Top News :
Home » » Kunjungi MUI, Grand Syekh Al-Azhar Puji Keberagaman di Indonesia

Kunjungi MUI, Grand Syekh Al-Azhar Puji Keberagaman di Indonesia

Posted on Tuesday, 23 February 2016 | garis 13:12

Muslimedianews.com, Jakarta~ Kemarin (22/2) Grand Syekh Al-Azhar  Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengunjungi  Maelis Ulama Indonesia (MUI).  Dalam kesempatan tersebut, ia memuji Indonesia yang dapat menjaga harmoni dalam perbedaan. Indonesia dipandangnya sukses mengelola perbedaan pandangan keagamaan. Kesuksesan tersebut dipandangnya tidak terlepas dari peran para ulama.

“Itu tidak terlepas dari kiprah para ulama yang dapat bermusyawarah dalam menyelesaikan  perbedaan. Ikhtilaf (perbedaan) adalah rahmat,” ungkapnya (22/2) seperti diwartakan pewartaekbis.com.

Menurutnya,  perbedaan merupakan sunnatullah. Perbedaan dalam Islam bahkan disebutnya sudah terjadi sejak zaman Nabi.  Terkait solat misalnya, meski semua sahabat belajar pada Rosululloh Saw tetapi faktanya ada beberapa perbedaan kaifiyat (tata cara) salat yang sampai kepada umat Muhammad.  

“Untuk yang syar’i (prinsip) tidak ada perbedaan. Tapi untuk yang furu’iyah (cabang-cabang keagamaan) terjadi perbedaan pendapat,” jelasnya kemudian.

Contohnya menurut Grand Syekh mulai dari mengangkat kedua tangan saat takbiratul ikhram. Terkait persoalan ini, ada yang pendapat yang hanya sampai depan dada. Namun, ada yang berpendapat sampai dua telinga. Perbedaan serupa juga terjadi pada bacaan Al-Fatihah, Maliki tidak didahului basmalah, sementara Syafii harus.

Tidak lupa,  Grand Syekh menghargai peran MUI yang dapat menghimpun banyak ulama dari beragam ormas dan pemikiran yang berbeda di Indonesia. MUI dipandangnya menjadi modal besar bagi upaya  menyatukan umat Islam dan memberikan penyadaran kepada umat Islam agar tidak mudah terprovokasi.
“Yasurruni an yakhtalifa ashhabu Rasulillah (perbedaan di antara sahabat Rasulullah menyenangkan buatku),” kata Syekh Ath-Thayeb mengutip pernyataan sahabat Malik bin Abdul Aziz.

Di Indonesia menurutnya terdapat beberapa ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar, Al Wasliyah, dan lainnya. Setiap ormas memang mempunyai tujuan dan cara pandang masing-masing dalam mencapai tujuannya. Akan tetapi, mereka  bisa saling menghargai dan terhimpun dalam MUI.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News