Top News :
Home » , , , » GP Ansor: Sebagian Besar Pengurus NU Struktural di Babel Tidak Terdidik ke-NU-annya

GP Ansor: Sebagian Besar Pengurus NU Struktural di Babel Tidak Terdidik ke-NU-annya

Posted on Wednesday, 4 May 2016 | garis 15:41

Babel, Muslimedianews ~ Di saat NU melalui GP Ansor sedang gencar-gencarnya menolak gerakan makar Hizbut Tahrir dengan instruksi copot baliho provokatif anti Pancasila dan NKRI, KH Usman Fathan, Rais PWNU Bangka Belitung justru sangat mesra dengan kelompok yang di Arab Saudi saja tidak diterima itu.

KH Usman, dalam video yang tersebar di media sosial, dengan terbata-bata mengajak kepada masyarakat untuk menghadiri acara muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang diselenggarakan di 63 kota di seluruh Indonesia.

“Mari hadiri, muktamar tokoh umat 1437 Hijriyah pada hari Sabtu 30 April 2016 di Hotel Mutiara Pangkal Pinang yang diselenggarakan DPD 1 Hizbut Tahrir Indonesia, Bangka Belitung. Acara ini diselenggarakan di 63 kota di seluruh Indonesia,” katanya dalam video berdurasi 1.53 menit itu.

Bahkan, Kiai Usman ikut beropini dengan menyatakan bahwa sesungguhnya penerapan syariah secara kaffah dalam institusi khilafah lah kerahmatan Islam akan terwujud bagi seluruh alam. “Syariah dan Khilafah mewujudkan Islam Rahmatan lil alamin,” ujarnya.

GP Ansor Tidak Kaget

Atas beredarnya video tersebut, GP Ansor Bangka Belitung menanggapinya tanpa berbusa-busa. Hafiz Rusli S.Pd.I, Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bangka-Belitung (Babel), mengaku tidak kaget dengan statemen di video. Hafidz menjamin fakta bahwa sebagian besar pengurus NU struktural di Babel tidak terdidik ke-NU-an nya. “Permasalahannya tidak terdidik saja, bukan dimanfaatkan,” ujarnya kepada Duta Islam, lewat BBM, kemarin (2/05/2016) malam.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, rekrutmen NU di Babel itu beberapa diantaranya asal comot. Jadi, jaringan Jamaah Tabligh (JT) dan lainnya bisa mudah masuk dalam struktur kepengurusan NU. Termasuk jaringan HTI dan mantan Pengurus Muhammadiyah.

Salah satu bukti asal comot yang diutarakan Hafidz adalah tidak dimasukkannya salah satu kiai Belitung yang jelas sanad keilmuannya. Salah satu yang ia sebut adalah KH Ali, pengasuh pesantren Daarul Arafah, Belitung. Kiai Ali inilah yang punya guru bernama Kiai Hambali Rembang, guru Gus Dur juga yang terkenal wali nyentrik.

Ada 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya di Babel. Di pulau Belitung, Ansor selalu minta arahan ke Kiai Ali ini, namun namanya ternyata tidak masuk jajaran pengurus NU cabang maupun NU wilayah. Padahal, jamaahnya ribuan.

Satu-satunya kiai yang menurut Hafidz punya pengaruh di Babel saat ini adalah Kiai Ali. Beberapa waktu lalu, KH Said Aqil Siraj diundang untuk acara Maulid Nabi dan Manaqib Qubro Syeikh Abdul Qadir Jailani di Daarul Arafah.  

Sebagai pengurus Ansor, Hafidz menyayangkan sekali atas beredarnya pernyataan Kiai Usman. Namun apa boleh buat, cengkeraman JT dan HTI di Babel sudah lama ia dengar sejak masih kuliah di UII Jogjakarta. “Tindakannya sebagai Rais NU meresahkan warga NU dan warga Babel,” tandasnya.

Tentang Kiai Usman

KH Usman Fathan adalah putra Belitung kelahiran Jebus, Ujung Utara Bangka. Lahir pada 1927 M dari pasangan Sasur Fathan dan Sugi’ah. Kini tinggal di Pangkalpinang, tepatnya di Gang Kenangan Kampung Pelipur.

Setelah ditelusuri, selama jadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung, Kiai Usman Fathan memang sudah lama blusukan bersama HTI Babel dalam beberapa agenda acara. Pada 2014 lalu, Kiai Usman bersama Ustadz Abdul Lathif Somad (Wakil Syuriah NU Babel) hadir dalam acara bertajuk “Indonesia Milik Allah” yang digelar DPD 1 HTI Babel di alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang (30 Desember 2014). 

Sebelumnya, pada 27 Mei 2014, ia juga hadir dalam acara Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) oleh DPD 1 Babel yang berlangsung di Ball Room Hotel Santika. Temanya, lagi-lagi “Indonesia Milik Allah.” Dalam laporan berita yang dirilis oleh situs HTI itu, Kiai Usman disebut meminta waktu untuk bicara di forum, bukan diminta, tapi meminta. Sekali lagi, meminta. 

“Ketua MUI Babel, KH Usman Fathan, yang juga Rois ‘Am Syuriah PWNU Babel meminta waktu untuk menyampaikan nasihat kepada hadirin sebagai bentuk dukungan atas perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah.”

Jika dukungan Kiai Usman itu ada di Jember, barangkali akan ada protes besar-besaran dari GP Ansor setempat. Menurut Hafidz, di Bangka dan Belitung, gerakan makar masih aman berpolah karena kader NU di sana masih mudah dibajak kelompok makar semacam HTI. Apalagi sekarang HTI sedang beralih tema propaganda, dari “Indonesia milik Allah” ke tema yang lebih seksi: Islam Rahmatan lil Alamin.

“Malu-maluin NU. Saya ingin PBNU turun tangan dan ikut mengontrol NU di Bangka Belitung.,” tandas Hafidz yang punya sanad al-Qur’an ke Kyai Arwani Amin Kudus tersebut.  [dutaislam.com/ abdullah badri]

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News