BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, July 09, 2016

Syair Ini Menjadi Identitas Ahlussunnah, Ditolak Wahhabi dan Syi'ah

Muslimedianews.com ~ Didalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia, paham yang tersebar dan berkembang di masyarakat adalah paham yang mengikuti fiqih Syafi'i, sedangkan didalam masalah aqidah, mengikuti pemahaman aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah Asy'ariyah.

Pemahaman Ahlussunnah wal jama'ah tertanam kuat di masyarakat, bahkan hingga pelosok-pelosok desa. Dengan berbagai kegiatan dan bacaan yang dirintis oleh ulama terdahulu, mereka dengan sendirinya telah terbentengi dari paham-paham diluar Ahlussunnah seperti Wahhabi dan Syi'ah.

Salah satu syair yang populer di masyarakat, bahkan sudah biasa dilantunkan jelang adzan dan sebelum shalat di pelosok-pelosok desa berikut ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia pada hakikatnya adalah masyarakat Ahlussunnah wal Jama'ah.

Bait syair tersebut adalah:

Astaghfirullah robbal baroya.
Astaghfirullah minal khothoya.
Robbi zidni ilman nafi’a.
Wawafiqni (Allah) amalan sholihan (maqbulan).

Ya Allahu ya Muhammad
ya Aba Bakar al Shiddiq,
ya Umar Usman ya Ali,
Siti Fatimah binti Rosuli.
Syair diatas memang tidak terlalu panjang. Diawali dengan permohon ampun kepada Allah SWT disertai pujian kepada Allah. Juga permohonan ilmu yang bermanfaat.

Syair ini merupakan identitas warga Ahlussunnah wal Jama'ah, khususnya nahdliyyin sebagai Aswaja, dan menolak paham Wahhabi serta Syi'ah.

Lanjutan syair diatas berisi do'a tawassul/ istightsah. Istighatsah diatas diawali dengan menyebut Allah SWT, kemudian para manusia yang mulya yaitu Nabi Muhammad Saw, dan para sahabatnya.

Istightsah semacam ini adalah identitas daripada Ahlussunnah, dan ditolak tegas oleh Wahhabi. Wahhabi mensyirikkan istightsah apalagi kepada manusia yang sudah wafat.

Selain itu, syair diatas juga berisi penyebutan 4 Sahabat yaitu Abu Bakar, Umar bin Khaththab dan Utsman bin 'Affan, serta Ali bin Abi Thalib. Penyebutan 4 sahabat menjadi identitas Ahlussunnah wal Jama'ah, karena Syi'ah menolak sebagian besar sahabat diatas.

Penulis: Ibnu L Rabassa

« PREV
NEXT »

No comments