Top News :
Home » , » Soal Terompet Sampul Quran, Ini Aturan Resmi Kemenag Tentang Pengawasan Produksi dan Peredaran Mushaf Al Quran

Soal Terompet Sampul Quran, Ini Aturan Resmi Kemenag Tentang Pengawasan Produksi dan Peredaran Mushaf Al Quran

Posted on Saturday, 2 January 2016 | garis 07:00


Jakarta, Muslimedianews ~ Jelang datangnya tahun baru 2016, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya terompet berbahan sampul Al-Qur’an. Pihak gerai minimarket yang menjual terompet kontroversial itu  telah menarik pasokannya, selain itu Polda Jateng juga telah mengamankan setidaknya 2,3 ton kertas bahan pembuat terompet tersebut.

Bagaimana sebenarnya Peraturan Menteri Agama terkait hal ini? Berikut redaksi MMN rangkum sebagaiman dilansir situs bimasislam terkait Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pengawasan terhadap Penerbitan dan Pemasukan Al-Qur’an.
 
PMA ini mempertimbangkan bahwa negara berkewajiban  untuk menjaga kebebasan beragama dan menjamin supaya perasaan dan keyakinan setiap pemeluk agama tidak tersinggung oleh suatu kejadian yang dapat mengganggu keamanan, ketentraman, dan kesejahteraan umum dalam dunia keagamaan. Oleh karena itu Negara Yang Berketuhanan Yang Maha Esa berkewajiban untuk  menjaga kehormatan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia, termasuk kitab sucinya.
 
Terkait dengan penggunaan sisa dari bahan-bahan Al-Qur’an yang tidak dipergunakan lagi, pasal 5 ayat (2) PMA itu menyebutkan bahwa sisa bahan tersebut hendaklah dibakar untuk menjaga agar tidak digunakan sebagai bahan bungkusan dan lain sebagainya. Selain itu, bahan yang dipergunakan untuk mencetak Al-Quran juga harus terbuat dari  bahan-bahan yang suci.
 
PMA tersebut juga menyebutkan bahwa tidak ada hak cipta atas isi Al-Qur’an, karena al-Quran adalah firman Allah. Hak cipta bagi penerbitan mushaf al-Quran hanya berlaku terhadap khat (kaligrafi), atau mengenai keterangan yang dimuat di dalam Al-Quran tersebut, seperti tajwid, qiraah, dan seterusnya.
 
Untuk menjaga perasaan pemeluk agama Islam, PMA itu juga menyebutkan bahwa penggunaan perhiasan pada sampul maupun pada tiap tepi halaman dari Al-Qur’an tidak boleh menimbulkan perasaan yang melukai umat Islam.

Peraturan Menteri Agama nomor 1 Tahun 1957 itu ditandatangani oleh Menteri Agama, Moh.Ilyas pada tanggal 5 Februari 1957 dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. versi lengkap PMA tersebut dapat diunduh melalui situs Dirjen Bimas Islam Kemenag RI di sini.  

Kemenag Minta Sisa Bahan Cetak Al-Quran Segera Dimusnahkan

Menyusul ditemukannya sisa bahan cetakan Al-Quran yang digunakan untuk terompet tahun baru, Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA) telah mengirim surat edaran kepada seluruh penerbit, percetakan, dan distributor Al-Quran.

Surat Edaran tersebut antara lain meminta agar sisa bahan cetakan Al-Quran yang tidak dipergunakan lagi segera dimusnahkan. “Sisa bahan cetakan Al-Quran harus dimusnahkan dengan cara-cara yang sesuai dengan kemuliaan dan kesucian Al-Quran,” tegas Pgs Kepala LPMA Muchlis M Hanafi di Jakarta, Kamis (31/12/2015).

“Tujuannya, agar bahan-bahan tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal lainnya, misalnya pembungkus dan sebagainya,” tambahnya.

Adapun  sisa bahan cetakan itu, menurut Muchlis bisa berbentuk bahan kertas atau plat. Sisa bahan kertas meliputi sampul, tulisan ayat Al-Quran, dan bagian yang mengandung tulisan ayat Al-Quran atau kalimat suci lainnya.

Muchlis menjelaskan bahwa sisa bahan kertas bisa dimusnahkan dengan dibakar lalu abunya dilarung ke laut atau dipendam dalam tanah. “Sisa bahan kertas juga bisa didaur ulang setelah diproses menjadi bubur kertas,” jelasnya.

Adapun plat sisa cetakan Al-Quran, harus dimusnahkan dengan cara menghapus ayat-ayat Al-Quran di dalamnya agar tidak disalahgunakan. “Penghapusan bisa dilakukan dengan menggerinda bagian yang ada ayatnya atau menghapusnya dengan cairan kimia,” terangnya.

Untuk memastikan ketentuan ini berjalan, Muchlis menegaskan bahwa LPMA akan melakukan pemeriksaan secara berkala kepada seluruh penerbit, percetakan, dan distributor mushaf Al-Quran.

Penjelasan Muchlis M Hanafi di atas merinci penegasan yang sebelumnya disampaikan  oleh Dirjen Bimas Islam Machasin. Melalui surat edaran yang disampaikan kepada pimpinan perusahaan pencetak Kitab Suci, Machasin meminta agar semua sisa bahan cetakan mushaf Al Quran yang tidak terpakai segera dimusnahkan.




Sumber: Bimas Islam/ Kemenag RI.



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News