Top News :
Home » , , » Tujuh Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Gunjang Kawasan Sarinah Jakarta Pusat

Tujuh Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Gunjang Kawasan Sarinah Jakarta Pusat

Posted on Thursday, 14 January 2016 | garis 13:40


Jakarta, Muslimedianews ~ Rangkaian ledakan yang diduga bom bunuh diri guncang Jakarta Pusat, di kawasan Sarinah, Jl Thamrin. Ledakan itu terjadi dalam kurun kurang dari 30 menit.

Ledakan pertama terdengar pukul 10.40 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56 WIB, ledakan keempat pukul 11.58 WIB, ledakan kelima pukul 11.00 WIB, dan ledakan keenam pukul 11.03 WIB 

Sempat terjadi baku tembak di depan Sarinah setelah suara ledakan ketiga. Pos polisi yang ada di perempatan pun Sarinah tampak hancur.

Para saksi mata melukiskan brutalisme yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, adalah aksi bom bunuh diri dan aksi tembak membabi buta seperti terjadi pada serangan teror di Paris akhir tahun silam. 

Sementara itu serangan serupa dikabarkan terjadi di kawasan Pal Merah, Jakarta Barat, yang berada sekitar 5 km dari situs ledakan di Sarinah, Jakarta Pusat. Kabar ini terjadi bohong.

Dari laporan pandangan mata sebagaimana dikutip dari Antaranews di lapangan, aksi bom bunuh diri ini menewaskan paling sedikit tiga orang dan semua dari ketiga orang itu adalah diduga pelaku bom bunuh diri.

"Pelakunya banyak," kata seorang saksi mata petugas Satpam Bank Mandiri kepada Antaranews di situs kejadian, Kamis (14/2/2016).

Dari laporan pandangan mata Antaranews juga menunjukkan bahwa beberapa orang melepaskan tembakan dengan membabi buta, seperti terjadi pada serangan Paris tahun silam. Para saksi mata mengatakan, salah seorang pelaku berkulit gelap dan berambut ikal, membawa tas ransel di punggungnya.  "Dia mengenakan rompi," kata seorang saksi mata. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan pelaku ledakan teror bom di Pusat Perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat saat ini masih diburu oleh polisi.

"Dipastikan ada korban jiwa dari ledakan bom di Sarinah, namun jumlah pasti belum diketahui, pelaku masih diburu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal di Jakarta, Kamis (14/2/2016).

Diduga Aksi Balas Dendam

Sementara itu, peneliti gerakan radikalisme dari UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Akhmad Muzakki MAg Grad.Dipl.SEA MPhil PhD menegaskan bahwa serangkaian bom yang mengguncang Jakarta (14/1/2016) itu merupakan aksi balas dendam sekelompok teroris kepada Polri.

"Modusnya mirip aksi di Masjid dan Mapolres Cirebon pada beberapa tahun lalu, karena ledakan di kawasan Sarinah Jakarta itu menyasar pos polisi, meski ada pula sasaran lain di lokasi parkir dan fasilitas umum, termasuk kantor media," katanya kepada Antaranews di Surabaya, Kamis (14/1/2016).

Guru Besar Sosiologi Pendidikan yang juga pakar Ilmu Kemasyarakatan dari UINSA Surabaya itu menilai aksi balas dendam itu terkait dengan serangkaian penangkapan teroris yang dilakukan Polri dalam beberapa bulan terakhir.

"Serangkaian penangkapan itu membuat sekelompok teroris menjadi sulit bergerak secara bebas, atau bahkan mereka juga mengalami kesulitan logistik, tapi kalau melihat dahsyatnya ledakan itu cenderung pada balas dendam akibat ruang gerak mereka yang dipersempit polisi," katanya.

Ditanya langkah antisipasi yang harus dilakukan Polri, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu menyatakan Polri harus selalu siaga pada setiap terjadi gejolak di Timur Tengah.

"Hampir dapat dipastikan kalau ada gejolak di Timur Tengah, maka aksi teroris akan terjadi juga di Indonesia. Dalam pengamatan saya, hal itu selalu terjadi, karena itu Polri harus memahami geopolitik, bukan sekadar siaga dengan kejadian di dalam negeri," katanya.

Presiden Perintahkan Aparat Segera Tangkap Pelaku Bom

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi semangat pada warga masyarakat di Jakarta terkait bom yang terjadi pagi tadi di depan Sarinah.

"Kita enggak boleh takut dan kalah oleh aksi teror seperti ini, dan ini akan segera kembali ke Jakarta," kata Jokowi yang saat ini sedang berada di Majalengka, Jawa Barat.

Presiden meminta Kapolri dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan untuk segera menangkap pelaku dan seluruh jaringan aksi pengeboman tersebut.

"Saya telah perintahkan Kapolri, Menkopolhukam untuk mengejar, menangkap, baik yang di peristiwa maupun di jaringan-jaringan," kata Presiden saat menyampaikan keterangan pers di Cirebon.

Presiden juga menyampailan rasa duka cita dan simpati bagi korban serangan Sarinah.

"Saya mendapatkan laporan informasi mengenai kejadian ledakan dan penembakan di Jalan Thamrin Jakarta, kita semua tentu saja berduka atas jatuhnya korban dari peristiwa ini," kata Presiden.

Sementara itu Staf Khusus Presiden Johan Budi dalam keterangannya di kompleks Istana Presiden Jakarta mengatakan bahwa Presiden akan mempercepat kunjungan di Cirebon dan segera kembali ke Jakarta.

Usai acara BKKBN di Cirebon, Presiden siang ini kembali bersama rombongan terbatas ke Jakarta menggunakan helikopter. Johan juga mengatakan Presiden akan melakukan rapat dengan Kapolri, Kepala BIN, Menko Polhukam dan jajaran terkait lainnya.

Kembali, Ledakan Ketujuh Terjadi

Ledakan kembali terdengar di Sarinah sekitar pukul 12.36 WIB atau berselang satu jam setelah ledakan terakhir dari enam ledakan bom mengguncang kawasan pusat perbelanjaan dan perkantoran di Jakarta ini terjadi.

Ledakan ketujuh ini terjadi justru ketika ratusan polisi dan tentara telah berada di situs serangan teror itu, ketika mereka tengah memburu para pelaku serangan yang sebagian di antaranya diyakini masih hidup dan bersembunyi di area itu.

Jumlah ledakan hingga saat ini menjadi tujuh sejak pukul 10.53 WIB. Hingga saat ini, kawasan Sarinag, MH Thamrin masih mencekam. 

Terlihat polisi sedang mengepung Djakarta Theatre. Sekitar 20 tentara pun turun ikut mengamankan wilayah itu.





Sumber: Antaranews.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News