BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, February 02, 2016

Menag: Masjid Istiqlal Tidak Boleh Terpisah dari Wajah Islam Indonesia!


Jakarta, Muslimedianews ~ Jumat, 22 Januari 2015 adalah hari sangat bersejarah bagi bangsa ini. Pada hari itu dikukuhkannya Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar dan termegah di ASEAN. Pengukuhan ini mengakhiri kepemimpinan Imam Besar sebelumnya, Prof. Dr. Musftafa Ali Ya’qub, guru besar UIN bidang ilmu hadits. 

Saat dikonfirmasi tentang kesiapannya sebagai Imam Besar, mantan Wakil Menteri Agama ini merendah bahwa dirinya sebenarnya orang yang kurang tepat. Menurutnya masih banyak orang yang pas, ada tokoh atau ulama yang lebih baik dan lebih berwawasan dibanding dirinya. Ia menilai, menjadi imam besar Masjid Istiqlal tidak hanya diperlukan pengetahuan agama Islam yang luas, tapi juga dibutuhkan wawasan kebangsaan dan pemerintahan yang cukup.   

“Sebenarnya saya kaget dan merasa bukan orang yang tepat untuk jadi Imam Besar Masjid Istiqlal. Menjadi Imam Besar diperlukan wawasan keagamaan Islam yang luas, memiliki pandangan kebangsaan da kepemrintahan yang baik.” Ungkapnya tidak lama setelah dikukuhkan oleh Menag, Lukman Hakim Saifuddin.   

Lebih lanjut, Nasaruddin menambahkan, meski merasa bukan tokoh terbaik, Nasaruddin mengatakan dirinya akan tetap melaksanakan tanggung jawab posisi imam besar dengan sebaik-baiknya.   

“Ini amanah yang sekarang harus saya emban,” katanya.   

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Badan Pelaksanan Pengelola Masjid Istiqlal yang baru adalah KH. Muzammil Basyuni, dan H. Bahrul Hayat, Ph.D (wakil ketua), menggantikan ketua sebelumnya Drs. H. Ahmad Mubarok, M. Si.   

Dalam sambutannya setelah pengukuhan, Menag LHS, menekankan bahwa pengelolaan masjid Istiqlal harus dapat memenuhi harapan umat Islam secara menyeluruh, memenuhi harapan pemerintah, bahkan memenuhi harapan dunia internasional yang memandang masjid Istiqlal tidak terpisah dari wajah Islam Indonesia.   

“Masjid Istiqlal merupakan masjid negara dan masjid percontohan, sehingga perlu terus mengembangkan fungsinya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Harus dikelola sebagai etalase negara, memenuhi harapan umat Islam secara menyeluruh, pemerintah, dan juga internasional,” tutupnya. (thobib/bimasislam) 

« PREV
NEXT »

No comments