Top News :
Home » » Tgk Muntasir A Kadir: Ada Umat Islam Sambut Gerhana dengan Cara Jahiliyah

Tgk Muntasir A Kadir: Ada Umat Islam Sambut Gerhana dengan Cara Jahiliyah

Posted on Thursday, 10 March 2016 | garis 10:55


Aceh, Muslimedianews ~ Dalam menyampaikan khutbah shalat gerhana yang dilaksanakan di komplek Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Rektor IAI Al-Aziziyah yang juga pimpinan dayah ini, Dr. Tgk Muntasir A Kadir menyebutkan ada sebagian umat Islam hari ini yang menyambut peristiwa gerhana dengan cara-cara jahiliyah. Beliau sangat menyayangkan hal seperti ini karena menurutnya peristiwa gerhana adalah sesuatu yang seharusnya dijadikan i’tibar bagi kaum muslimin.

Tgk Muntasir menyebutkan, “Ada sebahagian saudara kita yang sengaja datang jauh-jauh dan dari jauh hari telah membooking hotel hanya sekedar untuk melihat pertunjukan yang menghadirkan sederet artis ibukota di pantai-pantai. Ini adalah jahiliyah modern. Kenapa dinamakan jahiliyah, karena peristiwa gerhana adalah tanda alam yang seharusnya menjadi i’tibar dan diambil pelajaran di dalamnya. Ketika peristiwa gerhana kita dianjurkan untuk melakukan shalat, memperbanyak doa dan istighfar, bukan bermaksiat atau hura hura.”

“Matahari dan bulan adalah dua diantara makhluk Allah yang besar, kalau keduanya tidak berdaya dan tunduk di bawah kekuasaan Allah, maka apalagi dengan kita hamba yang lemah ini. Karena itu kita tidak boleh sombong dan harus senantiasa ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Adanya gerhana matahari dan bulan juga menjadi pelajaran bagi mereka yang menjadikan keduanya sebagai sesembahan, karena bagaimana mungkin matahari dan bulan patut untuk disembah, sementara keduanya tidak mampu menolak kekurangan yang Allah munculkan dengan pudarnya cahaya tatkala terjadinya gerhana. Maka seharusnya peristiwa gerhana semakin mempertebal keimanan kita”, kata Tgk. Muntasir yang juga menjabat sebagai Wasekjen HUDA.

Menurut beliau, memang ada sedikit perbedaan antara Jahiliyah masa lalu dengan jahiliyah modern dalam menyikapi gerhana. Kalau jahiliyah masa lalu, mereka akan memukul lonceng atau bunyi-bunyian. Hal itu dilakukan karena dalam anggapan mereka penyebab terjadinya gerhana matahari dikarenakan matahari ditelan oleh sebuah makhluk besar seumpama raksasa. Mereka meyakini, dengan suara bunyi-bunyian itu raksasa jadi takut hingga akhirnya matahari dimuntahkan kembali. Keyakinan itu semakin bertambah ketika gerhana berakhir yang dalam anggapan mereka itu pertanda matahari telah dimuntahkan kembali. Namun demikian, apa yang ditunjukkan oleh Jahiliyah masa lalau dan jahiliyah modern sama-sama tidak menjadikan peristiwa gerhana sebagai ibrah atau pelajaran, dan cara itu sangat bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.





Sumber: Ngaji Yuk!
 

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News