Top News :
Home » » Ketua Kelompok Dakwah Itu Akhirnya Minta Maaf Setelah Menghina Kiai Said

Ketua Kelompok Dakwah Itu Akhirnya Minta Maaf Setelah Menghina Kiai Said

Posted on Saturday, 9 July 2016 | garis 15:59

Muslimedia news.com (Arsip) ~ Kemudahan menggunakan jejaring sosial, disatu sisi bernilai positif bila dimanfaatkan dengan baik, tetapi disisi lain juga bernilai negatif bila digunakan untuk hal yang buruk.

Kemudahan melontarkan statemen dijejaring sosial kadang tidak dibarengi dengan pertimbangan yang matang. Beberapa pihak merasa bebas melakukan apapun di akun pribadinya, termasuk menghina pihak lain.

Semakin hari, saling menghina dijejaring sosial semakin mudah dijumpai, dan ini menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan.

Salah satu kasus dari sekian banyak kasus penghinaan yang melibatkan jejaring sosial adalah kasus yang pernah dilansir oleh Tribun Jabar dengan judul "Pimpinan Manhajus Solihin Bersikap Begini Saat Dituduh Menghina Ketum PBNU" pada Rabu, 27 April 2016  lalu.

Dalam kasus tersebut, seorang pimpinan Kiai menghinan Ketua Umum PBNU, namun akhirnya meminta maaf setelah diadakan pertemuan dan dialog bersama dengan tokoh-tokoh NU.

Sebenarnya, kasus diatas tidak perlu terjadi bila dialog sejak awal memang diprioritaskan oleh semua pihak. Berikut berita yang pernah dilansir :
Puluhan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purwakarta terlibat perdebatan sengit dengan Ketua Kelompok Dakwah Manhajus Solihin, KH Muhammad Syahid Joban di Markas NU Purwakarta, Jalan Ibrahim Singadilaga Purwakarta, Rabu (27/4/2016).

Perdebatan itu terkait aktifitas akun media sosial Facebook Manhajus Solihin yang dituduh menghina Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Dalam pertemuan itu, tokoh NU Purwakarta diantaranya Ramlan Maulana selaku Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta Budi Sopani Muflih, Asep Saeful Milah selaku Ketua Pagar Nusa NU, Adi Setiawan selaku Ketua Ikatan Pelajar NU dan Ketua Persatuan Guru NU, Ceceng Abdul Qodir.

Pimpinan Manhajus Solihin KH Syahid Joban juga hadir pada kesempatan itu dan menjadi bulan-bulanan kritikan dari para tokoh muda NU.

"Saya mendesak Manhajus Solihin untuk meminta maaf atas tindakan menghina dan mencaci Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj secara terbuka," ujar Ramlan.

Bahkan, Budi menuding kehadiran Manhajus Solihin memiliki tujuan-tujuan tertentu. "Kami curiga justru Manhajus Solihin ini hadir untuk memecah belah umat Islam," ujar Budi. Namun, tudingan itu dibantah keras Syahid Joban.

Setelah mendapat kritikan bertubi-tubi dari para tokoh muda NU itu, Syahid Joban akhirnya meminta maaf secara terbuka pada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU). Ia memposting di facebook karena ketidak setujuannya dengan Ketua PBNU namun ia sangat menghormatinya.

"Saya hormati KH Said Aqil Siradj ketua PBNU tapi saya menolak pemikirannya. Tapi, jika tindakan saya memecah belah umat, maka saya secara pribadi meminta maaf atas tindakan saya," ujar Syahid Joban.

Kapolsek Purwakarta Kota Kompol Agus Suryana yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi pertemuan kedua kelompok untuk menyelesaikan masalah. (men)

Arsip : http://jabar.tribunnews.com/2016/04/27/pimpinan-manhajus-solihin-bersikap-begini-saat-dituduh-menghina-ketum-pbnu
Foto: Sejumlah tokoh muda NU saat melakukan musyawarah bersama pimpinan Manhajus Solihin, KH Muhammad Syajid Joban di markas NU, Jalan Ibrahim Singadilaga, Purwakarta Rabu (27/4/2016). Foto: Tribun Jabar

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News