Top News :
Home » , » Fenomena Maraknya Bisnis Perdukunan Kota Metropolitian

Fenomena Maraknya Bisnis Perdukunan Kota Metropolitian

Posted on Tuesday, 15 March 2016 | garis 06:16

Jakarta, Muslimedianews ~ Jakarta selama ini dikenal sebagai kota metropolitan yang penuh dengan gedung pencakar langit. Gedung kantor modern menjulang tinggi hampir diseluruh pelosok, terutama di daerah Jakarta Pusat.
 
Namun demikian, banyak para pekerja di gedung tersebut ketakutan karena ada sosok yang mengganggu seperti jin atau roh jahat. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya memanggil dukun untuk melakukan pengusiran atau sekadar penangkalan.
 
Dilansir dari Financial Time, seorang karyawan di Jakarta Pusat mengatakan telah melihat bayangan dan mendengar suara wanita menangis di toilet. Padahal, tidak ada satu orang pun dalam toilet tersebut.
 
"Ini memberikan efek buruk dan benar-benar membuat takut. Jika seorang bekerja dan tidak senang sama bos atau orang lain itu normal dan biasa saja, tapi jika karena sesuatu yang lain ya itu memanggil dukun pengusir hantu," ucap karyawan yang tidak disebutkan namanya dilansir dari Financial Time, Sabtu (2/10).
 
Menurut Financial Time, pengusaha di seluruh dunia termasuk Indonesia memastikan karyawan senang dan tidak diganggu di tempat kerja. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim disebut masih menganut sistem kepercayaan tradisional, termasuk animisme dan perdukunan.
 
Parlemen atau DPR RI padahal telah melarang ilmu hitam namun ditentang karena hal tersebut bagian penting dari budaya Indonesia. Keyakinan tentang ilmu hitam dan hantu ini akhirnya menciptakan peluang bisnis karena setiap orang percaya tentang gangguan makhluk halus dan ini mempengaruhi semangat kerja dan produktivitas.
 
Bisnis orang-orang yang mengaku bisa menangkal kejahatan ilmu hitam di tempat kerja ini akhirnya tumbuh dan berkembang. Mereka banyak dipanggil oleh perusahaan multinasional. Banyak manajer di kantor Jakarta yang memiliki dukun atau penangkal kejahatan ilmu hitam.
 
Salah satu pengusaha dukun, Abu Aqila mengatakan telah bekerja 15 tahun untuk mengusir hantu dan menangkal ilmu hitam di kantor Jakarta. Tidak hanya itu, dia juga kerap dipanggil untuk mengusir hantu di pabrik-pabrik, dan bisnisnya terus berkembang hingga saat ini.
 
Abu Aqila telah menjalankan bisnisnya selama 44 tahun dan sudah lebih dari 100 orang yang dia latih untuk bisa mengusir hantu. Anak buahnya beroperasi di Jakarta dan sekitarnya. Bayaran Abu Aqila juga tergolong mahal yaitu sekitar Rp 7 juta hingga Rp 15 juta dalam sekali kunjungan.
 
Dalam proses pengusiran atau penangkalan, 4 sampai 5 orang tim Abu Aqila akan datang ke gedung perkantoran yang memanggilnya. Biasanya, mereka datang menggunakan seragam, baju kemeja biru serta celana panjang hitam. Di bajunya, ditulis nama usaha Aqila yaitu Bengkel Rohani atau Pelatihan Spritual.
 
Proses pengusiran bisa berlangsung selama lima jam, dan dimulai dengan menenangkan para pekerja. Selanjutnya, tim Abu Aqila akan mencari tanda tanda roh jahat yang menghantui bangunan. Salah satu tandanya adalah dinding retak atau bau yang menyengat. Dia kemudian menjelaskan penyebab penampakan dan meminta para pekerja untuk membaca ayat-ayat Al-Quran untuk mengusir roh.
 
"Jin jahat ini biasanya di tempat pengap seperti ruang mesin, tempat kotor, atau tempat gelap dan lembap," ucap salah satu orang tim Abu Aqila. Dia juga menyebut, jin atau hantu jahat juga suka keramaian, di mana banyak orang bekerja di bawah tekanan dan stres.
 
Bisnis ini cukup menjanjikan karena tim Aqila bisa dipanggil setidaknya sekali seminggu.
 
Tidak hanya yang beragama Islam, karyawan atau bos perusahaan beragama Kristen disebut juga percaya tentang hal gaib seperti ini. Kejadiannya, salah satu bos di Jakarta disebut memanggil seorang wanita dari Bali untuk melakukan ritual Hindu untuk melihat apakah ada tanda tanda aktivitas paranormal atau gaib di kantornya.
 
"Bos saya ini awalnya telah memanggil ustadz, tapi akhirnya dia lebih nyaman menggunakan ritual Hindu," ucap karyawan tersebut.
Sumber: Merdeka.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News