Top News :
Home » » PSK Kalijodo dan Pesan Nabi

PSK Kalijodo dan Pesan Nabi

Posted on Monday, 29 February 2016 | garis 03:35


Jakarta, Muslimedianews ~ Beberapa minggu terakhir ini media online dihebohkan dengan kasus pengusuran Kalijodo. Kasus ini terstimulasi akibat perbuatan seorang pengendara mobil cukup mewah yang mengakibatkan korban tewas. Gubernur Ahok pun melalui bawahan-bawahannya berupaya untuk menyelidiki kasus kecelakaan akibat si pengemudi mobil mewah itu yang habis “jajan” di Kalijodo. 
Ahok berinisiatif untuk membongkar Kalijodo. Namun perlu diingat, pembongkaran tersebut bukan karena keberadaan prostitusi, dan barang-barang haram lainnya menurut Muslim, tapi tanah di Kalijodo itu seharusnya dipergunakan untuk taman terbuka hijau. 
Saya tidak ingin membahas masalah penggusuran yang dilakukan Ahok, karena itu urusan pemerintah dan aparat. Di sini, saya coba ingin sedikit mengangkat derajat para wanita yang orang sebut “nakal” alias PSK. Loh, kenapa perlu diangkat derajatnya? Wong, mereka itu pendosa, kok?! Nah, mungkin saya mau mengelingkan sampean dan diri saya bahwa PSK juga manusia yang sangat berpotensi masuk surga Tuhan, Allah Swt. 
Dalam hadits, Nabi pernah menyatakan bahwa ada perempuan "nakal" yang masuk surga. "Lah, kok bisa Kanjeng Nabi?" tanya sahabat penasaran.  Kemudian Nabi berusaha meyakinkan sahabatnya, kalau dalam bahasa keseharian kita dikatakan, "Bisa, lah! Wong, surga itu milik Allah. Mudah saja Allah beri mereka jalan masuk surga." Jadi ceritanya begini, "Waktu cewek "nakal" itu lagi mejeng, dia lihat ada kucing yang sedang kehausan. Karena dia  punya nurani baik, sepatunya dilepas, dia coba ambilkan air dengan sepatunya itu." Maklum dulu masih jadul. Belum ada keran. 
"Mungkin kalau saya yang kehausan juga sama seperti kucing itu yang mengeong-ngeong kehausan," hati nurani wanita itu berbicara. Pesan yang dapat kita ambil, jangan remehkan orang lain karena dia pendosa. Bisa jadi pendosa itu justru yang akan diangkat derajatnya oleh Tuhan di kemudian hari. Bencilah pada kemunkaran dan maksiat yang dilakukannya, jangan Anda sakiti orangnya. 
Tugas ulama atau tokoh masyarakat itu hanya mengajak dan mengingatkan, bukan menertibkan. Serahkan semuanya kepada yang berwenang. Ingatkan pemerintah dan aparatnya, jangan Anda hardik mereka. Hati-hati, bisa jadi kita termasuk orang yang sombong bila merasa lebih baik dari mereka. 
Menurut Ibnu Asyur dalam al-Tahrir wa Tanwir hadits yang menyatakan, “Jika diantara Anda melihat kemungkaran, maka cegahlah menggunakan kekuasaannya, atau cukup diajak, atau cukup diinkari dalam hati, dan inilah iman yang terlemah (H.R. Muslim)” ditujukan kewenangannya untuk pemerintah, bukan individu atau sekelompok organisasi masyarakat. Hal ini, menurutnya, untuk menghindari timbulnya anarkisme dalam berdakwah yang mencoreng nama Islam. 
Yang akan terjadi justru itu berlipat kali kemunkaran. Sudah prostitusi itu munkar, ditambah anarkisme yang munkar. Lah, kalau aparatnya diam saja tak ada aksi, padahal sudah dilaporkan, itu gimana? Bolehkah kita bertindak sendiri? Boleh. Tapi Anda tindak saja aparatnya, jangan orang-orang yang ada di dalam kafe dan bar-bar kemaksiatan.   
Perlu juga diingat dan disadari bahwa Allah itu menciptakan oposisi biner pada setiap makhluknya. Artinya, makhluk yang Allah ciptakan itu selalu berpasangan dan berlawanan. Ada makruf juga ada munkar, ada orang taat juga ada orang maksiat. Tidak mungkin semua orang itu taat kepada Tuhan semuanya.
Oleh: Haris el Ahmadi.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News