Top News :
Home » » Benarkah Sunni-Syiah dalam Naungan Satu Kitab Suci?

Benarkah Sunni-Syiah dalam Naungan Satu Kitab Suci?

Posted on Saturday, 19 March 2016 | garis 19:35

Muslimedianews.com ~ Secara etimologi, kata Syî‘ah berarti pengikut atau pendukung. Secara terminologis Syî‘ah berarti orang-orang yang mendukung Sayyidina Ali bin Abi Thalib secara khusus, dan berpendapat bahwa hanya Sayyidina Ali saja yang berhak menjadi khalifah dengan ketetapan nash dan wasiat dari Rasulullah, baik secara tersurat maupun tersirat.

Mereka berkeyakinan bahwa hak imâmah (menjadi pemimpin umat Islam) tidak keluar dari keturunan Ali. Apabila imâmah ternyata tidak dalam genggaman keturunan Ali, berarti ada kedlaliman dari pihak lain, atau imam yang berhak sedang menerapkan konsep taqiyyah. Sentral doktrin Syiah terletak pada konsep Imamah (kepemimpinan umat sesudah Nabi). Hampir semua ajaran Syiah, baik ushul (akidah) maupun furu’ (syariah), selalu dikaitkan dengan imamah.

Selama ini dikabarkan bahwa al-Qur'an versi Syi'ah terdapat perbedaan dengan al-Qur'an yang ada dikalangan Sunni. Pihak Sunni menyatakan bahwa al-Qur'an yang ada di Syi'ah mengalami perubahan (penambahan maupun pengurangan), meskipun sementara pengikut Sunni lainnya menyatakan bahwa al-Qur'an cetakan Syi'ah sama saja dengan cetakan Sunni. Didalam internal Sunni sendiri masih ada tarik menarik mengenal hal ini. Disisi lain, Syi'ah terus berupaya menyakinkan pihak Sunni bahwa al-Qur'an yang mereka gunakan adalah sama dengan yang digunakan oleh pihak Sunni.

Salah satu buku yang membahas persoalan ini adalah buku berjudul "Al-Qur'an 100% Asli (Sunni - Syiah Satu Kitab Suci)". Buku ini ditulis oleh Dr. K.H. A. Muhaimin Zen, MA.

Menurut A. Muhaimin Zen, MAsebagaiman tertera didalam bukunya,  bahwa umat muslim Sunni maupun umat Muslim Syi’ah memiliki Al-Quran yang sama. Istilah tahrif atau perubahan Al-Quran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Syi’ah terhadap Syi’ah, merupakan salah satu biang keladi penyebab perpecahan diantara umat Muslim, khususnya yang terjadi diantara umat Sunni dan Syi’ah. Menurut Kyai Muhaimin, tahrif terhadap Al-Quran yang dilakukan oleh kaum minoritas Syi’ah telah ditentang oleh kalangan ulama Syi’ah sendiri. Hal ini disebabkan karena dalil yang mereka gunakan untuk membuat pernyataan tahrif ini bersumber pada riwayat-riwayat yang sanadnya dinilai lemah, mursal, atau terputus. Peristiwa tahrif Al-Quran tidak hanya terjadi di kalangan umat Syi’ah saja, akan tetapi terjadi pula dalam kalangan umat Sunni. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat hadis yang disandarkan kepada sahabat Umar ibn Khatab dan Aisyah, dan juga terdapat perbedaan-perbedaan diantara mushaf para sahabat. Akan tetapi pernyataan ini juga telah ditolak oleh mayoritas ulama Sunni. Intinya, baik Sunni maupun Syi’ah memiliki satu kitab suci yang sama yang kita sebut sebagai Mushaf Usmani. [1]

Salah satu yang dijelaskan dalam bukunya tersebut terkait dengan "Terhapusnya Nama Ali" didalam al-Qur'an. Bahwa didalam kitab hadits Syi'ah Ushul al-Kafi karya Kulaini, riwayat dari Muhammad al-Baqir menyatakan bahwa Malaikat Jibril menurutkan ayat al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 32 sebagai berikut:


وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فِى عَلِى فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ

Demikian pula riwayat dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah menyatakan bahwa firman Allah menyebutkan

من يطع الله ورسوله فى ولاية علِيٍّ والْاَئِمَّةِ مِنْ بَعْدِهِ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا



Dan riwayat dari Mankhal, dari Abu Abdillah 



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ آمِنُواْ بِمَا نَزَّلْنَا فِى عَلِيٍّ نُوْرًا مُبِيْنًا


Berdasarkan keterangan dalam buku tersebut, bahwa riwayat-riwayat tersebut tidak benar. Ulama besar Syi'ah Allamah Majlisi didalam kitab Mir'at al-'Uqul mengungkap kelemahan riwayat tersebut. Berdasarkan perawinya, sebagaimana dikatakan oleh Kasyani, riwayat tersebut tidak benar. [2]
buku karya A. Muhaimin Zen

Sementara dalam berbagai paparan pakar Aswaja NU menyatakan bahwa ulama Syi'ah sendiri menyatakan bahwa al-Qur'an mengalami perubahan berupa pengurangan dan penambahan.

Salahs seorang ulama Syi'ah bernama Al-Nuri al-Thabarsi  menulis kitab berjudul Fashl al-Khithab fi Itsbat Tahrif Kitab Rabb al-Arbab, yang membeberkan nama-nama ulama Syiah yang berpendapat bahwa al-Qur’an telah mengalami tahrif (perubahan).

Ulama Syi'ah lainnya seperti Sayyid Ni'matullah al-Jazairi dalam kitabnya al-Anwar al-Nu'maniyah menyatakan bahwa hadits-hadits yang banyak, bahkan mutawatir menunjukkan terjadinya distorsi (tahrif) dalam al-Qur’an baik dari segi lafal, isi maupun i’rab. Dalam kitab Masyariq Syumus Ad Durriyah  karya Sayyid Adnan al-Musawi al-Bahrani memberikan kesimpulan bahwa al-Qur'an yang ada ditangan mereka bukanlah al-Qur'an yang sempurna sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, ada perbedaan, perubahan dan ada yang dibuang seperti nama Ali, keluarga Muhammad, nama-nama orang munafik dan lain sebagainya. [3]

Ibnu Manshur

[1] http://www.iiq.ac.id/index.php?a=detilberita&id=205#.Vu06wk_cC8A

[2] Muhammad Zen,  Al-Qur'an 100% Asli (Sunni - Syiah Satu Kitab Suci). halaman 156-157.
[3] Pemaparan Ust. Muhammad Idrus Ramli didalam slide presentasinya yang berjudul "Ajaran Syi'ah Didalam Kitab-Kitab Syi'ah (LBM NU Jember)".





Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News