Top News :
Home » » HALAQAH: Pendidikan Karakter ala Pesantren

HALAQAH: Pendidikan Karakter ala Pesantren

Posted on Tuesday, 5 July 2016 | garis 08:39

Muslimedianews.com ~

Oleh: KH. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed*

Pada kalender pendidikan tahun ini, kebetulan liburan sekolah jatuh pada bulan Ramadan. Hal ini dimanfaatkan banyak lembaga pendidikan untuk memasukkan anaknya di pesantren dalam program Ramadhan di pesantren. Harapan besarnya adalah terinternalisasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam karakter anak, sehingga keluar dari pesantren seseorang menjadi pribadi yang saleh ritual dan saleh sosial sebagaimana digambarkan dalam empat sifat Nabi, jujur, amanah, tabligh, dan fathanah. Harapan besar ini tidak keliru. Menurut riset Prof. Dr. Ridlwan Nasir, MA (2010), pendidikan ideal adalah kombinasi pesantren dan pendidikan formal. Pesantren punya keunggulan di bidang moral, sedangkan pendidikan formal mempunyai keunggulan di bidang pengetahuan dengan kurikulum dan administrasi yang rapi dan profesional. Hal ini sesuai esensi pendidikan, yaitu transfer ilmu dan internalisasi nilai sekaligus (transfer of knowledge and value) yang tujuannya adalah perubahan perilaku. Tidak mudah mencari lembaga pendidikan yang menjamin suksesnya esensi pendidikan ini selain pesantren yang di dalamnya ada lembaga pendidikan formal.

Namun, mengharapkan internalisasi nilai-nilai spiritual dan sosial hanya dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu di pesantren adalah sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu, ke depan, mari anak-anak dimasukkan ke pesantren untuk mengenyam pendidikan yang ada di pesantren secara mendalam. Sekarang ini, hampir semua pesantren di Indonesia di dalamnya sudah berdiri pendidikan formal, mulai SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK dan bahkan sudah banyak berdiri perguruan tinggi. Perkembangan mutakhir ini menjadi kesempatan emas orangtua untuk memasukkan anaknya di pesantren supaya kelak menjadi kader masa depan bangsa yang bener dan pinter. Jangan sampai pertumbuhan anak mudah terkena erosi moral yang membahayakan kapasitas keilmuan dan perjalanan karirnya di masa depan.


Meskipun demikian, orangtua seyogianya selektif dalam memilih pesantren. Jangan sampai memasukkan anak ke pesantren yang mengajarkan kebencian kepada bangsa Indonesia dan mengajarkan doktrin jihad yang berbentuk tindakan ekstrimis dan radikalis yang dikutuk agama dan seluruh umat manusia. Pilihlah pesantren-pesantren yang mengajarkan persaudaraan, toleransi, dan kecintaan kepada bangsa dan Negara (nasionalisme). Salah satu model pesantren yang seperti ini adalah pesantren-pesantren yang berada di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama. Pesantren-pesantren NU mengajarkan pentingnya trilogi ukhuwwah, yaitu persaudaraan antar sesama umat Islam (ukhuwwah islamiyah), persaudaraan antar sesama anak bangsa (ukhuwwah wathaniyyah), dan persaudaraan antar sesama manusia lintas negara (ukhuwwah basyariyah). Dengan trilogi ukhuwwah ini, wawasan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kemanusiaan pesantren tertanam kuat yang terekspresi dalam kiprah sosial pesantren. Sejarah pra dan pasca kemerdekaan bangsa tidak lepas dari kontribusi besar pesantren.

Wallahu a’lam bish shawwab.

*Ketua PP. RMI NU juga Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati

Naskah ini merupakan versi asli dari artikel yang dimuat di rubrik Halaqah Tribun Jateng bekerjasama dengan RMI NU Jateng tanggal 5 Juli 2016. Versi cetak berada di halaman 5.


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News