Top News :
Home » » Benarkah Ada Kebohongan Bom Madinah ? Tanggapan Untuk Fathuddin Ja'far

Benarkah Ada Kebohongan Bom Madinah ? Tanggapan Untuk Fathuddin Ja'far

Posted on Tuesday, 5 July 2016 | garis 14:23

Muslimedianews.com ~ Santer di sosial media dan messenger yang menyebarkan pesan dari seorang bernama Fathuddin Jakfar yang mencampur adukkan antara fakta dan opini pribadinya terkait dengan tradegi bom di Madinah.
***
Seiring bom tak jauh dari masjid Nabawi beserta pemberitaannya, ada tulisan yang menyangkal informasi umum yang beredar. Nara sumbernya orang bernama Fathuddin Ja’far, yang saat kejadian mengatakan berada di dalam Masjid Nabawi. Kesaksian ini dimuat di sejumlah media, beredar di socmed, grup WA dan seterusnya, yang intinya berita bom Madinah tak sesuai fakta, berlebihan dan merupakan sebuah konspirasi untuk menyudutkan Islam.

Berdasar kesaksian Ja’far, ia tidak mendengar ledakan, hanya melihat kepulan asap. “Kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para sahabat Rasulullah.”

Di dalam masjid, katanya, juga tak seorang pun yang membicarakan soal bom. Suasana di dalam masjid dan luar masjid juga seperti biasa, tak ada yang berubah dari malam-malam sebelumnya.

Dengan instingnya Ja’far merasa ada yang tidak benar dengan berita yang beredar. Ia merasa bahwa yang terjadi hanyalah konspirasi. “Naluri media dan konspirasi saya muncul,” tulisnya.

Dan ia makin meyakini konspirasi itu saat melihat televisi dan internet, di mana berita pemboman sudah menyebar luas. Ia memutar Al-Arabiya, yang memberitakan pertama kali kejadian tersebut, dan menyebutnya sebagai televisi milik Yahudi yang sengaja ingin memprovokasi. Ia menganggap beritanya terlalu dibesar-besarkan dan running-text Al-Arabiya sangat provokatif. Ia pun mengecam Al-Arabiya, menyebut bahwa semua adalah kebohongan kaum kafir yg ingin menjatuhkan Islam. “Saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitnah dan konspirasi dari segala arah yg sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah,” tulisnya yang lalu dimuat oleh sejumlah media yang tidak begitu jelas kedudukannya.
***
Membaca tulisan Fathuddin Ja’far saya hanya melihat orang yang di kepalanya memang sudah diinapi pikiran bahwa Islam sedang diserang, bahwa selama ini ada konspirasi untuk menjatuhkan Islam oleh kaum kafir. Aku tidak tahu Islam yang mana yang dimaksud Ja’far, karena sebagai orang Islam aku tidak merasa. Lalu kafir yang mana juga tak jelas, apakah kafir Amerika, kafir Yahudi atau kafir dari planet Mars.


Kesaksian Ja’far, yang di-share banyak orang, tak menggugurkan berita yang ia bantah. Bahkan ia juga tendensius dan terlihat kurang wawasan ketika menyebut Al-Arabiya sebagai TV Yahudi, karena Al-Arabiya tak lain dimiliki oleh Kerajaan Arab Saudi. Entah dari mana Ja’far punya informasi bahwa Al-Arabiya milik Yahudi–dari sebuah sumber atau imajinasinya semata. Kita tidak tahu. Mungkin dari intelijen galaksi Andromeda.

Dalam tulisannya Ja’far menyebut bahwa kepulan asap, sekali lagi kepulan asap, bukan ledakan, terjadi jauh dari Masjid Nabawi. “Kepulan asap di seberang Baki, makam sahabat-sahabat Rasullullah,” jelasnya.
Jauh-dekat relatif. Berdasar standar keamanan ledakan di radius 3 km dari obyek atau lokasi vital bisa dikatakan dekat dan sudah berkategori sangat mengancam dan membahayakan. Apalagi berdasar penjelasan dari pejabat KJRI Saudi, Fadhly Achmad Hamid, lokasi ledakan hanya berjarak 500 meter dari masjid Nabawi, tepatnya di area parkir keamanan, bagian belakang masjid Nabawi. Aku tidak tahu apakah Ja’far mengecek area ini.

Justru sangat aneh jika Ja’far menganggap ledakan di tempat yang asapnya bisa disaksikan jelas dari Masjid Nabawi disebut jauh dan tak membahayakan. Bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan dan jamaah di Masjid Nabawi masih anteng tarawih karena memang tak menyadarinya dan itu menunjukkan manajemen keamanan cukup bagus. Karena jika langsung dikabarkan kepada jamaah bahwa ada bom meledak di luar kawasan masjid, kepanikan dan kekacauan bisa terjadi–dan mungkin justru menimbulkan korban.

Persoalan bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan tidak lantas ledakan tidak ada. Apa yang tidak kita ketahui tidak lantas tidak terjadi. Karena ada situasi-situasi yang membuat kita sering tidak mengetahui peristiwa yang terjadi tak jauh dari posisi kita. Orang yang berada di sekitar kejadian sebuah peristiwa tidak selalu mengetahui dan menyadari apa yg sesungguhnya terjadi. Jurnalis yang baru datang justru sering lebih tahu, karena ia mewawancarai banyak saksi mata dan mengecek tempat kejadian perkara.

Orang-orang yang ada di dalam Sarinah Thamrin saat terjadi bom di luarnya banyak yang tak tahu apa yang terjadi. Beberapa juga tak mendengar bom. Saya yang berkantor tak sampai 2 km dari lokasi bom Thamrin saat itu juga tak mendengar suara, meski beberapa orang di kawasan kantor saya bilang mendengar. Itu soal telinga, atau fokus dan konsentrasi yang berbeda.

Tapi pihak keamanan Arab Saudi sudah jelas mengonfirmasi ledakan itu, yang menewaskan 2 orang dan melukai 4 orang. Foto korban juga sudah dirilis media. Bukan hanya Al-Arabiya, tapi Al-Jazeera dan media-media Islam lain juga memberitakannya, selain ratusan media internasional. Media tak mungkin mengarang untuk informasi ini. Jadi aku tidak tahu dmn kebohongan media yang dibilang oleh Fathuddin Ja’far, dan lebih tidak tahu lagi media kafir mana yang berbohong.

Saya mengecek video Al-Arabiya di webnya dan Al-Arabiya tdk memberitakan bahwa ledakan terjadi di gerbang Masjid Nabawi. Lalu apa lantas itu tidak berbahaya dan tidak layak diberitakan besar-besaran oleh media? Jika kamu berpikir berpikir begitu maka kamu tidak tahu media, tidak tahu betapa pentingnya arti Madinah–apalagi masjid Nabawi dan nilai beritanya (news value). Jangankan bom, ada satu org mati ditusuk di kawasan Masjid Nabawi bisa menjadi berita besar. Karena Madinah dan Masjid Nabawi punya arti penting buat umat Islam.

Membaca tulisan Fathuddin Ja’far, aku tidak tahu media kafir mana yang ia tunjuk, karena Al-Arabiya dan Al-Jazeera adalah milik Arab Saudi dan Qatar, yang wartawannya juga sebagian besar muslim. Atau Ja’far menganggap Al-Arabiya dan Al-Jazeera juga media kafir? Lalu yang bukan kafir yang mana? Mbuhlah…. Makin banyak orang sakit jiwa akhir-akhir ini, yang dikit-dikit bilang sesat dan kafir.

Tapi jika tidak ingin terlihat ngawur dan ngasal, jika kamu punya dugaan simpanlah dugaanmu untuk dirimu sendiri sebelum menemukan bukti. Jika kamu meyakini adanya konspirasi telitilah dulu sebelum menuduh sana-sini. Bukan cuma keluar masjid, balik hotel ngecek internet dan nonton TV lalu berteriak ada konspirasi. Tak ada keterangan apakah Fathuddin Ja’far mengecek TKP, melihat korban atau benda yang terbakar akibat ledakan, seperti yang lazim dilakukan wartawan.

Oleh : Mohamad Syafi' Ali via Islami.co

*Fathuddin Jakfar, dulu di PKS, bersama Ihsan Tanjung, Mashadi, Abdul Malik dan lain-lain. Dialah yang pernah menterjemahkan surat  peringatan yang disampaikan para tokoh senior PKS terhadap Hilmi ke dalam bahasa Arab. Terjemahan itu lantas dikirim kepada Syekh Abdul Qadir dari Madinah, salah satu donatur PKS.


*Pesan Fathuddin yang menyebarkan di sosial media, messenger dan situs kelompok mereka.
BOM MADINAH, FITNAH APA LAGI YG DIARAHKAN KEPADA UMAT ISLAM?

Berita bom yg terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turkiye bbrp hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami krn mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Smg Allah lindungi..

Kami yg setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dg jumlah sktr 2 juta shoimin dan mu'takifin tdk terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i'tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki', makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.

Saking jauh dan tdk mengganngunya peristiwa tsb, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Sy sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yg sy temukan berdiskusi mslh bom tsb, apalagi dlm keadaan bingung..

Sbb itu sy berkesimpulan : Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tsb krn memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan2 singkat masuk ke hape via wa yg isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.

Tentu sy kaget tak kepalang. Sy langsung putuskan utk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yg ke 30 di Masjid Rasul yg sanagt dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam2 sebelumnya.

Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sdh heboh sekali. Sampai sy di kamar hotel tmpt kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yg sangat populer bbrp tahun belakangan yg muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Filing media dan konspirasi sy benar. Sy lihat pembawa berita live sd gmewancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah TimurTengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yg membuat sy yakin bhw umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahdapi konspirasi tingkat tinggi yg sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :

1. Beritanya sangat dibesar2kan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dg saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sdh saling tau atau tukar informasi sblm kejadian. Begitu juga dg kejadian2 bom di wilayah lain di seluruh negeri Mulism.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yg diwawancara langsung dpt memastikan pelakunya, yaitu yg mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yg iangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti : Para teroris itu tdk ada agamanya krn mereka berani membom tempat2 suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sbb itu, dunia internasional hrs bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, profokasi dan kebohongan itu mereka dukung dg tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian

Sy katankan pd sahabat yg nontonAl-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yg terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sdh luka atau mungkin juga tewas, karena dari sblm berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi krn tdk bisa masuk ke dalam sagking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, sy semakin yakin bahwa umat Islam skrg sdng menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yg sangat luar biasa dari musuh2 Allah dan musuh2 mereka dg menggunakan sgl cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.

Sebenarnya hal tsb sangat wajar krn Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tsb dlm banyak ayat dan hadits..

Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yg Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu

Fathuddin ja'far

* Dialog Ihsan Tanjung dengan Fathuddin :
[7/5, 03:35] Ihsan Tanjung: Yg berikut ini pesan langsung dari Ust Fathuddin Ja'far yg sedang i'tikaf di Masjid Nabawi.
[7/5, 03:35] Ihsan Tanjung: Jangan kita terprovokasi oleh berita2 yg beredar...
[7/5, 03:35] Ihsan Tanjung: Waalaikumusaalam.. Jauh dari masjid nabawi. Kami skrg sdg shalat taraweh di masjid nabawi dlm keadaan aman n spt biasa.. ini jelas profokasi dr kaum kafir dan yg pro kafir..
[7/5, 03:35] Ihsan Tanjung: Jauh. Ngepul asapnya aja yg keliatan. Tv al arabiya milik yahudi n sejenis sengaja menyebarkan gambar disyuting dari arah gerbang depan masjid nabawi kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping masjid nabawi dan pembawa beritanya bilang bom depan pintu majid nabawi..
[7/5, 03:35] Ihsan Tanjung: Ini adalah info yg sebenarnya dari ustd fathuddin jafar yg saat ini berada di madinah(mesjid nabawi)


 



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News