Top News :
Home » » Arafta Muhammadan?

Arafta Muhammadan?

Posted on Tuesday, 23 August 2016 | garis 04:58

Jakarta, Muslimedianews ~ Ketika duduk di bangku kelas 5 SD, saya pernah mengikuti Lomba Mata Pelajaran di tingkat Kecamatan, lalu akhirnya menang dan maju ke tingkat Kabupaten. Pada waktu itu, merupakan satu kebanggaan bisa membawa nama baik sekolah dan nama baik keluarga hingga ke tingkat Kabupaten. Akan tetapi, kebanggaanku kala itu sekarang pudar. Hal-hal yang aku tahu di sekolah dasar ketika itu, tak ubahnya salad sayur yang dihidangkan di acara-acara pernikahan, hanya sebagai makanan pembuka yang ketika belum habis pun akan disusul oleh hidangan utama yang harus segera kita lahap sebelum jam sewa gedung habis.

Di salah satu soal yang saya kerjakan di Lomba Mata Pelajaran (Mapel) tersebut, ada salah satu soal yang masih saya ingat sampai sekarang. Kira-kira begini bunyinya,
Hal yang akan ditanyakan pertama kali oleh malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur adalah?

a. Siapa Ayahmu? (من ابوك)
b. Siapa Tuhanmu? ((من ربك
c. Siapa Nabimu? (من نبيك)
d. Siapa Saudaramu? (من اخوك)

Tanpa harus mengingat-ingat pelajaran sebelumnya, saya dengan tegas menyilangi pilihan B.

Ya, ketika itu saya yakin bahwa yang ditanyakan pertama kali oleh Munkar-Nakir di dalam kubur adalah Siapa Tuhanmu?

Seperti kata pepatah, semakin banyak yang kita tahu, maka semakin banyak yang belum kita tahu. Pengetahuan saya kala itu langsung terpatahkan begitu saja ketika malam Ahad (06/08/16) kemarin, saya mendengarkan ceramah Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur dalam tajuk “Maulidurrasul, Halal bi Halal dan Peringatan HUT RI ke-71” bersama Majlis Taklim Darul Hasyimi pimpinan Habib Muhammad Bahauddin bin Luthfi bin Yahya dan masyarakat RW 04 Kelurahan Duren Sawit. 

Di antara serangkaian ceramahnya, Habib Luthfi menjelaskan bahwa hal yang pertama kali ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur sebelum menanyakan Siapa Tuhanmu (Man Rabbuka), adalah Arafta Muhammadan? (Kenalkah engkau dengan Muhammad?) Seketika itu juga para hadirin di majlis itu hening, saling bertatapan satu sama lain, seolah kebingungan sambil bertanya-tanya pada dirinya masing-masing. Begitu pula saya, yang baru pertama kali mendengar ilmu tersebut. Kenalkah engkau dengan Muhammad?

Habib Luthfi yang dikenal sebagai Ulama sekaligus Negarawan yang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan dawuh, tentu tak sembarang berbicara pada malam itu. Beliau menerangkan itu dengan menukilkan kembali apa yang telah ditulis oleh Al-Qadhi asy-Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitabnya Afdhalus Shalawat Ala Sayyid As-Saadaat. Dalam kitab tersebut, telah disebutkan bahwa ketika pertama kali manusia didatangi malaikat di alam kubur, hal yang ditanyakan sebelum ditanya Siapa Tuhanmu adalah Kenalkah engkau dengan Muhammad? Layaknya sebuah sandi untuk memasuki ruang rahasia yang dijaga dengan keamanan maksimal, alam kubur juga punya sandi khusus untuk memasuki pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan Kenalkah engkau dengan Muhammad ditanyakan sebelum pertanyaan Siapa Tuhanmu saya asumsikan sebagai sandi khusus dari malaikat kepada mayit untuk mengetahui apakah si mayit benar-benar beriman secara kaffah. Sebab, hampir di setiap kesempatan, Habib Luthfi bin Yahya selalu menegaskan kembali bahwa, “Kadar bobot keimanan seseorang tergantung kecintaan pada Nabinya.” 

Bagaimana seseorang bisa menjawab pertanyaan Siapa Tuhanmu tanpa ia berima kepada Tuhannya? Bagaimana seseorang bisa beriman tanpa mencintai Nabinya? Lalu, bagaimana bisa seseorang mencintai Nabinya tanpa mengenalnya terlebih dahulu?

Wallahu a’lam



Oleh: Ahmad Ubaydillah.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News