Top News :
Home » » Timun dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Timun dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Posted on Thursday, 8 September 2016 | garis 00:15

Muslimedianews.com ~ Timun atau mentimun sebagai sayuran dan pelengkap makanan, ternyata banyak manfaat yang dikandung oleh sayuran ini, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Di zaman Rasulullah Saw., sayuran ini sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk kesehatan. Terdapat sebuah anjuran dikatakan bahwa:

كلوا القثاء وأحبوا القثاء لأن رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكله ويحبه

“Makan dan sukailah timun, karena Rasulullah Saw. memakan dan menyukainya.”

Dalam al-Quran, timun disinggung dalam surat al-Baqarah ayat 61:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.”

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah Saw. sering memakan timun dengan kombinasi kurma segar untuk menjaga kesehatan.

كَانَ يَأْكُلُ الْقَثَاءَ بِالرُّطَبِ

“Dari Aisyah Ra. bahwasanya Rasulullah Saw. sering makan timun dicampur dengan kurma basah.” (HR. Bukhari dan at-Tirmidzi).

Selain untuk menjaga kesehatan, kombinasi keduanya juga untuk meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi lebih berisi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Ra. ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah Saw., rutin mengkonsumsi timun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Konon, ketika itu tubuh Aisyah kecil dan kurus. Sayyidah Aisyah berkata:

أَرَادَتْ أُمِّي أَنْ تُسَمِّنَنِي لِدُخُولِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أَقْبَلْ عَلَيْهَا بِشَيْءٍ مِمَّا تُرِيدُ حَتَّى أَطْعَمَتْنِي الْقِثَّاءَ بِالرُّطَبِ فَسَمِنْتُ عَلَيْهِ كَأَحْسَنِ السَّمْنِ

“Ibu mengobatiku agar kelihatan gemuk saat dia hendak mempertemukanku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan timun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Selain itu, mengkonsumsi kurma dan mentimun bisa memperbesar ukuran payudara bagi kaum wanita. Dalam ilmu pengobatan Islam, sayur yang memiliki nama ilmiah cucumis sativus ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar. Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa hadits Nabi maupun dalam al-Quran yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran dan kecantikan. Riset kesehatan menemukan kandungan air yang tinggi hingga 90% membuat timun memiliki efek memperlancar buang air kecil, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun), serta membantu menggelontorkan bakteri-bakteri disepanjang usus dan dinding kandung kemih.

Kandungan air dan mineral kalium dalam timun juga mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal.Cara penyajiannya yaitu dengan makan buah segar setiap hari kurang lebih 400 gr sehari dua kali. Selain memakannya secara langsung juga dapat disajikan dalam bentuk lain yaitu dengan cara dijuz atau diparut. Jus timun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.

Ia juga merupakan peluruh kencing yang baik. Sementara irisan timun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur. Masker wajah dengan timun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa berkhasiat menghilangkan selulit.

Jus timun juga bisa sebagai obat menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Jus timun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Para peneliti juga menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut sterol dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. (Ibj)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News