Top News :
Home » , » NU Akan Beri Sanksi dan Tindakan Tegas Bagi Oknum yang Membawa Simbol NU Dalam Demo Ahok

NU Akan Beri Sanksi dan Tindakan Tegas Bagi Oknum yang Membawa Simbol NU Dalam Demo Ahok

Posted on Friday, 28 October 2016 | garis 19:57

Surabaya, Muslimedianews ~ Banyaknya aksi dari berbagai elemen masyarakat terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, mulai disikapi serius oleh pengurus Nahdlatul Ulama. Bahkan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dengan tegas melarang warga Nahdliyyin menggunakan simbol NU dalam aksi demo.

Organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia ini pun, akan menindak tegas bila ada warga Nahdliyyin yang menyalahgunakan simbol NU. Hal ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah seusai upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Tugu Pahlawan, Sabtu (22/10).

"Jangan libatkan simbol NU atau Badan Otonom (Banom) NU lainnya. Kalau sampai ada, berarti mereka telah memanipulasi gerakan perlawanan dari pihak lain. Silakan beraksi, tapi jangan atasnamankan NU," tegasnya.

Ia pun mengakui bahwa, demo beberapa waktu lalu yang dilakukan sejumlah masyarakat di Mapolda Jawa Timur dengan menggunakan simbol NU, pihaknya pun dengan sigap memerintahkan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser GP NU) untuk merampas atribut NU yang digunakan. "Itu terlihat jelas kalau benderanya baru dibuat, dan tentunya kami akan berikan sanksi tegas buat mereka ya g menyalahgunakan," terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa PWNU Jatim telah menginstruksikan kepada semua pengurus dan warga Nahdliyyin untuk tidak turut serta dalam demo anti Ahok. Sebab, kasus yang menimpa Ahok telah menjadi kewenangan kepolisian. Meskipun Ahok telah meminta maaf. "Selama kasusnya diproses dengan adil dan terbuka, insyaallah Indonesia akan aman," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini.

Hasan Mutawakkil pun berpesan, supaya masyarakat dan warga Nahdliyyin untuk tidak terpengaruh. Terlebih dengan kasus Ahok yang ia nilai telah ditunggangi dari berbagai pihak untuk melemahkan rakyat. "Kita harus lebih waspda dan selektif, terlebih pluralisme yang telah dibangun selama ini tidak diporak porandakan. Sudah semestinya kita hidup rukun dalam ikatan Bhinneka Tunggal Ika," terangnya.

Terlebih selama ini, PWNU sangat komunikatif kepada semua agama dan etnis. Bahkan, kerap menjalin kerjasama dalam kemitraan. Hal ini sesuai dengan khittah NU 1926 hasil muktamar ke 27. "Kita ini pluralisme, tapi yang sosiologi bukan pluralisme yang ideologi dengan adanya batasan. Rasional saja, tidak mungkin orang Nasrani mempersilakan orang muslim salat di Gereja, dan sebaliknya," papar Hasan Mutawakkil.

Ia pun berpesan kepada semua publik figure supaya lebih berhati-hati saat berbicara. Sebab, seorang pemimpin akan dilihat dari cara ia bertutur kata kepada masyarakatnya. "Semoga kasunya Ahok bisa jadi pembelajaran ke depannya. Seperti sabda Rasulullah, mulut itu bagai pedang yang bisa melukai sisi sendiri," ujarnya. (Surya Tribunenews)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News