Top News :
Home » » Minal Aidin wal Faizin, Ulama Saudi Bolehkan, Wahhabi Indonesia Melarang

Minal Aidin wal Faizin, Ulama Saudi Bolehkan, Wahhabi Indonesia Melarang

Posted on Friday, 1 July 2016 | garis 23:03

Muslimedianews.com ~ Ada artikel yang disebarkan yang isinya menyalahkan kebiasaan ucapan selamat saat Idul Fitri di Indonesi yang berupa: "Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin" dengan dalih tidak akan dimengerti oleh umat Islam di negeri lain.

Sejak kapan Ustadz Salafi ini menjadikan "Faham dari negeri lain" sebagai argumen melarang, siapa ulama yang menggagasnya? Atau hanya pikiran sendiri?

Rupanya Ustadz Salafi ini menyelisihi ulama Salafi lainnya yang lebih berilmu, yaitu Syaikh Abdurrahman as-Sa'di, yang konon ahli tafsirnya Salafi di Saudi. Beliau berkata:

" هذه المسائل وما أشبهها مبنية على أصل عظيم نافع ، وهو أن الأصل في جميع العادات القولية والفعلية الإباحة والجواز ، فلا يحرم منها ولا يكره إلا ما نهى عنه الشارع ، أو تضمن مفسدة شرعية ، وهذا الأصل الكبير قد دل عليه الكتاب والسنة في مواضع ، وذكره شيخ الإسلام ابن تيمية وغيره . فهذه الصور المسؤول عنها ما أشبهها من هذا القبيل ، فإن الناس لم يقصدوا التعبد بها ، وإنما هي عوائد وخطابات وجوابات جرت بينهم في مناسبات لا محذور فيها ، بل فيها مصلحة دعاء المؤمنين بعضهم لبعض بدعاء مناسب، وتآلف القلوب كما هو مشاهد .
( الفتاوى ) في المجموعة الكاملة لمؤلفات الشيخ عبد الرحمن السعدي (348)

Masalah ucapan di hari raya dan semisalnya ini berlandaskan pada pondasi besar, yaitu bahwa dasar dari semua kebiasaan (tradisi) baik berupa ucapan atau perbuatan ADALAH BOLEH. Maka tidak ada yang haram dari tradisi tersebut kecuali yang dilarang oleh Agama atau mengandung mafsadah secara Syar'i. Pondasi besar ini telah ditunjukkan oleh al-Quran dan al-Hadis dalam banyak tempat, dan disampaikan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah dan lainnya.

Ucapan selamat yang ditanyakan termasuk bagian ini. Umat Islam tidak bertujuan ibadah dengan ucapan selamat tersebut. Ini hanyalah kebiasaan, dialektika dan jawab-menjawab di hari-hari tertentu. Ini tidak dilarang. Bahkan di dalamnya ada maslahat yaitu saling mendoakan dan menjadikan hati tentram, sebagaimana yang disaksikan saat ini" (Majmu'ah al-Kamilah 348)

Dari point terakhir fatwa beliau disimpulkan: Ucapan selamat hari raya bersifat dialektika yang dapat menentramkan hati umat Islam. Maka di negeri kami telah tercapai dengan kalimat "Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin".

Ulama Saudi membolehkan, kok Ustadz Salafi di Indonesia melarang?

▪] Ma'ruf Khozin, Wakil Katib Syuriah PCNU Surabaya (Nahdliyin mengamalkan, dalilnya kami sampaikan)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News