Top News :
Home » » Ngaji kebangsaan dan PKD II GP. Ansor Kubu Raya

Ngaji kebangsaan dan PKD II GP. Ansor Kubu Raya

Posted on Thursday, 1 September 2016 | garis 11:41

Muslimedianews.com (MMN) ~ Pengurus pimpinan cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kubu Raya adakan Ngaji Kebangsaan dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan II dengan tema: "Memperkokoh Ideologi Aswaja dan Ideologi Pancasila" yang bertempat di Madrasah Miftahul Huda Desa sungai Malaya Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Acara ngaji kebangsaan ini Juga dikerjasamakan dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kalimantan Barat. Sekitar 200 an orang hadir dalam acara ini, baik undangan ngaji kebangsaan dan 45 peserta PKD II. Beberapa tokoh yang hadir diantaranya:

0. Ketua GP. Ansor Kalbar M. Nurdin
1. Ketua GP. Ansor Kubu Raya Junaidi
2. Ketua NU Kubu Raya Ust. Abdussalam
3. Kepala Desa Sungai Malaya M. Efendi
4. Bapak Rahman Hariadi SA. Kakanwil Kemenhan Kalimantan Barat (Narasumber ngaji kebangsaan)
5. Prof. Dr. Haitami Salim, M.Ag (Narasumber kebangsaan)
5. Muhammad Iqbal Anggota DPRD kubu raya
6. Ahmad Sudi Anggota DPRD kubu raya
7. Mansur Bendahara Umum HIPMI kalbar
8. Jauhari Anggota DPRD Kubu Raya


Dalam sambutannya Ketua GP.Ansor Kubu Raya JUNAIDI mengatakan mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara ini dimana pada kesempatan hari ini ada beberapa tokoh yang hadir yang kami tidak bisa sebutkan satu persatu.

Dan juga kami sampaikan terimakasih kepada FPIP yang telah mensuport kami dalam agenda ngaji kebangsaan dan PKD II ini sehingga dalam acara ini berjalan dengan lancar.

Sebagai pengurus cabang kami memiliki kewajiban dalam melakukan pengkaderan dimana pengkaderan ditingkat cabang khususnya kubu raya ini kami memiliki dua kewajiban yaitu PKD DAN Diklatsar Banser, oleh karena itu dalam kepemimpinan kami sudah dua kali kami lakukan pengkaderan untuk ansor dan nantinya kami akan melakukan pengkaderan ditingkat kecamatan yang mana di kubu Raya kami memiliki 9 kecamatan yang nantinya kita tugaskan untuk melakukan PKD, selanjutanya setelah nantinya sudah selesai semua kami cabang kubu raya akan melakukan Diklatsar Banser yang merupakan representasi dari kecamatan yang didelegasikan oleh pengurus kecamatan dimana target kita untuk banser ini adalah satu RT itu satu Banser dan ini tidak mustahil kita lakukan karena ekspektasi masyarakat khususnya kaum muda untuk mengikuti banser ini cukup banyak.

- Sedangkan dalam sambutannya Ketua GP. Ansor Kalbar Muhammad Nurdin mengatakan bahwa kekuatan dalam tubuh ansor terletak dari bagaimana pengurus ansor bisa mengkader anggotanya sehingga harapan kami dari pengurus wilayah pada saat ini kita menginginkan kader ansor dan banser seperti di jawa yaitu ribuan. Dan ini tidak mutahil dilakukan dan pengurus cabang harus memainkan mesin perekrutannya dalam mencari kader dan khususnya yang kami tekankan adalah anggota bansernya.
Saya juga mengucapkan banyak terimakasih banyak kepada seluruh pengurus cabang yang telah melakukan kewajibanya sebagai organisasi resmi yaitu melakukan pengkaderan seperti kemarin GP.Ansor Mempawah sudah melaksanakan pendidikan untuk banser dan sudah beberapa kali melakukan PKD ansor nantinya saya berharap setelah kubu raya ini kota pontianak siap mengkader banser yang lebih banyak lagi.

-dua narasumber Ngaji Kebangsaan:
1. Rahman Hariadi SA. Kakanwil Kemenhan Kalbar.
2. Prof Dr. Haitami Salim, M.Ag

Dalam paparan nya bapak Rahman Hariadi SA  mengatakan bahwa kekuatan terbesar dalam sejarah ini adalah tidak lepas dari perjuangan para Ansor, siapa yang tidak tau dengan Ansor organisasi yang juga memiliki sumbangsih nyata terhadap kemerdekaan indonesia. Inilah contoh yang baik dalam proses menjaga indonesia ini dari segala aliran-aliran yang menyimpang dari pencasila kita.

Kekuatan terbesar di Indonesia ini adalah bagaimana parapemuda menjaga dan merawat negara indonesia ini dari segala bentuk gesekan yang tidak mau ideologi pancasila, kebhinekaan merupakan kunci kekuatan yang terbesar dari indonesia dan ini menjadi aset besar bagi indonesia, tapi bagaimana caranya kita menyikapi perbedaan itu sehingga menjadi kekuatan.

Sehingga pancasila ini harus tertanam kuat dalam pemuda kita khususnya adalah Ansor kubu raya.

Prof. Dr. Haitami Salim, M.Ag dalam ngaji kebangsaan mengatakan hadiah terbesar di indonesia adalah gerakan pemudanya seperti kejadian kemerdekaan yang terjadi di indonesia adalah karena pemudanya.

Sejarah indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pemudanya, oleh karena itu jadilah penggerak gerakan toleransi di indonesia, watak itulah harus dijaga agar keberadaan indonesia ini tetap kokoh UUD 45 harus terus kita perjuangankan agar eksistensi indonesia ini tetap kokoh dari pihak asing dan pihak individu yang mempunyai kepentingan pribadi.

Sehingga mantan jendral mengatakan harus kembali lagi kepada uud 45 yang murni tanpa campuran dari pihak asing. Allah jadikan bangsa ini berwarna-warna mulai dari etnis, suku, dan golongan serta berbangsa bangsa dan bernegara agar saling mengenal dan bersosialisasi kepada yang lainnya. Sehingga kita bisa mengetahui siapa dia siapa kamu dan dari mana dia serta dari bangsa mana dia, perbedaan itu menjadikan kita kenal satu sama lain dan perbedaan mungkin juga bisa menjadikan faktor perkelahian jika kita menyikapinya secara toleransi dalam konsep keberagaman dan kebhinika tunggal ika.

Orang madura di kalbar bukan migran dalam konsep kenegaraan di indonesia tidak ada yang namanya migran sama halnya ketika orang melayu, cina dan lainnya berapa dijawa maka mereka bukan migran tapi penduduk asli, salah jika mengatakan kalian dan saya ini bukan suku asli.

Jangan sampai ada pemetaan golongan maka kalian dari ansor harus menjaga penggerak keberagaman dan ansor adalah kaum penolong. Dari tak paham politik jadi pakar politik yang bisa menjadikan negara banyak Ansor telah menjadi orang-orang besar. Ansor penolong dan menjaga kalimantan barat ini dari rongrongan pancasila. Oleh karena itu kita punya wilayah kebangsaan jika kalian hanya mengandalkan Tentara dan polisi negara ini tidak sempurna maka harus punya penggerak dan siapa itu penggerak ya Gerakan Pemuda Ansor. Radikalisme ini bisa dirubah dari pendidikan karena gerakan radikal bukan individu tapi memakai sistem, oleh karena itu lewat pendidikan dan bentuk nyata dalam menangkal radikalime, patner tentara, polisi dan menhan adalah adalah gerakan pemuda ansor oleh karena itu lain kali cari patner lainnya.



Pendidikan utama dalam menangkal radikalisme oleh karena itu pengkaderan ini adalah proses pencegahan dalam mencegah dan menangkal radikalisme, boleh digagas nantinya ngadakan acara yang lebih besar NU dan Muhammadiyah, karena Nu dan Muhammadiyah ini adalah gerakan islam murni yang sesuai ahlussunnah waljamaah. Ansor meletakkan diri dalam persoalan bangsa selalu berada di depan, sunnah kita pun tidak bisa dilakukan dengan baik, persoalan ikhtilaf. Aswaja merupakan kelakuan yang harus dikerjakan bukan dibicarakan.

Ideologi pancasila tidak akan terancam jika kita bersatu dan komitmen membangun negara ini dari rongrongan penjajah. Tidak ada lagi persatuan keadilan jika pencasila sudah ditinggalkan oleh mereka yang tidak cinta tanah air.

Kontributor MMN : Firman


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News