Top News :
Home » , » Mengawali Tahun 2016 Indonesia Turunkan Harga BBM, Arab Saudi Malah Naik Lebih Dari 50%

Mengawali Tahun 2016 Indonesia Turunkan Harga BBM, Arab Saudi Malah Naik Lebih Dari 50%

Posted on Monday, 4 January 2016 | garis 23:14


Jakarta, Muslimedianews ~ Menyusul keputusan pemerintah menunda pemungutan Dana Ketahanan Energi, Dirut Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto langsung mengumumkan harga baru BBM yang berlaku mulai Selasa (5/1/2016) pukul 00.00 WIB.

“Kami sampaikan sesuai dengan harga keekonomian maka untuk solar, ini akan turun dari Rp 6.700 ke Rp 5.650, kemudian kerosin tetap. Premium non-Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) Rp 7.300 turun ke Rp 6.950, kemudian Premium Jamali dari Rp 7.400 turun ke Rp 7.050,” kata Dwi di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1/2015) petang.  

Kemudian di luar yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan untuk produk-produk yang lain:

·      Pertalite turun Rp350 dari 8.250 ke Rp7.900,

·      Pertamax DKI Jabar turun dari Rp8.650 menjadi Rp8.500,

·      Pertamax Jawa Tengah DIY turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

·      Pertamax Jawa Timur turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

·      Pertamax Plus DKI turun dari Rp9.650 ke Rp9.400,

·      Pertamina Dex DKI turun dari Rp9.850 ke Rp9.600,

·      Solar non-PSO turun dari Rp8.300 ke Rp8.050.

 Kemudian LPG untuk harga produk domestik gas:

·      LPG12 kg rata-rata nasional turun sebesar Rp5.800 per tabung,

·      LPG 12 kg untuk Jabodetabek turun Rp5.600 per tabung,

·      Bright Gas 12 kg turun Rp4.800 per tabung, untuk Jabodetabok turun Rp4.600 per tabung,

·      Bright Gas 5,5 kg untuk Jabodetabek turun Rp4.500 per tabung,

·      Yes Gas 9 kg Jabodetabek turun Rp5.000 per tabung,

·      Yes Gas 12 kg turun Rp6.000 per tabung,

·      Yes Gas 14 kg turun Rp8.000 per tabung,

·      LPG 6 kg rata-rata nasional turun Rp2.000 per tabung.

“Harga adalah harga di tingkat agen sudah termasuk PPN, filling fee, transport fee, dan margin agen,” pungkas Dwi.

Arab Saudi Naikan Harga BBM 50-67 Persen

Berbeda dengan Indonesia, Arab Saudi awal pekan ini justru menaikkan harga BBM seperti bensin, bahkan lebih dari 50% untuk beberapa jenis. Biaya listrik, air, solar, dan minyak tanah juga akan naik namun besarannya belum diumumkan, demikian keputusan  dewan menteri yang dipimpin oleh Raja Salman, seperti dilaporkan kantor berita resmi SPA.

Dewan memutuskan untuk menaikkan harga bensin tanpa timbal 0,90 riyal (0,24 dolar AS)/liter dari 0,60 riyal alias naik 50% dan untuk bensin mutu lebih rendah menjadi 0,75 riyal (0,20 dolar AS)/liter dari 0,45 riyal per liter alias naik 67%.

Harga BBM di Saudi termurah di kawasan Teluk. Harga BBM itu dinaikkan seiring pemotongan subsidi menyusul anggaran belanja Saudi yang memecahkan rekor defisit. Konglomerat minyak nasional Aramco mengatakan di Twitter, pihaknya segera menutup SPBU sampai tengah malam pada Senin sebelum  melanjutkan penjualan di harga yang baru.

Kabinet mengatakan kenaikan itu seiring dengan harga energi internasional. Arab Saudi mengikuti jejak dari tetangganya Uni Emirat Arab, yang menjadi negara Teluk pertama yang meliberalisasi harga BBM awal tahun ini. Kuwait mencabut subsidi solar dan minyak tanah pada awal tahun 2015 dan berencana melakukan pemotongan lainnya awal tahun depan, terutama pada listrik dan bensin. Negara-negara Teluk lainnya sedang mempertimbangkan langkah-langkah serupa.





Sumber: Seskab/ MMN



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News