Top News :
Home » » Waspadai Oknum Jahat Mengaku Pengikut Imam Ahmad

Waspadai Oknum Jahat Mengaku Pengikut Imam Ahmad

Posted on Sunday, 14 February 2016 | garis 08:39

Muslimedianews.com ~ Semoga Allah Ta’ala merahmati imam Ahmad bin Hanbal dan menghinakan kaum Mujassimah yang mengaku-ngaku dan menisbatkan diri mereka sebagai pengikut madzhab imam Ahmad bin Hanbal, padahal hakekatnya justru mereka telah mengotori manhaj imam Ahmad bin Hanbal.

Banyak yang tidak mengetahui sejarah oknum ulama jahat (suu) al-Mujassimah yang menisbatkan diri mereka pengikut madzhab imam Ahmad bin Hanbal, sehingga terkadang tertipu dengan ucapan-ucapan mereka yang mengandung tajsim dan tasybih kepada sifat-sifat Allah Ta’ala. Padahal imam Ahmad sendiri sangat anti dengan lafadz-lafadz tajsimiyyah sebagaimana yang telah dinukil oleh pemimpin Hanabilah Abul Fadhl at-Tamimi bahwasanya imam Ahmad bin Hanbal berkata :


وَأَنْكَرَ – يَعْنيِ أَحْمَدَ- عَلىَ مَنْ يَقُوْلُ بِاْلجِسْمِ وَقَالَ إِنَّ اْلأَسْمَاءَ مَأْخُوْذَةٌ مِنَ الشَّرِيْعَةِ وَاللُّغَةِ ، وَأَهْلُ اللُّغَةِ وَضَعُوا هَذاَ اْلاِسْمِ عَلىَ ذِي طُوْلٍ وَعَرْضٍ وَسَمْكٍ وَتَرْكِيْبٍ وَصُوْرَةٍ وَتَأْلِيْفٍ وَاللهُ تَعَالىَ خَارِجٌ عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ، فَلَمْ يَجُزْ أَنْ يُسَمِّىَ جِسْمًا لِخُرُوْجِهِ عَنْ مَعْنىَ اْلجِسْمِيَّةِ وَلَمْ يَجِئْ فيِ الشَّرِيْعَةِ ذَلِكَ فَبَطَلَ
“Imam Ahmad mengingkari orang yang berpendapat Allah itu berjisim dan berkata : “ Sesungguhnya nama-nama itu diambil dari Syare’at dan bahasa. Ulama ahli bahasa meletakkan nama (jisim) ini kepada sesuatu yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi, bagian, gambar dan susunan sedangkan Allah keluar dari itu semua, maka tidak boleh mengatakan Allah itu jisim karena mustahilnya Allah dari makna kejisiman dan juga tidak ada sandaran dalam Sayare’at “. (I'tiqad al-Imam Ahmad : 45)

Oleh sebab itulah al-Imam Ibnul Jauzi memberi peringatan kepada oknum Hanabilah yang telah merusak dan mengotori madzhab imam Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan :

ورأيت من أصحابنا من تكلم في الأصول بما لا يصلح وانتدب للتصنيف ثلاثة : أبو عبدالله بن حامد وصاحبه القاضي وابن الزاغوني ، فصنفوا كتبا شانوا بها المذهب ورأيتهم نزلوا إلى مرتبة العوام
“Aku melihat sahabat kami (dalam madzhab Hanbali) ada ulama yang membicarakan masalah akidah dengan sesuatu yang tidak patut dibicarakan, dan berani menulis kitab tiga orang yaitu Abu Abdillah bin Hamid dan sahabatnya yaitu Al-Qadhi Abu Ya’la dan Ibnu az-Zaghuni. Mereka telah menulis kitab yang mengotori madzhab Ahmad bin Hanbal dan aku melihat mereka telah turun ke tingkatan orang awam “.(Daf’u Syubah ast-Tasybih : 97)


Ibnul Atsir mengatakan :

لقد شان أبو يعلى الحنابلة شينا لا يغسله ماء البحار
“Sungguh Abu Ya’la telah mengotori madzhab Hanabilah dengan sesuatu yang tidak akan bisa dibersihkan dengan sebanyak air lautan“. (Kamil fit Tarikh : 10/52)
Al-Hafidz adz-Dzahabi juga mengatakan :

ورأيت لأبي الحسن بخطه مقالة في الحرف والصوت عليه فيها مآخذا والله يغفر له، فيا ليته سكت
“Aku telah melihat terhadap ucapan Abul Hasan (az-Zaghuni) tentang huruf dan suara yang di dalamnya ada beberapa ….semoga Allah mengampuninya, sungguh alangkah baiknya jika dia mau diam “ (Siyar A’lam an-Nubala : 19/76)

Al-Imam Taqiyyuddin al-Hashni mengatakan :

وبعد فإن سبب وضعي لهذه الأحرف اليسيرة ما دهمني من الحيرة من أقوام أخباث السريرة يظهرون الانتماء إلى مذهب السيد الجليل الإمام أحمد ، وهم على خلاف ذلك والفرد الصمد ، والعجب أنهم يعظمونه في الملأ ، ويتكاتمون إضلاله مع بقية الأئمة ، وهم أكفر ممن تمرد وجحد ويضلون عقول العوام وضعفاء الطلبة
“ Waba’du, sesungguhnya sebab aku menulis kitab kecil ini adalah karena sesuatu yang membuatku heran dari orang-orang yang buruk perjalanan hidupnya, yang menampak-nampakkan pengakuan nisbat kepada imam Ahmad bin Hanbal, padahal mereka demi Allah, bertentangan dengan imam Ahmad, lebih aku heran mereka begitu menganggungkan imam Ahmad di depan public akan tetapi menysesat-nyesatkan para imam lainnya di bukan depan public. Mereka lebih kufur daripada orang pengingkar, mereka menyesatkan akal-akal orang awam dan penutut ilmu yang lemah “ (Daf’u Syubhah Man Syabbaha wa Tamarrada : 20)

Dan oleh sebab inilah, imam as-Subuki ketika menyebut ulama Hanabilah, beliau menyebutnya dengan Fudhala al-Hanabilah (Ulama utama / baik dari Hanabilah), karena memang faktanya ada oknum ulama menyimpang yang menisbatkan diri mereka kepada madzhab imam Ahmad bin Hanbal. Dalam salah satu ucapannya, as-Subuki mengatakan :

وهؤلاء الحنفية والشافعية والمالكية وفضلاء الحنابلة في العقائد يد واحدة كلهم على رأي أهل السنة والجـماعة يدينون لله تعالى بطريق شيخ السنة أبي الحسن الأشعري رحمه الله
“Mereka ulama Hanafiyyah, Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Fudhala Hanabilah dalam akidah adalah satu prinsip. Semua berdasarkan akidah Ahlus sunnah wal Jama’ah, mengamalkan agama Allah atas dasar manhaj syaikh sunnah yaitu Abul Hasan al-Asy’ari “ (Mu’id an-Ni’am wa Mubid an-Niqam : 62)

Semoga Allah meninggikan derajat para Fudhala’ al Hanabilah seperti Ibrahim al Harbi, Abu Dawud, al Atsram, Abu al Husen al Munadi, Abu al Hasan at-Tamimi, Abu al Fadl at-Tamimi, Abu al Khaththab, Ibnu ‘Aqil, Ibnu al Jawzi, Ibnu Balban (Muhammad ibn Badruddin ibn Balban ad-Dimasyqi al Hanbali dan lainnya. Mereka adalah ulama' hanabilah yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam (Ahlussunnah wal Jama'ah), dan mereka sangat toleran pada khilafiyah furu'iyah.

Oleh : Ust. Ibnu Abdillah al-Katibi

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News