumnya). Ketika itu, seorang putri beragama Nasrani bani Ghatas ikut melihat perayaan tersebut, disaat seorang dari mereka melepaskan senjata ternyata peluru yang dilepaskan nyasar ke arah putri tersebut dan menembus tepat dikepalanya. Putri tersebut pun langsung bersimbah darah dan jatuh ketanah, ibunya yang melihat kejadian itu berteriak histeris "binti. . binti... binti (putriku,  putriku,  putriku)".

Maka dengan segera anaknya dilarikan ke rumah sakit Ghasan Hamud, tetapi pihak rumah sakit tak bisa berbuat apa apa sebab pendarahannya parah di otak dan mereka pun menyerah. Mereka menyarankan agar segera dirujuk ke RS. Amerika yang lebih kompeten, tapi ternyata kondisinya sudah sangat parah dan sudah diambang ajal mereka pun tak bisa berbuat banyak.

sementara ibunya Karena panik penuh kecewa dan marah dia menjerit-jerit dan berteriak dan berkata :

يا محمد اين انت يا محمد?? وانت تدعى النبوة? انظر ماذا فعل امتك الى بنتي في يوم احتفال مولدك!!!!
"Di manakah engkau hai Muhammad yang mengaku sebagai Nabi..?!! (tentu teriakan ini bermaksud menghardik beliau) Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku karena merayakan hari kelahiranmu!.”

Dokterpun memastikan bahwa anaknya telah mati dan ketua dokter disana mempersilahkan ibunya untuk melihat terakhir kalinya. Ibu Nasrani itu dengan lemas dan dipapah masuk ke ruangan. Tapi lihatlah apa yang terjadi, ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, ternyata dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur dalam kondisi bugar sambil berteriak :"Ibu , ibu, . ibu...tutuup pintu dan jendela ibu!, jangan biarkan dia boleh keluar!".

Antara percaya dan tidak, si ibu bingung lantas bertanya; "siapa duhai putriku?". Sambil lalu si ibu mendekati anaknya untuk memastikan kondisi anaknya. Allahu Akbar !!! Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal, kondisi anaknya begitu sehat dan bugar serta tidak ada bekas luka tembakan sama sekali dikepalanya, apalagi bercak darah. Lalu ibunya terheran mengapa semua bekas senjata hilang dalam sekejab, iapun bertanya "Putriku, apa yang terjadi?“. Putrinya menjawab sambil tersenyum kegirangan "Ibu, ibu... dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum.“

“Siapa dia sayang...?“
“Muhammad.., Muhammad.., ibu..“ jawab anak itu. "Aku bersaksi duhai Ibu bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah".

Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh Nabi Agung Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam..! Inilah Nabi Muhammad Saw, dia selalu hadir dengan kelembutan dan memberikan cahaya penerang bagi kegelapan dari kekafiran.

Maka ibu, anak dan semua dokter Nasrani yang menyaksikan keajaiban tersebut saat itu juga mengikrarkan syahadat (masuk Islam).   Tak lama kemudian segenap dokter pun berkumpul di rumah sakit menyaksikan kejadian itu, lalu segenap dokter dan ibunya bersyahadat dan memutuskan masuk Islam, bahkan tidak sampai disitu setelah pulang kerumah dan para tetangga yang mengatahui hal ini semuanya bersyahadat dan memustuskan masuk Islam.

Semoga dua kisah ini menjadikan kita untuk selalu mencintai dan meyakini Rasulullah Saw dan merayakan maulidnya.

Oleh-Oleh Dari Ceramah Habib Jailani As-Syatiri di Rubat Tarim
Oleh : Moh. Nasirul Haq (Santri Rubat Syafi'ie Mukalla Yaman, Januari 2016)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News