Top News :
Home » , , » Meluruskan Fitnah dan Dusta GGL Terhadap Aswaja IT

Meluruskan Fitnah dan Dusta GGL Terhadap Aswaja IT

Posted on Monday, 8 February 2016 | garis 23:30


Solo, Muslimedianews ~ Pada Kamis 4 Februari 2016, Admin Garis Lurus dalam websitenya mengangkat sebuah tulisan berjudul Klarifikasi Habib Novel Alaydrus Atas Fitnah Terhadap NU Garis Lurus. Tulisan yang mereka buat ini adalah sebagai bentuk tanggapan mereka atas beredarnya broadcast (BC) tentang hasil pertemuan penggerak kebudayaan di Solo yang banyak tersiar di jejaring sosial media seperti Facebook, Whatsapp, Telegram, dan lain sebagainya.

Berikut adalah broadcast yang dimaksudkan:
Masukan buat KITA:

Hasil pertemuan penggerak kebudayaan di Solo di kediaman Habib Novel Majelis Ilmu dan Dzikir ar-Raudoh
  1. Menyerukan kepada para anggota NU dan Banomnya agar sehari sekali minimal 1 kali membuka website NU/NU Online, agar posisi nu online di google meningkat masuk jajaran elit. Karena posisi NU Online sekarang berada di tingkat 620, jauh di bawah nu garis lurus, pks piyungan, dan website wahabi lainnya. Dengan jumlah masa terbesar di dunia tapi urutan website ke-620 itu menyakitkan kita.
  1. Jangan membuka website selain NU lewat browser apalagi membagi/ share link wahabi, dll ke group atau fb dll, karena akan meningkatkan posisi mereka dlm urutan yg lebih tinggi.
  1. Menyiapkan orang yg akan dilatih sebagai cyber army, selama 3-4 bulan utk menjadi hacker. Yg terekomendasi oleh masing2 penanggungjawab.
  1. Menyadarkan kepada masyarakat NU tentang sadar teknologi informasi. Catatan, jangan membuka website NU dg apllikasi playstore.
  1. Mengharapkan pesantren dan kiai2/ santri/ pesantren menulis ulang kitab dan menerjemahkannya yg akan di jadikan aplikasi di android, ios dll.
  1. Bagi pengajian yg butuh di streaming baik lewat radio maupun youtube akan dibantu dan dilatih oleh tim cyber-nya Habib Novel Solo.
  1. Radio komunitas yg menyiarkan dan menyerukan dakwah Aswaja an-Nahdliyyah, akan di berikan channel streaming gratis.
Dalam tulisan di website mereka, Admin Garis Lurus menyinggung nama IT Aswaja (mungkin yang dimaksud adalah Aswaja IT Developer) dan juga membawa-bawa nama Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Surakarta yang juga Pendiri dan Pengasuh Aswaja IT Developer, yang sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan broadcat yang beredar.

Untuk itulah, agar tidak terjadi salah faham dan semakin melebar kemana-mana, Saya (Ozzy) yang merupakan anggota Aswaja IT Developer yang juga ikut hadir dalam pertemuan penggerak kebudayaan di Markas Besar Ar-Raudhah Solo pada 30 Januari 2016 sekiranya perlu memberikan beberapa klarifikasi terhadap tulisan Admin Garis Lurus. Saya tadinya tidak ingin menanggapi tulisan Admin Garis Lurus dan lebih memilih diam, tapi karena tidak enak dengan teman-teman kami, Aswaja IT Developer dan Penggerak Budaya, dan khususnya kepada guru kita semua Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus maka dibuatlah sedikit klarifikasi ini.

Sejak awal saya sudah mengetahui tulisan Admin Garis Lurus, cuman tidak ingin bereaksi berlebihan dan ikut-ikutan heboh. Broadcastnya pun tidak pernah saya ikut menyebarkan. Namun, untuk berjaga-jaga jikalau terjadi apa-apa, maka sejak awal saya amankan data tulisan mereka. Sehari setelahnya (5/2/2016), ternyata tulisan mereka sudah dihapus dari website Garis Lurus. Meski sudah dihapus oleh mereka sendiri, tulisannya masih bisa diakses karena sudah saya amankan sebelumnya, bisa dilihat di sini NUGarisLurus.COM: Klarifikasi Habib Novel Alaydrus Atas Fitnah Terhadap NU Garis Lurus. Bahkan seandainya website Garis Lurus mati sekalipun, jejak buktinya masih bisa diakses. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

KLARIFIKASI UNTUK ADMIN GARIS LURUS

Pertama, Admin Garis Lurus menulis: “Beredar fitnah dari pihak yang mengaku IT ASWAJA yang menyebarkan broadcast (BC) dan berdusta atas nama Al Habib Novel Alaydrus pengasuh majelis Ar Raudlah Solo”.

Saya menjawab: Aswaja IT Developer tidak pernah menyebarkan broadcast (BC) terkait pertemuan di Solo tersebut. Pertemuan itu juga bukan acara Aswaja IT Developer dan bukan pula acaranya Habib Novel bin Muhammad Alaydrus atau Majelis Ar-Raudhah Solo, tapi murni dari sahabat-sahabat kami dari para Penggerak Budaya yang peduli dan prihatin atas dakwah Aswaja di dunia maya. Yang sebenarnya terjadi adalah saya diundang melalui Whatsapp oleh salah seorang teman dari Penggerak Budaya dan itu pun mendadak, dan kemudian saya mengajak sahabat-sahabat kami dari Aswaja IT Developer yang kebetulan sedang berkumpul di Markas Besar Ar-Raudhah dalam rangka menghadiri Haul Solo 2016. Jadi, tuduhan fitnah dan dusta yang dialamatkan kepada Aswaja IT Developer adalah tidak benar sama sekali. Aswaja IT Developer tidak ada kaitan langsung dengan broadcast yang beredar dan memang broadcast tersebut bukan berasal dari mereka. Apalagi dikatakan Aswaja IT Developer berdusta atas nama Habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang mana beliau merupakan pendiri dan pengasuh Aswaja IT Developer. Jadinya kan lucu, dan terus terang saya sendiri kaget melihat broadcast tersebut yang telah tersebar kemana-mana.

Kedua, Admin Garis Lurus menulis: “Dalam broadcast (BC) yang disebarkan melalui berbagai jejaring sosial menyebutkan permintaan dan mendorong warga Nahdliyyin untuk membuka website resmi NU Online karena urutannya kalah jauh dari pembaca website wahabi”.

Saya menjawab: Memang benar dalam pertemuan penggerak budaya di Solo, kami anjurkan kepada siapapun khususnya warga NU untuk turut serta andil dalam berdakwah di dunia IT. Salah satunya adalah dengan memajukan website resmi NU Online yang beralamat di http://www.nu.or.id, dengan cara yang sangat sederhana dan bisa dilakukan siapapun yaitu dengan mengunjungi website resmi NU Online melalui browser internet, minimal sehari sekali. Warga NU itu besar, jika sebagian kecil saja dari warga NU istiqomah berkunjung ke website resmi NU Online setiap hari, maka bukan mustahil website NU Online akan memimpin di dunia maya. NU tidak hanya berjaya di dunia nyata tapi juga berjaya di dunia maya.

Ketiga, Admin Garis Lurus menulis: “Masih dari broadcast (BC) tersebut, IT aswaja juga membawa nama Habib Novel Alaydrus untuk menuding bahwa website PKS Piyungan dan NU Garis Lurus adalah website wahabi dan termasuk website dengan pembaca tinggi yang mengalahkan website resmi NU”.

Saya menjawab: Yang benar adalah Aswaja IT Developer itu dibentuk, didirikan, dan diasuh oleh Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Solo, yang mana ingin menyatukan anak-anak muda Aswaja yang hobi IT dari berbagai kota di Indonesia untuk bersama-sama memajukan dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah khususnya di dunia teknologi informasi. Terkait tudingan wahabi yang ditujukan kepada website NU Garis Lurus, saya ingin memberitahukan bahwasanya Aswaja IT Developer tidak pernah sama sekali membahas NU Garis Lurus atau yang terkait, apalagi sampai menuduh mereka, membahasnya saja tidak pernah. Aswaja IT Developer itu murni fokus memajukan dakwah Aswaja di dunia IT, mulai dari pengembangan website, radio dan video streaming, hingga aplikasi android dan lain sebagainya. Tim Aswaja IT Developer terdiri dari para relawan, yang sukarela, tidak ada bayaran atau sejenisnya dan memang bukan untuk tujuan komersial. Dan alhamdulillah semenjak dibentuk, Aswaja IT Developer telah banyak membuahkan hasil. Terbukti banyak website, streaming maupun aplikasi dari Majelis, Pondok Pesantren, dan Masjid Aswaja yang telah dibuat dari seluruh Indonesia seperti website dan streaming Majelis Ar-Raudhah Solo, Radio Al Hidayah Solo, Majelis Ahbaabul Musthofa Habib Syech Assegaf Solo, Majlis Taklim Al Hidayah Habib Alwi Al Habsyi Solo, Masjid Jami’ Assegaf Solo, Ponpes Asy-Sifaa wal Mahmuudiyyah Sumedang, LPI Mudi Mesra Samalanga Aceh, berbagai majelis dan ponpes di berbagai daerah di Jakarta, Cirebon, Tegal, Malang, dan lain-lain yang tidak dapat saya sebutkan semuanya, termasuk website seperti Santri.Net, StreamingIslami.com, MajelisTaklim.com, dan lain-lain serta puluhan aplikasi android Islami dan lain sebagainya. Mereka insya Allah orang-orang yang ikhlas berjuang demi kemajuan dakwah Aswaja, maka dari itu, tolong untuk tidak membawa-bawa Aswaja IT Developer dalam permasalah NU Garis Lurus atau yang terkait, terlebih lagi membawa-bawa nama Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Semestinya bersatu bersama-sama memajukan dakwah Aswaja bukan malah sebaliknya.

Kemudian terkait posisi ranking website NU Online dibandingkan website Garis Lurus, itu ada sedikit kekeliruan baik dalam broadcast yang beredar maupun tulisan Admin Garis Lurus. Yang benar adalah website NU Online jauh lebih unggul ketimbang website Garis Lurus. Terpaut sangat jauh. Meski sudah unggul dan masuk jajaran teratas, NU Online masih bisa merangkak naik lebih tinggi lagi jika dibantu oleh warga NU yang jumlahnya puluhan juta. Sayangnya ini yang belum digarap dengan optimal. Namun, dibandingkan dengan website ormas Islam lainnya seperti Muhammadiyah, Persis, HTI, MUI, FPI, dll, NU Online adalah satu-satunya website resmi ormas Islam di Indonesia yang ranking alexanya paling tinggi, jauh meninggalkan ormas-ormas lainnya, mencapai angka di bawah 1000. Setahu saya tidak ada website ormas Islam di Indonesia yang mengalahkan NU Online. Ini prestasi yang cukup luar biasa, dan akan lebih dahsyat lagi jika dibantu oleh warga NU itu sendiri. Sementara untuk website Garis Lurus dari grafik trafiknya justru mengalami penurunan signifikan secara terus menerus.

Keempat, Admin Garis Lurus menulis: “Berikut klarifikasi Habib Novel Alaydrus yang diterima redaksi NUGarisLurus.com: ‘Memang benar telah terjadi pertemuan tim IT ASWAJA di tempat Habib Novel Alaydrus yaitu majelis Ar Raudlah Solo dan anak -anak itu hanya meminjam tempat. Namun Habib Novel tidak hadir dalam pertemuan tersebut dan TIDAK PERNAH menyebut NU Garis Lurus maupun PKS Piyungan sebagai wahabi karena itu murni anak-anak itu sendiri.’ Mereka Telah Berdusta…!!!”

Saya menjawab: Melihat gaya tulisannya saja mudah sekali ditebak itu bukan tulisan dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Yang saya tahu beliau orangnya sangat tawadhu sehingga tidak pernah menyebutkan dirinya dengan sebutan “Habib”. Bisanya penulisan gelar HABIB itu dari orang lain, murni inisiatif dari masyarakat dan jamaah karena bentuk hormat ta’dzimnya masyarakat dan jamah kepada beliau Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Beliau juga sangat menghormati setiap orang yang sowan kepadanya, sehingga dugaan awal saya tidak mungkin itu tulisan berasal dari beliau.

Dan kemudian perlu diketahui bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan resmi Tim Aswaja IT Developer, tapi dari Tim Penggerak Budaya. Sahabat kami dari Penggerak Budaya mengatakan bahwa mereka sudah meminta izin kepada Habib Novel bin Muhammad Alaydrus untuk menggunakan Markas Besar Ar-Raudhah Solo sebagai tempat pertemuan. Mereka pun diizinkan dengan beberapa syarat seperti tidak boleh merokok. Dan perlu digaribawahi, selama saya mengikuti pertemuan itu tidak ada dari kami atau pun dari sahabat kami para Penggerak Budaya yang mengatakan, menyebut, atau menuduh NU Garis Lurus sebagai wahabi, begitu juga dalam broadcastnya. Mungkin ini hanya bentuk salah faham dan salah tafsir.

Terakhir, di sini kami sertakan pernyataan tertulis dan audio mp3 dari Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus terkait tulisan dari Admin Garis Lurus, yang intinya beliau ingin menyampaikan bahwa:
  • Teman-teman dari Penggerak Budaya tidak pernah menuduh NU Garis Lurus sebagai wahabi. Tidak mungkin yang namanya NU kok wahabi.
  • Beliau mengajak semuanya untuk bergerak berjuang bersama, menghilangkan prasangka-prasangka yang ada, dan bukan saatnya lagi hal-hal remeh seperti ini dibahas, diperbesar, dan diperuncing.
  • Dikatakan beliau, Imam kita adalah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang tidak tergesa-gesa dalam memutuskan segala sesuatu dan hatinya selalu dingin dan menggunakan kata-kata yang santun dan sopan.
  • Yang disampaikan di NU Garis Lurus itu bukan kalimat dari beliau Habib Novel karena beliau sangat menghormati teman-teman dari Penggerak Budaya.
  • Beliau minta pernyataan yang dimuat di NU Garis Lurus itu diralat, karena bukan seperti itu dan itu bukan kalimatnya.
Untuk selengkapnya silahkan simak audio pernyataan resmi Habib Novel bin Muhammad Alaydrus di bawah ini:

Download MP3 (1.4 MB)

Dan berikut pernyataan resmi tertulis dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus:

Saya Novel Bin Muhammad Alaydrus Sangat Suka dengan Hasil pertemuan penggerak kebudayaan di Solo di kediaman saya…Di Majelis Ilmu dan Dzikir ar-Raudhah, yang hasilnya menetapkan tujuh ketetapan…yaitu:
  1. Menyerukan kepada para anggota NU dan Banomnya agar sehari sekali minimal 1 kali membuka website NU/ NU Online, agar posisi NU Online di Google meningkat masuk jajaran elit. Karena posisi NU Online sekarang berada di tingkat 620. Dengan jumlah masa terbesar di dunia tapi urutan website ke-620 itu menyakitkan kita.
  1. Jangan membuka website selain NU lewat browser apalagi membagi/ share link wahabi, dll ke group atau fb dll, karena akan meningkatkan posisi mereka dlm urutan yg lebih tinggi.
  1. Menyiapkan orang yg akan dilatih sebagai tenaga professional dalam bidang IT selama 3-4 (bulan).
  1. Menyadarkan kepada masyarakat NU tentang sadar teknologi informasi.
  1. Mengharapakn pesantren dan kiai2/ santri/ pesantren menulis ulang kitab dan menerjamahkannya yg akan di jadikan aplikasi di android, ios dll.
  1. Bagi pengajian yg butuh di streaming baik lewat radio maupun youtube akan di bantu dan di latih oleh tim cyber ASWAJA.
  1. Radio komunitas yg menyiarkan dan menyerukan dakwah Aswaja an-Nahdliyyah, akan di berikan channel streaming gratis.
Demikian beberapa klarifikasi untuk Admin Garis Lurus yang bisa saya sampaikan. Kami dan teman-teman Aswaja IT Developer tidak ingin ada salah faham. Jikalau ada kesalahan mohon diluruskan dan kami mohon maaf. Semoga ini selesai cukup sampai di sini dan tidak diperbesar lagi. Dan terimakasih karena Admin Garis Lurus telah menghapus tulisannya dan mudah-mudahan hal-hal seperti ini tidak terulang kembali. Mungkin alangkah baiknya Admin Garis Lurus mau berbesar hati meminta maaf khususnya kepada Sayyidil Habib Novel bin Muhammad Alaydrus di website mereka dan menjelaskan persoalannya. Saya pribadi, melihat tulisan-tulisan di website Garis Lurus sejak awal tidak menyukainya dan malas untuk membuka website mereka, karena isinya masya Allah… Sebagai warga NU tentu saya lebih suka mengunjungi website NU yang asli, NU Online di http://www.nu.or.id. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian Admin Garis Lurus baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri. (ngaji yuk)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News