Top News :
Home » » Perayaan Hari Raya Jahiliyah, Ahli Kitab dan Umat Islam

Perayaan Hari Raya Jahiliyah, Ahli Kitab dan Umat Islam

Posted on Saturday, 2 July 2016 | garis 22:43

Muslimedianews.com ~ Setiap ummat memiliki hari perayaan dan musim-musim tertentu sejak dahulu kala. Dimana disaat itu mereka berkumpul untuk menunjukkan syiar syiar ibadah dan ekpresi luapan kegembiraan dengan saling bertukar hadiah ataupun penghormatan.

Perayaan merupakan hal yang penting bagi segenap kaum. Dan kaum yang tidak memiliki perayaan adalah kaum yang tidak memiliki sejarah. Sebab didalam suatu perayaan selain merupakan tradisi social budaya juga memperkokoh unsur toleransi kebersamaan.

Setiap ummat tentunya memiliki keragaman dalam melakukan perayaan itu sendiri ada yang positif ada yang negative berikut uraian perayaan yang pernah ada

PERAYAAN BANGSA JAHILIYAH (PRA ISLAM)

Bangsa jahiliah memiliki banyak jenis perayaan biasanya berkaitan dengan penyembahan kepada berhala, merayakan kebangkitan suku dan lain-lain. Ibnu Risiq dalam kitab al-Umdah menjelaskan; "Qobilah suku arab memiliki 3 tiga perayaan. Pertama saat melahirkan anak laki-laki, kedua saat kuda mereka melahirkan, ketiga saat muncul penyair baru dan bentuk perayaannya mereka luapkan dengan pesta seks , berjoget, mabuk, dan judi."

Bangsa jahiliyah juga merayakan hari "Naairuz" dan hari "Mahrojan" yaitu dua perayaan menunjukkan perubahan iklim cuaca.

Sementara ummat jahiliyah modern dalam kitab Haitsi karya Syaikh Nashir Asy-Syaibanimendiskripsikan suatu perayaan dengan hal yang berbau hiburan, malahi, miras dan pelacuran. Misalnya bangsa yunani kuno memiliki perayaan "Bakus" yang mana perayaan ini menyuruh wanita dan pria melepaskan rasa malu untuk melampiaskan hasrat seksualnya dan siapa saja yang menolak akan dikubur hidup hidup.

PERAYAAN AHLI KITAB
(KAUM NABI MUSA DAN NABI ISA)


Mengenai perayaan kaum nabi Musa, Allah SWT berfirman;
"dan dia (Musa) berkata (perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang orang dikumpulkan pada pagi hari (dluha)." (QS Thaha; 59).

"Yaumu Zinah" merupakan perayaan bagi mereka untuk melakukan penampilan terbaiknya dan berhias diri pada setiap hari Asyura' tepatnya hari sabtu.

Sementara Allah berfirman mengenai kaum Nabi Isa ;
"Isa putra maryam berkata "ya tuhan kami turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari taya bagi kami yaitu orang orang yang sedang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaanmu ; berilah kami rezeki dan engkau sebaik baiknya pemberi rezeki." (QS Al Maidah 114).

Berkata ahli tafsir, yang dimaksud "Maaidah" disini adalah 7 roti dan 7 ikan hiu yang mereka makan hingga kenyang. Sementara dalam hadits disebutkan "Maaaidah" adalah hidangan dari langit berupa roti dan daging yang mana mereka diperintahkan agar tidak berkhianat dan tidak menyimpannya untuk esok harinya. Namun mereka berkhianat dan menyimpannya hingga mereka dikutuk menjadi kera dan babi (rujuk Tafsir Jalalain).

PERAYAAN DIDALAM ISLAM

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah r.a

(( جاء حبشي يزفون في يوم عيد في المسجد فدعاني النبي صلى الله علبه وسلم فوضعت رأسي على منكبيه وجعلت انظر الى لعبهم حتى كنت انا التي انصرف عن النظر اليهم ))
"datang kaum Habasyah mereka berzafin pada hari ied di masjid lalu Rasulullah memanggilku kemudian kepalaku diletakkan di sikutnya agar aku bisa melihat pada permainan mereka hingga aku yang berpaling dari melihat mereka"

Dan diriwayatkan oleh Imam Nasaai dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih dari sahabat Anas ra, ia berkata;

قدم النبي صلى الله عليه المدبنة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال : قد ابدلكما خيرا منهما يوم الفطر والأضحى
"Nabi datang ke Madinah dan penduduk Madinah memiliki dua hari perayaan untuk bermain-main. Nabi berkata: "Allah telah mengganti dengan dua hari yang lebih baik darinya yaitu hari idul Fitri dan idul Adlha."

Dari kedua hadits ini bisa kita ketahui bahwa Islam memjadikan hari idul Fitri dan idul Adlha sebagai perayaan Islam.

Sebagaimana yang telah kita lakukan dalam menyambut hari raya biasanya kita mengumandangkan takbir, melaksanakan shalat ied, membayar zakat menyembelih kurban, bersilaturahmi pada sanak-family tentu semua ini tidak lepas dari "maqashid syariah", tujuan syariah yaitu;

- Iedul Fitri dirayakan setelah kita menyempurnakan ibadah agung pada bulan Ramadhan mulai dari puasa, shalat tarawih, tadarus, qiyamullail, dan lain-lain. Sementara pada idul Adlha tidak dilakukan kecuali telah melakukan manasik haji.

- Perayaan Islam merupakan perayaan yang meninjau aspek social kemasyarakatan, memperhatikan kaum yang lemah agar tidak merasa lapar pada hari yang berbahagia dengan program zakat dan shadaqah atau juga THR bagi segenap karyawan.

- Momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan silaturahmi.

Aristoteles berkata, manusia adalah zoon-foliticon yaitu makhluk yang bermasyarakat, bersosialisasi, berinteraksi social, dalam bersosialisasi manusia akan selalu berinteraksi dengan manusia. Interaksi social merupakan syarat utama terjadinya aktifitas social. Interaksi social adalah adalah hubungan yang dinamis yang menghubungkan masing masing individu dan kelompok. Salah satunya bisa kita tempuh melalui bersilaturahmi.

- Menurut Syaikh Abdurrahman Habannaka ; "Perayaan ini tidak hanya untuk mengenang sejarah atau meneruskan sejarah saja, akan tetapi untuk merealisasikan keluhuran yang selalu di upgrade setiap tahunnya. Kemudian ditanamkan pada setiap muslim atau paling tidak bagi mayoritas ummat islam. Sebagaimana shalat sebagai ibadah harian maka Allah menjadikan hari Jumat sebagai hari raya dengan perasaan bahagia sebab sudah sukses melaksanakan ibadah selama seminggu penuh."

Sementara di sisi lainm Al-Habib Abu Bakar Ahmad Al-Haddar mengatakan dalam kitab Madrosah Romadloniyah bahwa perayaan hari raya ini memiliki beberapa perspektif ditinjau dari beberapa bidang berikut perinciannya:

Menurut para Arifin (orang shalih) ; Imam Ali R.a berkata, "hari ini merupakan hari raya bagi orang yang diterima puasanya dan bagus track recordnya serta mendapat ampunan dosanya. Hari ini bagi kita adalah hari raya, besok juga hari raya, dan setiap kita tidak bermaksiat kepada Allah adalah hari raya."

Menurut ahli Gramatika ; "hari raya "ied" yaitu setiap hari yang terdapat perkumpulan atau sejenisnya. Ibnu 'Arabi berkata: "Mengapa dikatakan ied? Karena perayaan itu kembali setiap tahunnya dengan beragam kebahagiaan yang baru." Oleh karena itulah disaat hari raya kita mengucapkan "Minal A'idzin Wal Faizin Kullu Amm Wa AntUm Bikhoirin" agar supaya kita tahun kembali di tahun berikutnya dengan kondisi yang berbahagia.

Menurut para penyair ; "hari raya "ied" merupakan kesempatan yang digunakan para penyair untuk berbicara dan open house dengan para pimpinan, khalifah, pejabat pemerintah, ulama, atau siapapun yang memiliki kedudukan penting meskipun tidak harus dalam kondisi senang sajabisa jadi juga dalam kondisi gawat atau sedih namun bertujuan membangkitkan gairah dan semangat kebahagiaan.

Tarim 28- Ramadhan- 1436 H

Oleh : Muhammad Nashirul Haq
Santri Rubat Syafii Mukalla Yaman

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News