Top News :
Home » » Jamaah Shalat Jum'at di Masjid Dhahran, Berjubah sampai yang Bercelana Pendek

Jamaah Shalat Jum'at di Masjid Dhahran, Berjubah sampai yang Bercelana Pendek

Posted on Sunday, 20 March 2016 | garis 10:06

Muslimedianews.com ~ Masjid Dhahran (Arab Saudi) adalah nama sebutan untuk "masjid jami'" di kampusku. Sepertinya ada puluhan masjid di area kampus ini. Itu belum termasuk mushala-mushala kecil yang hampir ada di setiap gedung di kampus. Masjid Jami' adalah sebutan untuk "masjid raya" tempat untuk berkumpulnya salat-salat tertentu seperti salat Jum'at, salat Idul Fitri & salat Idul Adha. Meskipun banyak masjid, hanya di Masjid Dhahran ini untuk Jumatan.

Karena penduduk kampus dari berbagai suku-bangsa, negara, dan mazhab Islam, maka kebayang kan bagaimana warna-warninya para peserta Jumatan: pakaiannya, tata-cara salatnya. Dari segi busana misalnya, ada yang memakai jubah Saudi, jubah Sudan, gamis Pakistan (shalwar kameez), sarong Yaman, jeans, baju, kaos, training, bahkan celana pendek atau kolor yang hanya menutup lutut. Memang sih "aurat" laki-laki cuma sampai lutut jadi secara teori, salat tidak masalah asal lutut tertutup. Penutup kepalanya juga beraneka ragam.

Karena kaum Muslim di kampus berasal dari berbagai mazhab dalam Islam, tata-cara salatnya pun warna-warni: takbirnya, sedakepnya, rukuknya, takhiyatnya, duduknya, gerakan kepalanya, bahkan cara ngacung jari telunjuk juga berlainan (ada yang diam-lurus, ada yang utak-utik, ada yang mlungker dlsb).

Meskipun berbeda-beda tetapi rukun tidak saling mengklaim kebenaran tafsir dan "kemurnian" pakaian dan tata-cara salat. Masuk masjid sama-sama, keluar masjid pun sama-sama uyel-uyelan. Indahnya sebuah kebersamaan dan saling pengertian, bukan? Kita boleh saja meyakini "tafsir agama" kita setengah mati tetapi jangan paksakan tafsir kita itu kepada orang lain. Banyak orang sebetulnya mempraktekkan dan membela mati-matian sebuah "tafsir agama", bukan agama itu sendiri, tafsir tentang Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.

[Catatan; ini "postingan perdana" setelah FB-ku koma sekian lama diserbu oleh para "zealot agama"]

4 Maret 2014
Sumanto Al-Qurtubiy, Dosen Antropologi di King Fahd University, Arab Saudi


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News