BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, July 06, 2016

Sengaja Tidak Puasa Ramadhan, Apa Tetap Wajib Qadla?

Muslimedianews.com ~ Puasa Ramadlan adalah puasa wajib bagi orang-orang beriman yang telah memenuhi persyaratan.

Tetapi masih ada sebagian umat Islam yang lalai, sengaja tidak melakukan puasa Ramadlan, atau puasa tetapi pada siang harinya sengaja berbuka (membatalkan).

Bagi orang yang sengaja tersebut, tetap diwajibkan mengqadla' puasa Ramadlan yang sudah ditinggalkan.

Bila sengaja berbuka puasa dengan sebab jima' (persetubuhan), maka wajib qadla' serta membayar kaffarat.

Sedangkan bila sengaja berbuka puasa dengan sebab makan, minum, menyengaja muntah dan lainnya (hal-hal yang membatalkan puasa), maka tetap wajib mengqadla' puasa saja.

Nabi Saw bersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ قَيْءٌ، وَهُوَ صَائِمٌ، فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ، وَإِنْ اسْتَقَاءَ، فَلْيَقْضِ
"Siapa yang muntah dengan tidak sengaja maka ia tetap sebagai orang yang berpuasa, tidak ada qadla' atasnya, dan jika sengaja muntah (ada upaya untuk mengeluarkan muntah) maka baginya qadla'. (HR. At-Turmudzi dan Ibnu Majjah).

Dari hadits ini diambil pengertian bahwa seorang yang berpuasa menyengaja mengeluarkan muntah dari tubuhnya, wajib mengqadla' puasanya, maka sesuatu yang lebih besar dari itu berupa memasukkan ke sesuatu (makan minum dan lainnya) maka wajib pula mengqadla'nya.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
"Siapa diantara kalian dalam keadaan sakit, atau dalam perjalanan (lalu berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari-hari yang tinggalkan pada hari yang lain" (QS. Al Baqarah: 184).

Dari ayat diatas, ulama menjelaskan bahwa Allah SWT tetap mewajibkan qadla' puasa bagi orang yang berbuka (membatalkan puasa) atau tidak puasa karena adanya udzur seperti sakit atau musafir. Maka, tentu saja, orang yang tidak ada udzur lebih wajib untuk mengqadla' puasa yang ditinggalkan dengan sengaja.

Penulis : Ibnu L' Rabassa
« PREV
NEXT »

No comments