Top News :
Home » » Kepala BNPT: Densus 88 Berjuang Demi NKRI, Jangan Dipojokan

Kepala BNPT: Densus 88 Berjuang Demi NKRI, Jangan Dipojokan

Posted on Wednesday, 20 April 2016 | garis 07:00


Jakarta, Muslimedianews ~ Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian meminta masyarakat tidak menyudutkan Densus 88 Antiteror Polri atas kematian terduga teroris asal Klaten, Siyono.

Ia menegaskan, kerja anggota Densus 88 semata-mata demi menumpas terorisme di Indonesia.

"Mereka berjuang demi NKRI, tolong mereka jangan terlalu dipojokkan. Lihat permasalahan dengan objektif. Terorisme ancaman bagi kita semua," ujar Tito dalam siaran pers yang diunggah di akun Facebook Divisi Humas Polri, Rabu (13/4/2016).

Menurut Tito, tugas anggota Densus 88 sangat berat. Ia pun mengisahkan pengalamannya saat bertugas di Poso beberapa tahun lalu. Tito pernah menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Polri. 

"Kami buat DPO (Daftar Pencarian Orang), mereka (kelompok teroris) juga buat DPO. Kami DPO mereka. Jadi bertarung nyawa lagi, ditarget lagi. Kami jadi TO (target operasi) mereka," kata Tito.

Beratnya tugas Densus 88 dianggap Tito tidak sebanding dengan remunerasi yang mereka terima. Jumlahnya hanya Rp 2 juta per bulan.

Tugas berat dan kecilnya remunerasi bagi anggota Densus 88 menjadi masalah di internal dan pribadi anggota. 

"Berapa banyak juga anggota Densus yang cerai, karena keluarga mereka ditinggal berbulan-bulan, sementara uang diberikan sekadarnya," kata Tito.

Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno sebelumnya menyatakan, dari pemeriksaan awal, penangkapan dan pemeriksaan terhadap Siyono sudah dilakukan sesuai prosedur standar operasi yang berlaku oleh Densus 88.

Kekerasan, lanjut Dwi, terjadi ketika petugas membuka borgol Siyono guna menunjukkan lokasi barang bukti di wilayah Prambanan, Yogyakarta.

Saat borgol dilepas, Siyono menyerang anggota Densus 88 sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan pemimpin wilayah Jamaah Islamiyah di Klaten itu meninggal karena pendarahan di bagian kepala.

Namun, Komnas HAM menduga ada pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 Polri dalam penanganan Siyono.




Sumber: FB Divisi Humas Polri.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News