Top News :
Home » , » Tentang Gambar Sandal/Terompah Nabi Muhammad Saw.

Tentang Gambar Sandal/Terompah Nabi Muhammad Saw.

Posted on Friday, 14 October 2016 | garis 06:40

Muslimedianews.com ~ Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitab Mitsal an-Na’l asy-Syarif menyatakan bahwa sandal Rasulullah Saw. itu terbuat dari kulit yang dirangkap menggunakan dua “tancapan” seperti batang dari kulit yang dinamakan qibal. Yang satu dimasukkan antara ibu jari dan jari yang di dekatnya, dan yang satunya lagi dimasukkan antara jari tengah dan jari yang ada di dekatnya. Dua tancapan tadi dihubungkan dengan sebuah bingkai berbentuk yang disesuaikan dengan ukuran kaki, yang ada di atas telapak kaki. Tungkainya juga memakai sebuah bingkai berbentuk yang disesuaikan dengan ukuran kaki yang mencakup hingga seluruh telapak kaki.

Warna Sandal Nabi Saw.

Adapun warna sandal Rasulullah Saw. adalah “Kuning”. Gambaran tersebut sudah diuji kebenarannya oleh Ibnu Arabi, Ibnu Asākir, Ibnu Marzuqi al-Fāruqi, as-Suyūthi, as-Sakhāwi, dan at-Tata’i. Sandal tersebut ditunjukkan langsung oleh Siti Aisyah Ra.

Prof. Dr. Quraish Shihab dalam buku Lentera Al-Quran mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah orang yang sangat sederhana. Hartanya yang paling berharga adalah sepasang alas-kaki (sandal) yang warnanya kuning sebagai hadiah dari Raja Negus di Abbissinia.

Filosofi Warna Sandal Nabi Saw.

Warna kuning memilik filosofi makna sebagai simbol pencerahan (التنوير), simbol kebijaksanaan (الحكمة), simbol antusiasme (الحماسة), simbol optimisme (التفاؤل), simbol harapan (الآمل), simbol kesenangan (المرح), simbol kejelasan (الوضوح), simbol keyakinan (الثقة), dan simbol matahari dan emas (الشمس والذهب).

Berikut adalah beberapa keterangan para sahabat Nabi Saw. tentang warna kuning:

أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ كَانَ يَحُضُّ عَلىَ لِباَسِ النِّعَالِ الصُّفْرِ، وَكَانَ يَقُوْلُ: الصُّفْرَةُ تَسُرُّ النَّفْسَ

Sesungguhnya Ibnu Abbas Ra. menganjurkan untuk memakai sandal-sandal yang berwarna kuning, sehingga ia berkata, “Warna kuning itu dapat menyenangkan jiwa.” (Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an juz 1 hlm. 451 karya Imam al-Qurthubi).

عَنْ عَلِيٍّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ، أَنَّهُ كَانَ يَرْغَبُ فِي النِّعَالِ الصُّفْرِ وَيَقُوْلُ: مَنْ لَبِسَ نَعْلاً أَصْفَرَ قَلَّ هَمُّهُ

Dari sahabat Ali Kw., sesungguhnya ia senang memakai sandal-sandal berwarna kuning, sehingga berkata, “Barangsiapa yang memakai sandal berwarna kuning maka pertanda sedikit kesusahannya.” (Majma’ al-Bayan juz 1 hlm. 302 karya ath-Thabrasi dan al-Kasysyāf juz 1 hlm. 178 karya az-Zamakhsyari).

Imam Ibnu ‘Āsyūr dalam kitab at-Tahrir wa at-Tanwir juz 1 hlm. 535 ketika menafsiri QS. al-Baqarah ayat 69, mengatakan:

وَلَيْسَ لَوْنُ اْلبَقَرَةِ اْلأَصْفَرِ لإِدْخَالِ اْلبَهْجَةِ وَالسُّرُوْرِعَلىَ النَّاظِرِ فَحَسْبُ، بَلْ هُوَدَلِيْلٌ عَلىَ صِحَّةِ اْلبَقَرَةِ وَسَلاَمَتِهِ مِنَ اْلعُيُوْبِ، فَقَدْ قَرَّرَتْ أُصُوْلُ عِلْمِ الطِّبِّ اْلبَيْطَرِيِّ أَنَّ خَيْرَ اْلأَبْقَارِ وَأَفْضَلَهَا هُوَمَاكَانَ لَوْنُهَا شَدِيْدَ الصُّفْرَةِ فِي صَفَاءٍ (فَاقِعٍ) وَأَنَّهُ عَلىَ قَدْرِ صَفَاءِ اللَّوْنِ، وَسَلاَمَةُ اْلأَسْنَانِ تَكُوْنُ صِحَّةَ اْلبَقَرَةِ.

“Sapi betina yang berwarna kuning itu bukan saja menunjukkan kebagusan, kesenangan bagi orang yang memandangnya, tetapi juga sebagai indikasi sapi yang sehat dan selamat dari cacat. Hal ini telah ditetapkan dalam pedoman-pedoman ilmu kedokteran hewan, bahwa sapi-sapi yang baik dan unggul itu warnanya kuning tua, dan itu didasarkan ketuaan warnanya; begitupula apabila sehat giginya menunjukkan sapi betina itu sehat.”

Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani bersyair dalam kitabnya, Jawahir al-Bihar:

على رأس هذا الكون نعل محمد *** علت فجميع الخلق تحت ظلاله
“Alas kaki Nabi Muhammad Saw. berada di atas kepala alam semesta. Dan seluruh makhluk berada di bawah bayang-bayangnya.”

لدى الطور موسى نودي اخلع وأحمد *** على القرب لم يؤمر بخلع نعاله
“Ketika di bukit Tursina, Nabi Musa As. diperintah agar melepaskan (sandalnya), tetapi Nabi Muhammad Saw. biarpun berada pada jarak yang lebih dekat tidak diminta (oleh Allah Swt.) menanggalkan sandalnya.”

مثال حكى نعلاً لأشرف مرسل *** تمنت مقام الترب منه الفراقد
“Gambar Sandal Rasulullah Saw. yang termulia itu membuat bintang-gemintang berangan-angan ingin menjadi tanah agar dipijak olehnya.”

ضرائرها السبع السموات كلها *** غيارى وتيجان الملوك حواسد
“Para madunya; tujuh lapis langit, semua menjadi cemburu. Dan semua mahkota raja merasa hasud padanya.”

مثال لنعل المصطفى ما له مثل *** لروحي به راح لعيني به كحل
“Gambar Sandal al-Musthafa Saw. itu tiada bandingannya. Ia adalah tempat berteduh bagi ruhku dan celak (obat) bagi mataku.”

فأكرم به تمثال نعل كريمة *** لها كل رأس ود لو أنه رجل
“Sungguh mulia Gambar Sandal Nabi yang agung ini! Karenanya semua kepala berharap alangkah baiknya jikalau dapat menjadi kaki (Nabi Saw.).”

ولما رأيت الدهر قد حارب الورى *** جعلت لنفسي نعل سيده حصناً
“Saat aku melihat ad-Dahr (Allah Swt.) mulai memerangi manusia (sebab maksiat mereka), maka akan kujadikan Sandal Nabi Saw. sebagai perisai.”

تحصنت منه في بديع مثالها *** بسور منيع نلت في ظله الأمنا
“Aku berlindung darinya (murka Allah) dengan keagungan Gambar Sandal Nabi Saw., sebagai benteng yang kokoh dimana aku merasa aman di bawah perlindungannya.”

إني خدمت مثال نعل المصطفى *** لأعيش في الدارين تحت ظلالها
“Aku berkhidmat pada Gambar Sandal al-Mustafa Saw., agar hidupku di dunia dan akhirat berada di bawah bayang-bayangnya.”

سعد ابن مسعود بخدمة نعله *** وأنا السعيد بخدمتي لمثالها
“Sungguh beruntung Ibn Mas’ud Ra. karena khidmatnya pada Sandal Nabi Saw. Sedangkan aku, beruntung-bahagia karena khidmatku pada lambing/gambarnya.”

وما حب النعال شغف قلبي *** ولكن حب من لبس النعالا
“Sebenarnya bukanlah pada Lambang Sandal itu hatiku merindu, melainkan pada sosok (Saw.) yang memakainya.”

ونعـل خضعنا هيبـة لوقارهـا *** فإنا متى نخضع لهيبتها نعلـو
“Kita merendahkan diri sebab cinta, untuk memuliakan Sandal ini. Dan jika kita merendahkan diri di hadapannya, kita akan diangkat dan dimuliakan.”

فضعها على أعلى المفارق إنهـا *** حقيقتهـا تاج وصورتها نعـل
“Maka letakkanlah ia di rak-rak teratas. Karena hakikatnya ia adalah mahkota meski secara lahirnya ia hanyalah gambar/lambang/replika/tiruan Sandal Nabi Saw.”

Faidah Gambar Sandal Nabi Saw.

 Al-Allamah asy-Syaikh al-Imam al-Muqarri dalam kitab Fath al-Muta’al fi Math an-Ni’al dan juga Imam al-Qasthallani dalam al-Mawahib al-Laduniyyah (juz 2 hlm. 174) menjelaskan beberapa faidah “Mitsal an-Na’l asy-Syarif” (Replika/Gambar/Lambang Sandal-Terompah Nabi Saw.) sebagai berikut:

1.      Barangsiapa yang menyimpan Gambar Sandal Nabi Saw. di dalam rumah/tempatnya dengan niat tabarruk (mendapatkan berkah), maka tempat itu diliputi keselamatan dari orang yang bermaksud buruk (jahat), pencuri, perampok, orang yang hasud, setan yang menyesatkan serta selamat dari penyakit ‘ain dan sihir (santet-tenung).
2.      Ketika ada perempuan yang kesulitan dalam melahirkan bayi (proses bersalin) jika perempuan tersebut menggenggam Gambar Sandal Nabi Saw. di tangan kanannya maka akan diberi kemudahan dalam proses persalinannya bi-idznillah.
3.      Barangsiapa yang mengistiqamahkan membawa Gambar Sandal Nabi Saw. yang dilipat dan digunakan sebagai ‘azimat atau diletakkan di kopyah/songkok atau sabuk maka apa yang menjadi tujuannya akan tercapai.
4.      Bisa ziarah ke makam Rasulullah Saw. dan mimpi bertemu Rasulullah Saw.
5.      Jika digunakan untuk berperang di jalan Allah maka akan diberikan kemenangan dan juga tidak sampai melarikan diri (dari peperangan).
6.      Jika digunakan untuk berdagang maka akan selamat dari perampok.
7.      Jika diletakkan pada barang dagangan maka akan aman dari pencurian dan perampokan.
8.      Jika diletakkan di dalam rumah maka akan selamat dari kebakaran.
9.      Jika dibawa di dalam kapal/perahu maka akan diberikan keselamatan dari karam/tenggelam.
10.  Jika dibawa orang yang sedang sakit maka akan segera diberi kesembuhan.
11.  Jika hatinya kalut/galau maka akan segera bahagia.
12.  Jika punya hajat dan mau bertawassul kepada Rasulullah Saw. maka orang tersebut akan segera tercapai hajatnya.


Semua ini tentu harus didasari dengan keyakinan yang teguh/kuat serta cinta kepada Rasulullah Saw. Wallahu a’lam bimuradih. (IBJ)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News