Top News :
Home » » Anggota Parlemen Mesir Berpaham Wahabi Adzan Saat Sidang

Anggota Parlemen Mesir Berpaham Wahabi Adzan Saat Sidang

Posted on Friday, 12 February 2016 | garis 13:37

Muslimedianews.com ~ Kejadian dalam video ini, bisa saja terjadi dalam sidang DPR di Indonesia bila ada anggota fanatik "salafi-wahhabi" yang masuk menjadi anggota.

Di dalam sebuah persidangan di Majelis Parlemen Mesir, seorang anggota parlemen yang berhaluan Salafiyah, Mamduh Ismail, tiba-tiba mengumandangkan adzan untuk menghentikan persidangan dengan alasan waktu shalat Ashar sudah tiba.

Tentu saja perilakunya itu membuat Ketua dan anggota-anggota parlemen lainnya marah dan memintanya untuk menghentikan adzan dan menghormati majelis. Akan tetapi Mamduh Ismail tidak mengindahkan permintaan ketua parlemen dan meneruskan adzannya hingga selesai.

Ketika dia telah menyelesaikan adzan, tampillah Syaikh Sayyid Askar, seorang ulama Al-Azhar sekaligus anggota di parlemen Mesir, untuk menjelaskan bahwa tidak ada alasan benar yang mendasari pengumandangan adzan di tengah berlangsungnya sidang tersebut.

Berikut penjelasan salah seorang ulama Al-Azhar yang ikut dalam persidangan:
****
Bismillah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Junjungan kita, Rasulullah. Disebutkan dalam hadits shahih, dari Abdullah bin Abbas, bahwasanya dia telah menjama' dzuhur dan 'ashar diwaku dzuhur (jama' taqdim). Padahal dia tidak dalam keadaan musafir (bepergian) dan juga tidak turun hujan saat itu.

Dia (Ibnu 'Abbas) pun ditanya tentang hal tersebut. Dia berkata: "Demikianlah yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw.". Maksudnya, ia telah mencontoh perbuatan dan prilaku tersebut dari Rasulullah Saw.

Kemudian dia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw melakukan itu agar tidak menyulitkan ummatnya".

Agama kita telah melarang kita untuk terjatuh dalam kesulitan, dan sejumlah ayat al-Qur'an telah mengisyaratkan itu dengan sangat jelas.

"Dia allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama sesuatu kesempitan".
"Allah menghendaki untuk kalian kemudahan, dan tidak menghendaki untuk kalian kesulitan".

Jika saudara kita yang mulya ini ingin mengumandangkan adzan, tentu saja diperbolehkan baginya untuk keluar dari majelis ini, lalu pergi menuju masjid yang jaraknya hanya beberapa langkah saja (dari sini), kemudian kumandangkanlah adzan. Tidak seorang pun melarangnya dari melakukan itu.

Jika ia pergi (ke masjid) di waktu dzuhur, lalu mengumandangkan adzan, kemudian dia melakukan shalat dzuhur dan shalat ashar secara jama', baik jama' qashar, jika ia dalam keadaan musafir (bepergian), atau jama' tanpa qashar karena dia tidak dalam kondisi bepergian, tent saja tanpa diragukan, hal tersebut boleh dilakukan atas dasar hadits Nabi Mulya ini.

Saya sendiri, majelis ini dimulai pukul 13.00, setelah adzan dzuhur dan orang-orang melakukan shalat dzuhur. Saya sendiri telah melakukan shalat dzuhur dan shalat 'ashar (jama') sebelum datang kesini, dan banyak orang disini telah melakukan hal yang sama.

Karena itu, saya tidak memandang adanya alasan untuk mengumandangkan adzan sekarang ini, dan tidak ada pembenaran atas hal itu. Wallahu A'lam.
****

Ibnu Manshur

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News