Top News :
Home » » KH. Fuad Affandi: Jangan Larut Pada Arus Tren Walikota

KH. Fuad Affandi: Jangan Larut Pada Arus Tren Walikota

Posted on Friday, 12 February 2016 | garis 07:45

Muslimedianews.com ~ KH.Fuad Affandi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung yang dikenal sebagai tokoh pejuang kaum tani menilai, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang peduli kaum tani. Menjawab pertanyaan NU Online terkait dengan munculnya tren kepemimpinan walikota seperti Basuki Tjahya Purnama (Ahok), Tri Rismahani (Risma), Ridwan Kamil yang belakangan ini moncer, ulama sepuh NU Jawa Barat itu justru mengajukan pertanyaan kritis.

“Mungkin karena orang Indonesia itu kebanyakan gemar yang sedang ramai-ramai. Sekarang walikota mendapat tempat.Mungkin itu karena wartawan dekat dengan sumber berita dari walikota dan kurang menghargai pemimpin desa. Apa sudah berpikir bahwa Indonesia ini mayoritas urusannya pertanian, perdesaan dan ketertinggalan yang semestinya masalah-masalah itu ada di tangan bupati yang dekat dengan orang desa? Atau mungkin karena belum ada bupati yang patut dinilai sebagai pemimpin masa depan? Ayo kita berpikir lebih dalam. Jangan hanya ikut-ikutan larut arus, kita bisa hanyut,” ujarnya kepada Muslimedianews, Kamis 28/1/2016 saat perbincangan di Pondok Pesantren Al-Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung.

Selain alasan mayoritas golongan pekerjaan, kaum tani juga menempati mayoritas dari sisi golongan agama, yakni Islam. Sebab menurutnya mayotitas orang Islam matapencahariannya juga petani. Karena itu menurutnya, selagi pemimpin seperti Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, hingga Kepala Desa itu memiliki semangat perjuangan yang diorientasikan kepada kaum tani.

“Kalau urusan pemimpin harus membela siapa itu jelas dalam Islam. Tasaruf (arah kebijakan-Red) pemimpin itu harus mashalat untuk kepentingan umat mayoritas. Nah, kata mayoritas ini jangan sebatas dipahami dari sisi golongan agama, atau etnik. Islam itu mengusung keadilan terhadap ekonomi juga. Kelas ekonomi mayoritas di Indonesia adalah kaum tani. Dan kaum tani patut dibela karena selama ini terpinggirkan, sehingga kalau pemimpin tidak membela kaum tani, itu namanya tidak Islami,” terangnya.

Mang Haji, demikian nama panggilan peraih penghargaan Kalpataru 2003 itu berpendapat, pemimpin di negara demokrasi itu bukan hanya presiden, melainkan juga Gubernur, Walikota, Bupati, hingga kepala desa. Mereka semua harus punya pandangan yang jelas terhadap nasib rakyatnya.

“Saya melihat 15 tahun terakhir ini demokrasi tidak menghasilkan kualitas pemimpin yang bagus untuk urusan keberpihakan terhadap kaum tani. Baru ada kementrian desa yang itu pun masih terlalu pagi untuk dinilai manfaatnya bagi kaum tani yang mayoritas berada di desa. Yang terpenting buat saya, presiden itu mikir serius nasib kaum tani. Dan tahun-tahun mendatang, Gubernur, terutama Jawa Barat wajib ngerti pertanian, wajib membela kaum tani. Kalau Jawa Barat dipimpin orang yang ngertinya cuma mengerti perbaikan tatakelola kota, bagaimana dengan urusan tatakelola pertanian dan perdesaan?,” terangnya.

Atas dari itu, Mang Haji berharap, nanti masyarakat harus mahir memilih sosok yang punya kepedulian terhadap nasib kaum tani dan bukan dari mereka yang berprestasi karena membangun kota. Menurut Fuad Affandi, masyarakat harus mulai berpikir serius tentang keberpihakan nasib umat. Sebab dalam politik, bukan hanya pemimpin yang wajib berpikir kepentingan mayoritas, melainkan juga para pemilihnya.

“Kalau nyari bupati, gubernur dan presiden, pemilih juga harus melihat apakah ada sisi keberpihakan calon pemimpin itu pada nasib kaum tani. Dan kepedulian atau keberpihakan itu bisa terwujud bukan sekadar dari slogan atau perkataan, tapi pengalaman keterlibatan hidup mereka secara langsung dan pengalaman mengatasi masalah dalam dunia pertanian dan nasib keluarga kaum tani,” ucapnya mengakhiri pembicaraan. –Yus/Ali.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News