Top News :
Home » , , » HTI Nantangin Debat, PCNU Jember: Kami Siap Dialog Dimana pun dan Kapan pun

HTI Nantangin Debat, PCNU Jember: Kami Siap Dialog Dimana pun dan Kapan pun

Posted on Thursday, 5 May 2016 | garis 08:39


Jember, Muslimedianews ~ Pengurus Cabang NU Kabupaten Jember menjawab tantangan Hizbut Tahrir Indonesia untuk berdialog soal Islam, NKRI, dan Pancasila. Hal ini menjadi benang merah diskusi bertema Langkah Taktis dan Strategis Menyikapi HTI di Universitas Islam Jember, Rabu (4/5/2016).

"Nanti yang akan menjawab tantangan itu adalah Lajnah Bahtsul Masail NU Jember," kata Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin.

Abdullah mempersilakan HTI memilih lokasi dialog. "Di media massa, HTI menyatakan siap untuk berdialog. Silakan. Kami jamin aman, tidak akan ada aksi massa. Nanti Banser akan mengamankannya," katanya.

Juru bicara LBM NU Jember Abdul Wahab Ahmad menegaskan kesiapan untuk berdialog dengan HTI. "Kami sudah siap. Mau dialog di mana pun dan kapan pun," katanya.

"Kami tentu akan mendialogkan bagaimana HTI di Indonesia. Kami akan mempertanyakan pernyataan HTI yang cinta NKRI dan Pancasila, tapi itu berlawanan dengan dokumen-dokumen resmi mereka," kata Wahab.

LBM NU Jember akan menampilkan sosok HTI ke publik. "Kita terbuka saja, siapa mereka, di Indonesia bagaimana, posisinya bagaimana, misinya apa. Jadi kita agar sama-sama tahu. Selama ini kita tahu keberadaan mereka menimbulkan penolakan masyarakat dan ide-idenya cukup radikal untuk diterapkan di Indonesia," kata Wahab.

Menurut Wahab, HTI berbeda dengan gerakan-gerakan transnasional keagamaan di Indonesia. "HTI punya misi itu (khilafah), sementara yang lain tidak," katanya.

"Perlu dicatat, HTI bisa bergerak bebas di Indonesia karena demokrasi. Di negara-negara lain di Timur Tengah, yang demokrasinya di bawah Indonesia, mereka sudah dilarang. Kalau HTI mau mengkritik demokrasi, perlu dipertanyakan," kata Wahab.

Keberadaan HTI di Jember memunculkan protes dari Gerakan Pemuda Ansor. Muktamar yang digelar di rumah makan New Sari Utama, Minggu (1/5/2016), buyar setelah massa Ansor datang. Ansor menilai HTI sudah melawan hukum, karena menolak NKRI dan Pancasila. (KBA Aswaja)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News