Top News :
Home » , , » Presiden Jokowi Perintahkan Tutup Situs Radikal, Ini Cara Melaporkannya

Presiden Jokowi Perintahkan Tutup Situs Radikal, Ini Cara Melaporkannya

Posted on Friday, 22 January 2016 | garis 17:31


Jakarta, Muslimedianews ~ Selain meminta lapas ditertibkan, Presiden Joko Widodo memiliki arahan khusus lagi terkait pencegahan terorisme. Jokowi memerintahkan agar akun dan situs yang menyebarkan radikalisme ditutup.

Arahan khusus bukan hanya didapat Menkum HAM Yasonna Laoly. Kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Jokowi juga memberikan perintah.

"Presiden meminta ke menkominfo untuk laman atau akun-akun yang sebarkan paham radikalisme segera ditutup," ungkap Seskab Pramono Anung usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (21/1/2016).

Pekan lalu, Kominfo sendiri sudah menutup beberapa situs yang mengandung konten radikal. Salah satunya banhrunnaim.co di mana Bahrun Naim merupakan orang yang diduga menjadi otak penyerangan di kawasan MH Thamrin kemarin.

Pemerintah juga mewaspadai lapas-lapas sebagai bagian dari pencegahan terjadinya aksi-aksi teror. Pasalnya berdasarkan laporan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, BIN dan BNPT, lapas menjadi salah satu sarang pertumbuhan faham radikalisme.

"Salah satu sumber radikalisme selain ajaran yang disampaikan langsung ternyata sekarang ini tumbuh di lapas makanya tadi presiden minta ke menkumham supaya lapas-lapas yang ada tidak jadi sarang tumbuhnya radikalisme," tutur Pramono.

Meski ada sejumlah perdebatan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk merivisi UU Terorisme. Keputusan revisi UU No.15 Tahun 2003 tersebut, kata Pramono, sudah didasari oleh sejumlah pertimbangan.

"Diharapkan masa sidang ini atau paling lama masa sidang berikutnya bisa diselesaikan. Pemerintah meyakini bahwa apa yang menjadi pilihan, dan apa yang sudah berlaku sebenarnya saat ini relatif sudah berjalan cukup baik," ujarnya.

"Hanya memang karena perkembangan ekstrimisme menuntut perkembangan tersebut," pungkas Pramono.  

Cara Melaporkan Situs Radikal

Menurut Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, mengatakan bahwa ciri utama situs radikal ada 4 hal, yaitu menganggap pancasila sebagai thaghut, memonopoli dan menganjurkan jihad dengan cara-cara kekerasan dan kebencian, mengkafirkan sesama muslim, dan ingin mendirikan khilafah Islamiyah. 

“Jika ada situs-situs yang memiliki ciri di atas, maka dapat dikategorikan sebagai situs radikal yang perlu diwaspadai”, ungkapnya beberapa waktu lalu kepada Bimasislam.

Dikutip Bimasislam, cara melaporkan situs radikal pun sangat mudah. Masyarakat dapat melaporkan situs atau akun radikal dengan mengirimkan pesan ke alamat email aduankonten@mail.kominfo.go.id, dan pihak Kemenkominfo akan menindaklanjuti laporan Anda. Jangan lupa cantumkan link/ url website dalam pesan pelaporan tersebut, dan kalau bisa perlu ditambahakn sejumlah bukti data secara terperinci yang benar-benar menjadi keberatan pelapor dan diperkirakan berdampak buruk bagi kepentingan publik. Data bisa berupa rekaman tampilan layar (gambar screenshot) atau keterangan yang padat dan jelas. (Detik/ Bimas Islam)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News