Top News :
Home » , , » Menjawab GGL: Kesalahan Fatal Ceramah Sang Wali Said Aqil Dalam Seminar Sidogiri

Menjawab GGL: Kesalahan Fatal Ceramah Sang Wali Said Aqil Dalam Seminar Sidogiri

Posted on Thursday, 28 January 2016 | garis 16:29


Pasuruan, Muslimedianews ~ Admin website yang mengatasnamakan NU Garis Lurus (NUGL) tiada henti-hentinya berulah. Kelompok ini selanjutnya kita sebut sebagai Gerombolan Gagal Lurus atau GGL karena memang mereka sejatinya adalah kumpulan gerombolan anak-anak muda yang labil atau bahasa gaulnya ABG Ababil. Lagian, terlalu mulia dan tidak layak nama besar NU disandingkan berjejer dengan para gerombolan ababil tersebut, apalagi mereka memang bukanlah golongan NU, lebih tepatnya Khawarijnya NU. Maka dari itu, mulai detik ini kita sebut saja kelompok itu dengan nama GGL alias Gerombolan Gagal Lurus.

Pada 25 Januari 2016, Gerombolan Gagal Lurus dalam websitenya "mengkritisi" Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Pada tulisan berjudul Kesalahan Fatal Ceramah ‘Sang Wali’ Said Agil Dalam Seminar Sidogiri ini, Admin GGL begitu semangat dan pedenya mencari-cari kesalahan Kiai Said Aqil Siradj.

Alih-alih menyalahkan Professor Bidang Ilmu Tasawuf itu, justru malah semakin menampakan "kebodohan" Gerombolan Gagal Lurus. Sudah suul adab, sok paling keminter dan berilmu.

Mari kita simak jawaban dari salah satu santri Pondok Pesantren Lirboyo yang juga murid dari KH Azizi Hasbullah (PW LBM NU Jawa Timur) berikut ini:

GGL menulis:

1. Salah Sebut Hafalan Syair. Bait syair Banat Su’ad;

إن الرسول لسيف يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ

Yang benar adalah;

إن الرسول لنورٌ يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ

Sebenarnya kalau Said Agil mau menggunakan kepintarannya sedikit saja, pasti bisa memahami bahwa pedang itu tidak bisa menerangi. Yang bisa menerangi itu cahaya. Atau angan-jangan pak profesor hanya hafal sebagian bait syair Banat Su’ad, tetapi belum mengerti maknanya? Wallahu Alam

Ahlussunnah menjawab:

Qosidahnya juga sudah betul لسيف 
Itu milik burdah kab bin zuhair
Ada yang Nur dan di Mesir Saifun
Ini yg ngritik njaluk di Takzir 

51- إنَّ الرَّسُولَ لَسَيْفٌ يُسْتَضَاءُ بهِ مُهَنَّدٌ منْ سُيُوفِ اللَّهِ مَسْلُولُ
مُهَنَّدٌ: منسوبٌ إلى الهندِ، يُقَالُ: سيفٌ مُهَنَّدٌ، وَهَنْدُوَانِيٌّ كذلكَ، أيْ: هنديٌّ، وإنَّما جعَلَهُ سيفاً مُخْتَاراً منْ سُيُوفِ اللَّهِ تعالى استعارةً.

GGL menulis:

2. Salah sebut nama nasab sahabat.

Sahabat Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salma. Yang benar Ka’ab bin Zuhair bin Abi Sulma.

Ahlussunnah menjawab:

Gobloke male mahos سلمى dengan fathah sin disalahkan padahan itu 3 wajah bisa sulma, bisa silma, bisa salma yang penting tidak silem.

سلمى من الأسماء العربية النسائية والرجالية، واسعة الإنتشار، وهي على ضربين:
بفتح السين (سَــلْـمـى)
وضم السين ( سُـــلْــمـــى ) .
وكلاهما من الجذر الثلاثي ( س ل م ) وهذه العائلة نطالع فيها:

GGL menulis:

3. Salah sebut Imam al-Bukhari bermadzhab Syafi’iy, karena di sampul kitab Shahih al-Bukhari ada keterangan;

الشافعي.

Yang benar, di sampul Shahih al-Bukhari, tidak ada keterangan seperti itu. Sebagaimana dimaklumi, dalam cover kitab-kitab hadits standard yang enam, tidak ada keterangan mazhab fiqih mereka. Sungguh ini kesalahan yang aneh, Atau jangan -jangan Said Agil belum pernah baca cover kitab-kitab hadits? Wallahu Alam

Ahlussunnah menjawab:

"Padahal imam bukhori bermadhab Syafii dalam kitabnya Syaikh Ali Jumah Mesir.

أن الأمام البخاري، كان شافعي المذهب.

Betul (perkataan) KH Said Aqil.

GGL menulis:

4. Salah sebut nama Imam Syihabuddin Az-Zuhri. Yang benar Ibnu Syihab az-Zuhri, yang nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin Syihab bin ‘Abdullah bin al-Harith bin Zuhrah.

Seandainya Said Agil tidak menyebut Syihabuddin, dengan langsung menyebut Imam az-Zuhri, sudah pasti dibenarkan. Sepertinya Pak Said tidak tahu, bahwa gelar-gelar seperti Syihabuddin, Syamsuddin, Badruddin dan semacamnya, belum dikenal pada masa Imam az-Zuhri, yang hidup pada masa ulama salaf. Mungkin bagi Profesor tidak tahu?!

Ahlussunnah menjawab:

Dalam dusiplin ilmu hadist juga ada SYIHABUDDIN AZZUHRI DAN ADA SYIHAB BIN ZUHRI

محمد بن مسلم بن عبيد الله بن عبد الله بن شهاب بن عبد الله بن الحارث بن زهرة بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤى بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة القرشي الزهري أبو بكر المدني، سكن الشام.[1] ولد سنة ثمان وخمسين بعد الهجرة، في آخر خلافة معاوية، وهى السنة التي ماتت فيها عائشة زوجة الرسول محمد. ذكره محمد بن سعد في الطبقة الرابعة من أهل المدينة، أسند الزهري أكثر من ألف حديث عن الثقات ومجموع أحاديث الزهري كلها

GGL menulis:

5. Salah pilih dalil Sunnah Fi’liyyah Rasulullah

وما أتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا

Yang lebih tepat seharusnya ayat;

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة.

Atau ayat

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني.

Ahlussunnah menjawab;

Yai Said Sudah betul Sunnah fi'liyyah dalilnya ini

والسنة حجة شرعية، ومعنى حجة شرعية: إذا أتاك الحديث وجب عليك العمل به، 
السنة الفعلية هي: التي تنقل لنا من فعل النبي صلى الله عليه وسلم، مثال ذلك: أنه كان إذا صلى سنة الفجر اضطجع على يمينه 
السنة 
السنة حجة شرعية، وهذا ثابت بالكتاب والسنة والعقل.أما من الكتاب: فقد قال الله تعالى: وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [الحشر:7]،

GGL menulis:

6. Salah sebut nama pengarang kitab. Kitab andalan tentang cerita orang-orang bodoh untuk penguatan argumen jenggot panjang tambah goblok. Said Agil dengan bangga menyebutkan bahwa;

كتاب أخبار الحمقى والمغفلين

Karangan Imam Abu Abdirrahman Ibnul Jauzi.

Padahal yang benar; kitab tersebut adalah karangan Imam Abul Faraj Abdurrahman bin Ali al-Jauzi.

Ahlussunnah menjawab:

Itu sudah betul beliau masyhur dengan nama Ibnu al Jauzi dan nama aslinya ABDURROHMAN terlaluuu .....

Untuk kunyah Abul Faroj itu bukan nama...

Hal sepele di gedeiiinnnn...

Dalam ajaran Islam, memberikan nasihat saja itu ada aturannya, tidak sembarangn asal menasihati. Terlebih dari seorang yang muda kepada yang tua, yang kurang berilmu kepada yang lebih berilmu. Apalagi seseorang mengorek-orek dan mencari-cari kesalahan muslima lain demi hawa nafsunya sendiri lalu menyebarluasakannya.

Pengurus Wilayah Lembaga Bahstusl Masail Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Azizi Hasbullah, mengatakan:

"Nasihat itu, bila dilakukan dengan kholwat (tidak di depan banyak orang). (Tapi) bila di hadapan banyak orang itu (namanya) taubih (mengungkap kejelekan) yang dibungkus nasihat sehingga banyak unsur nafsunya. 

قال الغزالي في الأحياء ٢ص198 فما كان الملأ فهو توبيخ وفضيحة وما كان في ألسر فهو شفقة  ونصيحة أذقال ألمؤمن مر اة للمؤمن 

Imam al-Ghazali berkatada dalam Ihya 2/198: "Jika dilakukan dalam sebuah kelompok maka hal itu bentuk mencela dan mempermalukan di depan orang. Jika dilakukan secara rahasia (tidak di depan umum) maka itu bentuk rasa kasih dan nasehat, sebab sabda Nabi: "Orang Mukmin adalah cermin bagi Mukmin lainnya" {HR Abu Dawud}

وقال الشافعي من وعظ آخاه سرا فقد نصحه وزانه ومن وعظه علانية فقد فضحه وشانه

Sungguh Imam Syafii berkata: "Barang siapa memberi tutur kata yang baik pada saudaranya dalam keadaan sepi maka sungguh ia telah memberinya nasehat. Dan barang siapa yang menuturinya dalam keadaan ramai orang, maka ia telah mempermalukannya di depan orang banyak""






Sumber jawaban: Majlis Al Haramain.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News