Top News :
Home » , » Baguslah Kau Bangga Jadi Wahhabi

Baguslah Kau Bangga Jadi Wahhabi

Posted on Saturday, 2 July 2016 | garis 09:21

Muslimedianews.com ~KAU BANGGA  JADI WAHHABI
Curahan Hati Hamba Allah Yang Tak Mau Ikut Wahhabi

Kau bangga jadi wahhabi
Terserah kau, ku tak peduli
Tapi, kita ketahui, kau juga sadari
Bahwa kau memang Wahhabi

Baguslah, tidak kau Ingkari
Bahwa kau adalah Wahhabi
Kau mengaku ikut sunnah Nabi
Padahal kau t'lah akui, kau adalah Wahhabi
Pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi

Kau tahu cirimu sebagai Wahhabi
Kebanyakan kau memang bertanda hitam didahi
Nabi & sahabat tak bertanda hitam didahi
Karena itu lebih ke tanda riya', penyakit hati
Hanya jenggot, sudah sok paling ikut Sunnah Nabi
Padahal pengetahuan tentang sunnah baru se-ujung jari

Kau tahu cirimu sebagai Wahhabi
Celana cingkrang kau banggai
Lagi-lagi merasa paling ikut Sunnah Nabi
Lalu yang lain kau tuduh haram dan sesati
Pernahkah kau lihat mufti Saudi ?
Pakai jubah sampai menyapu lantai
Kau pura-pura tak pernah plototi
Cobalah kau pahami hadits Nabi
Isbal haram kalau disertai sikap takabburi

Kau tahu cirimu sebagai Wahhabi
Karena kau memang Wahhabi
Kau enggan tahlilan dan maulid Nabi
Tahlilan dzikir dan do'a untuk orang mati
Kau ingkari karena kau tak mengerti
Gembira dan bersyukur dengan kelahiran Nabi
Kau juga ingkari, bahkan kau sesati
Lalu kau mengaku cinta Nabi ?!

Ibnu Abdul Wahhab At-Tamimi kau peringati
Perayaan selama 1 pekan tiada henti
Dihadiri pejabat kerajaan dan mufti Saudi
Ku tahu, tidak semua kau seperti Saudi
Bahkan kau lebih Saudi dari Saudi

Kau bangga jadi wahhabi
Katamu "Biarlah aku digelari salafy-wahabi"
Tapi ternyata kau tak mau disebut Wahhabi
Bahkan kau berniat untuk balas mencaci
Mencaci mereka yang menyebutmu Wahhabi

Tapi, kau tetap banggga jadi wahhabi
Kau kira, gelar wahhabi itu sebuah puji
Kau kira, "wahhabi" nisbat pada Ilahi
Kau kira, wahhabi nisbat ke Ibnu Rustum al-Wahbi
Kau tak bisa bedakan antara Wahbi dan Wahhabi
Ibnu Rustum pengikut Wahbi, kau kira pengikut Wahhabi
Kau juga kira, Wahhabi buatan Syi'i
Kau juga kira, orang kafir bikin istilah Wahhabi
Kau sebenarnya bingung pada diri sendiri
Sekuat tenaga kau berupaya mengingkari
Harusnya, kau tetap bangga dengan wahhabi
Kau pahami, sadari dan jangan ingkari
Wahhabi nisbat kepada Ibnu Abdul Wahhab At-Tamimi

Kau bangga jadi wahhabi
Tapi kau Wahhabi tak kenal jati diri
Mengaku ikut madzhab Hanafi, Maliki, Hanbali dan Syafi'i
Disisi lain, anti madzhab ulama pewaris Nabi
Anti madzhab pada hakikatnya punya madzhab sendiri
Ini saja tidak kau pahami

Kau bangga jadi wahhabi
Katamu "aku ikut pendapat yang sesuai sunnah Nabi"
Menimbang pendapat ulama saja kau tak mengerti
Kau masa bodoh dengan hal ini
Karena kau memang bukan seorang "Madzhabi"

Masyarakat muslim ikuti tradisi
Kau bilang ikut tradisi nenek moyang yang tidak Islami
Padahal yang mereka ikuti adalah tradisi Islami
Yang sudah ditimbang dengan dalil-dalil syar'i
Ulama dan kiai sudah melakukan filterisasi
Mana yang boleh dan tidak boleh lestari
Kaulah yang tidak mengerti

Kau sinis pada Kiai
Masyarakat kau kira ikut madzhab Kiai
Padahal kiai mengajarkan madzhab Syafi'i
Kaulah yang tidak mengerti

Kau bangga jadi wahhabi
Sufi dan ajaran tasawuf lagi-lagi kau sesati
Jika begitu,"Bagaimana bisa kau jadi baik", kata Imam al-Syafi'i
Cara beragamamu pincang, tak kau sadari
Tak mengerti Islam, Iman dan Ihsan yang dari Nabi

Kau banggga jadi wahhabi
Kerajaan Saudi paling kau puja-puji
Terbentuk dari tiga serangkai yang berkolaborasi
Ibnu Saud, Muhammad Ibnu Abdul Wahhab dan Britani
Itulah kenapa namanya Arab Saudi
Kerajaan keluarga bani Saud, bukan keturunan Nabi

Kau bangga jadi wahhabi
Tawassul dengan yang wafat, kau sesati
Padahal tawassul itu do'a dengan sesuatu yang dicintai Ilahi
Nabi adalah manusia yang dimulyakan oleh Allah Rabbi
Kau kira, wafatnya Nabi tiada arti
Itulah beda wahhabi dengan Aswaja (Sunni Asli)
Tawassul telah jadi tradisi ulama Sunni
Bahkan tawassul juga dilakukan oleh sahabat, ashhabun Nabi
Kaulah yang tidak mengerti

Kau bangga jadi wahhabi
Katamu, "jangan konsumsi hadits imitasi"
Kau sebut imitasi karena tak ditashhih Al-Albani
Padahal Albani dikenal tanaqudh/kontradiksi

Kau bangga jadi wahhabi
Mengklaim ikut pemahaman ashhabun Nabi
Padahal kau t'lah akui, kau adalah Wahhabi
Jangan-jangan kau tak mengerti diri sendiri
Kau dalam kebid'ahan wahhabi, tak juga kau mengerti
Gencar menuduh syirik, padahal kau Mujassimi
Kau syirikkan, ziarah kubur sunnah yg jadi tradisi
Kau syirikkan, do'a bit-tawassul pada ilahi
Kau syirikkan, tabarruk dengan peninggalan Nabi
Semua itu sunnah yang kau tuduh ingkar ajaran Nabi
Kaulah yang tidak mengerti

Kau bangga jadi wahhabi
Tapi kami tak mau ikuti Wahhabi
Kami bukan wahhabi, bukan rafidli, apalagi majusi

Baguslah kau bangga jadi Wahhabi
Sehingga kami semakin mudah mengenali
Siapa yang bukan wahhabi dan siapa wahhabi
Tapi kami tak sepenuhnya mempercayai
Karena disana kau berkata itu, disini kau berkata ini

Kau bangga jadi wahhabi
Tapi kami tak mau ikuti Wahhabi
Cukup bagi kami, fiqih bermadzhab Syafi'i
Bersama ulama madzhab lainnya pewaris Nabi
Beraqidah sesuai ashhabun Nabi dan Nabi
Yang diajarkan oleh Imam Abul Hasan al-Asy'ari
Semua ulama besar diseluruh zaman mengakui
Bahkan Ibnu Katsir seorang Asy'ari
Ibnu Hajar, Imam al-Nawawi, seorang Asy'ari

Kau bangga jadi wahhabi
Tapi kami tak mau ikuti Wahhabi
Dakwah kami mengajak tidak mencaci-maki
Tidak menuduh syirik sesat kafir kepada saudara/i
Ma'siat, kemungkaran dan ketidak benaran, kami ingkari
Itu sebabnya, wahhabi tidak kami ikuti




Oleh : Ibnu L' Rabassa




Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News