Top News :
Home » » Guru SMP Luncurkan Buku Kumpulan Cerpen, Bercerita Pengalamannya Menjadi Guru

Guru SMP Luncurkan Buku Kumpulan Cerpen, Bercerita Pengalamannya Menjadi Guru

Posted on Friday, 12 February 2016 | garis 12:04

Semarang, Muslimedianews.com ~ Farida D. Emmy guru SMP Negeri dari Purwokerto membincang buku yang ia tulis dalam Kumpulan Cerpen Sikas di Angkringan KawanKita Komplek Taman Budaya Raden Saleh Semarang. Karya cerpen yang dikasih judul Sikas bercerita pengalamannya sebagai pendidik, tentang lingkungan yang dekat dengan dirinya, Senin (9/1) malam.

Acara bertajuk diskusi sastra kumcer sikas tersebut menjadi momentum peluncuran buku yang dihadiri dari berbagai kalangan cerpenis, guru, mahasiswa, penyair, maupun seniman. Farida D. Emmy menyampaikan bahwa seorang guru juga punya tuntutan untuk menulis meski melalui cerita pendek.

“Membangun karakter anak didik bisa melalui media cerita. Begitupun pekerjaan menulis hasilnya tidak bisa dirasakan dengan cepat, tapi melalui proses yang berkelanjutan,” kata Farida

“Cerpen Sikas adalah buah karya dari rasa penasarannya pada dunia sastra, karena saya lulusan Sarjana Bahasa Inggris. Namun ada nilai dan makna yang hendak ia sampaikan pada setiap judul yang tertulis,”paparnya

Acara diskusi sastra tersebut diselenggarakan oleh RIC Karya Kota Semarang dan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Semarang, dengan menghadirkan Cerpenis Eko Tunas, pembacaan puisi oleh Atik Sadewo dari Ungaran dan dimoderatori oleh Waluyo Suryadi.

Cerpenis Eko Tunas mengatakan kumpulan cerpen karya Farida D. Emmy bercerita tentang pengalaman dan lingkungan yang dekat dengan dirinya, sekaligus sebagai bahan riset menjiwai bagi pengalaman estetika. Tentang murid-muridnya, kolega gurunya, sampai bercerita tentang penjaga sekolah yang kental dengan suasana pegunungan di daerhan Banyumas – Purwokerto.

“Bahkan ia tidak sekadar bercerita, tapi sarat dengan nilai keindahan yang sesunggunya, seperti yang dikatakan oleh Jean Paul Sartre: beauty is truth, truth is beauty: keindahan adalah kebenaran, kebenaran adalah keindahan,” tuturnya

“Tersirat dalam 17 cerpennya, mengenai kegelisahannya sebagai pendidik. Bahwa guru bukan sekadar pengajar, yang sekadar memenuhi tugas kurikulum. Bahwa guru terutama adalah seorang pendidik, yang memberikan pendidikan budi-pekerti, sebagai jiwa dari ilmu yang diajarkan,” lanjutnya. (Lukni Maulana)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News