Top News :
Home » , » Diajak Tabayun, Ustadz Salafi Luqman Muhammad Ba'abduh Kabur

Diajak Tabayun, Ustadz Salafi Luqman Muhammad Ba'abduh Kabur

Posted on Wednesday, 17 February 2016 | garis 20:13

Baju hitam : laskar Ahlussunnah wal Jama'ah dari Padepokan Sunan Kalijaga yang dikomandoi Gus Eko (Lesbumi).
Jakarta, Muslimedianews ~ Perwakilan pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi PBNU) beserta rombongan dari Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) menghadiri Kajian Islam bertema “Pemurtadan Terselubung di Balik Gerakan Jaringan Islam Nusantara” yang digelar di Masjid Al-Mujahidin Jl. Anggrek Nelimurni VII Blok A Slipi Jakarta Barat, Ahad (14/2/2016).
Acara yang diselenggarakan Panitia Kajian Salafy Jakarta ini menghadirkan pembicara tunggal Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh. 
Sebagaimana tertera dalam panflet publikasi yang tersebar sebelumnya, tema pengajian tersebut terbilang cukup provokatif dan berisi tuduhan bahwa gerakan Islam Nusantara merupakan ancaman bagi umat Islam di Indonesia.
"Islam Nusantara itu bukan mazhab atau aliran baru yang perlu dicurigai macam-macam. Islam Nusantara adalah bentuk sikap kita yang hidup di Nusantara untuk menjalankan keyakinan beragama kita, tanpa harus kita tercerabut dari akar kebudayaan lokal kita", ungkap Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU Abdullah Wong yang hadir ke tempat itu.
Senada dengan Wong, pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhtazin, Tegal, Eko Ahmadi mengatakan bahwa acara pengajian semacam ini cenderung memecah belah umat Islam sendiri dan menyampaikan tuduhan yang bisa mengakibatkan sikap permusuhan.
"Umat Islam harus mendapatkan informasi berimbang tentang apa itu Islam Nusantara, bukan melalui cara-cara agitasi dan menyampaikan kebencian seperti ini", kata pria yang akrab Gus Eko, pengurus Departemen Seni dan Budaya Lesbumi PBNU.
Dengan berpakaian serba hitam, lima belas orang dari Padasuka dan Lesbumi PBNU hadir di Masjid Al-Mujahidin, Slipi dan langsung berbaur dengan ratusan jamaah yang sudah memadati tempat tersebut. Tak pelak, kedatangan mereka pun langsung menyita perhatian pengunjung lain yang hadir di masjid tersebut dan serta-merta mengubah atmosfir acara. 
Herannya, Ustadz Lukman yang tengah berbicara pun akhirnya menyudahi ceramahnya dan forum itu pun akhirnya bubar.
"Kami hanya ingin mendengar apa yang dipahami saudara-saudara ini tentang Islam Nusantara. Jika memungkinkan mari kita berdialog secara terbuka, biar tak muncul fitnah", kata Gus Eko, Ketua Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) Jawa Tengah.
"Saya sempat bilang sama panitia untik bicara langsung kepada Ustadz Lukman. Dan saya pun mendatangi beliau untuk tabayyun, mengajaknya berbicara. Tapi sayangnya dia menghindar dengan alasan ada acara lain", lanjutnya.
Sebagaimana dituturkan Abdullah Wong, Gus Eko terlihat mengejar ustadz Lukman hingga ke pinggir jalan setelah tiba-tiba acara itu bubar. Namun demikian penceramah yang menyebut diri salafi tersebut menolak menemuinya dan langsung pergi dengan mobilnya.
"Nggak apa-apa, setidaknya kita sudah berniat baik untuk mengedepankan dialog. Kita juga sudah mendapatkan rekaman ceramah dan pamflet yang dibagikan kepada jamaah yang hadir pada kesempatan tersebut. Saya berharap tidak ada provokasi-provokasi yang dapat memecah belah kita, baik sebagai umat Islam maupun entitas bangsa yang memiliki akar sejarah kebudayaan dan peradaban yang besar", ujar Gus Eko.
Panitia dan Ustadz Luqman tidak memberi keterangan resmi tentang mengapa acara itu tiba-tiba bubar setelah rombongan Lesbumi PBNU dan Padasuka tiba di lokasi. Lesbumi PBNU memberi kesempatan kepada panitia dan ustadz Luqman untuk tabayyun dan berdiskusi lebih jauh tentang Islam Nusantara di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta. 
Siapkah Ustadz Luqman Ba'abduh?
Luqman Ba'abduh selaku pembicara melakukan salah seorang tokoh Wahhabi yang kolot, bahkan oleh kalangan Wahhabi sendiri dianggap sebagai orang sesat dan mendapatkan tahdzir. Sebagaimana dipost oleh situs-situs Wahhabi, diantaranya: "Tahdzir Terhadap Luqman Ba'abduh (blog wahhabi Thullab Yaman)", Luqman Ba'abduh Mufti "Sesat" (blog wahhabi al-Hawary) dan sebagainya. 
Bahkan saking marahnya kalangan Wahhabi, sampai-sampai ada blog khusus yang membahas Luqman Ba'aduh, misalnya https://tukluqmanbaabduh.wordpress.com dan http://luqmanbaabduh.blogspot.co.id/. Dikalangan Aswaja (Ahlussunnahw al Jama'ah yang asli), telah memahami bahwa sudah menjdi rahasia umum dimana kalangan Wahhabi sendiri saling menyesatkan satu dengan yang lain. Hal itu akibat dari keras hati mereka. 
Kenyataan pahit dikalangan Wahhabi adalah adanya tahdzir diantara mereka, misalnya, ulama wahhabi Syaikh Yahya Al-Hajuri (murid senior Syaikh Muqbil al-Madkhali) mentahdzir Luqman Ba’abduh CS. Kemudian Ust. Dzulqarnain dan Ustadz Afifuddin mentahdzir Ustadz Firanda Andirja dan Radio Rodja.
Ustadz Luqman Ba’abduh sendiri mentahdzir Dzulkarnain CS dan memfatwakan bahwa Dzulkarnain CS adalah MLM (Mutalawwin La’ib Makir). Ulama muda Salafi-Wahabi dari Madinah, yakni Syaikh DR. Abdullah Al-Bukhari menyebut Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i khawarij, menyebut Ust. Firanda Dajjal, menyebut Ust. DR. Ali Musri pendusta khabits. Sementara itu DR. Ali Musri ditahdzir Luqman Ba’abduh, sedangkan Luqman Ba’abduh dikatakan maling oleh Ali Musri karena pernah mencuri kitab seharga kurang lebih 200 juta.
Dan masih banyak lagi tuduhan-tuduhan dari para ustadz dan syaikh wahabi salafi kepada sesama mereka. Salafi A menuduh sesat Salafi B, sementara Salafi B juga menuduh sesat Salafi A dan seterusnya. Masihkah anda percaya dengan golongan tersebut? Ikuti Salaf, dan Jauhi Salafi (Wahabi).
(Lodji Hadi/Abdullah Alawi/NU Online/MMN)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News