Top News :
Home » , » Hukum Ziarah Kubur Setelah Shalat Ied

Hukum Ziarah Kubur Setelah Shalat Ied

Posted on Saturday, 9 July 2016 | garis 17:20

Muslimedia news.com ~ Setelah salat hari raya Idul Fitri atau Idul Adlha banyak umat Islam di negeri kita melakukan ziarah kubur. Ternyata hal ini juga dilakukan umat Islam di Mesir sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Athiyah Shaqar (Fatawa al-Azhar 8/391)

كثير ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻳﺤﺮﺻﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺯﻳﺎﺭﺓ اﻟﻤﻘﺎﺑﺮ ﻋﻘﺐ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﻴﺪ، ﻓﻤﺎ ﻣﺪﻯ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﻫﺬﻩ اﻟﺰﻳﺎﺭﺓ؟
(Pertanyaan) Banyak umat Islam gemar ziarah kubur setelah salat hari raya, kapan ziarah semacam ini disyariatkan?

Setelah mengurai dalil ziarah kubur, Syaikh Athiyah memerinci tujuan ziarah setelah hari raya yang mengarah kepada hukum boleh dan makruh:

ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻬﺬﻩ اﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻭﻗﺖ ﻣﻌﻴﻦ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﺾ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻳﺠﻌﻞ ﺛﻮاﺑﻬﺎ ﺃﻛﺒﺮ ﻓﻰ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻌﻴﻨﺔ ﻛﻴﻮﻡ اﻟﺨﻤﻴﺲ ﻭاﻟﺠﻤﻌﺔ ﻟﺸﺪﺓ اﺗﺼﺎﻝ اﻷﺭﻭاﺡ ﺑﺎﻟﻤﻮﺗﻰ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ - اﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻏﻴﺮ ﻗﻮﻯ، ﻭﻣﻦ ﻫﻨﺎ ﻧﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺯﻳﺎﺭﺓ اﻟﻨﺎﺱ ﻟﻠﻤﻘﺎﺑﺮ ﻋﻘﺐ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﻴﺪ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻠﻤﻮﻋﻈﺔ ﻭﺗﺬﻛﺮ ﻣﻦ ﻣﺎﺗﻮا ﻭﻛﺎﻧﻮا ﻣﻌﻬﻢ ﻓﻰ اﻷﻋﻴﺎﺩ ﻳﻨﻌﻤﻮﻥ ﺑﺤﻴﺎﺗﻬﻢ، ﻭﻃﻠﺐ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎء ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﺬﻟﻚ
Ziarah semacam ini tidak ada waktu khusus. Meski sebagian ulama menjadikan pahala ziarah terbesar di hari tertentu, seperti Kamis dan Jumat, karena kuatnya hubungan antar arwah (meski dalilnya tidak kuat). Dengan demikian, ziarah setelah salat Id jika untuk mengenang kepada orang yang telah mati yang telah hidup bahagia bersama dengan mereka di hari raya, memintakan ampunan dan doa, maka BOLEH.

ﺃﻣﺎ ﺇﺫا ﻛﺎﻧﺖ اﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﻴﺪ ﻟﺘﺠﺪﻳﺪ اﻷﺣﺰاﻥ ﻭﻟﺘﻘﺒﻞ اﻟﻌﺰاء ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺒﺮ ﺃﻭ ﺇﻗﺎﻣﺔ ﺳﺮاﺩﻕ ﺃﻭ ﺗﻬﻴﺌﺔ ﻣﻜﺎﻥ ﻟﺬﻟﻚ ﻓﻬﻮ ﻣﻜﺮﻭﻩ، ﻷﻥ اﻟﺘﻌﺰﻳﺔ ﺑﻌﺪ ﺩﻓﻦ اﻟﻤﻴﺖ ﺑﺜﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻤﻨﻮﻋﺔ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﺔ اﻟﺤﺮﻣﺔ ﺃﻭ اﻟﻜﺮاﻫﺔ. ﻭﻷﻧﺔ ﻳﻮﻡ ﻋﻴﺪ ﻭﻓﺮﺡ ﻭﺳﺮﻭﺭ ﻓﻴﻨﺒﻐﻰ ﻋﺪﻡ ﺇﺛﺎﺭﺓ اﻷﺣﺰاﻥ ﻓﻴﻪ
Jika ziarah sesudah salat Id untuk memperbarui kesedihan, menerima bela sungkawa di kubur, membangun tenda atau tempat khusus, maka MAKRUH. Sebab takziyah setelah mayit dimakamkan setelah 3 hari adalah dilarang, secara haram atau makruh. Dan karena hari itu adalah hari raya, hari bahagia dan senang, maka tidak dianjurkan untuk mencari kesedihan.

Dan sudah jelas yang diamalkan oleh Nahdliyin adalah yang pertama.

Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin, 
anggota di Aswaja NU Center Jatim (Nahdliyin mengamalkan, dalilnya kami sampaikan)

URL asli : http://goo.gl/xPp2NQ


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News